[HOAKS Atau FAKTA]: Mengunyah Daun Sirih Bikin Sembuh Dari COVID-19 Ilustrasi daun sirih. (Foto: Maya A. P / Pixabay ).

MerahPutih.com - Beredar pesan berantai WhatsApp yang menyatakan bahwa untuk mengatasi COVID-19 ialah dengan mengunyah daun sirih dan menelan air liur sisa dari kunyahan tersebut.

“Ada sepupu teman positif Corona, diduga kenanya di jakarta mau menuju ke Singapura, urusan kerja…
Nah, dia dirawat di RS Singapura, dan dia sudah sembuh, skrg sudah di Indonesia, utk skrg masih rehat karantina di Batam..
Selama dia di rumah sakit di Singapura, dia hanya diberi obat vitamin C dan E…
Trus dokternya menyarankan, di Indonesia kan ada daun sirih, yg mana bekerja sbg antiseptik.. nah, setiap hari ada baiknya konsumsi daun sirih, 1 lembar di pagi hari.. kunyah, dan telan air dr liur kita itu.. klo bisa lama aja ngunyahnya.. ga perlu cepat2..

Baca Juga:

Awasi Protokol Kesehatan, Anggota TNI di Lapangan Diingatkan Jaga Kesehatan


Daun sirihnya itu, ga boleh dicampur apa2.. murni daun sirih aja..
Virus ini kan bertahan di tenggorakan, nah, daun sirih itu nanti yg membersihkan sbg antiseptik alami..
Jadi pesan dr chat yg ku kirim ini.. mari konsumsi vitamin C dan E.. utk daya tahan tubuh..
Dan daun sirih td sbg antiseptik…
Dicoba yah semoga bermanfaat dan di share ke kerabat, sahabat/teman ??”

FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), diketahui bahwa isi pesan berantai tersebut keliru.

Dilansir dari tasikmalaya.pikiran-rakyat.com, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Prof. Dr. Arif Sumantri mengatakan, daun sirih memang memiliki fungsi sebagai antiseptik alami untuk membunuh mikrobakteri jahat, termasuk juga virus 2019-nCoV, penyebab penyakit COVID-19.

Informasi Hoaks Daun Sirih
Informasi Hoaks Obat COVID-19. (Foto: Mafindo).

Akan tetapi, penggunaan daun sirih lebih direkomendasikan sebagai antiseptik pencuci tangan, bukan untuk dikonsumsi setiap pagi.

Namun, dalam pembuatan antiseptik dari daun sirih juga perlu memerhatikan ukuran, dosis dan konsentrasi secara tepat, sehingga tidak menimbulkan resistensi.


KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan itu, maka konten pesan berantai tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

Pilkada di Masa Pandemi, Publik Merasa Was-Was


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH