[HOAKS atau FAKTA]: Menangkan Jokowi, Burhanuddin Muhtadi Dapat Rp450 Miliar Tangkapan layar Twitter tentang Burhanuddin Muhtadi mendapat uang ratusan miliar karena memenangkan Jokowi di Pilpres. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Ramai di media sosial (medsos) Twitter Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi mendapatkan uang Rp450 miliar untuk memenangkan Jokowi-Maruf Amin melawan Prabowo-Sandiaga Uno Pilpres 2019 lalu. Informasi itu diposting oleh akun @/Dessyln_2812.

Akun @/Dessyln_2812 mengunggah cuitan berupa narasi dan foto hasil tangkapan layar dari portal berita Babe yang disertai dengan tagar #JKWBapakHoaxNasional pada 6 Agustus 2020 lalu.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Tak Perlu Vaksin, Tingkat Kesembuhan COVID-19 Capai 99 Persen

Narasi:

“Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokaatuh

Bismillahirrahmanirrahim

#JKWBapakHoaxNasional

#JKWBapakHoaxNasional

HANYA DI INDONESIA

DATA KEBOHONGAN HARGANYA RATUSAN MILIAR”

Fakta:

Berdasarkan hasil penelusuran, foto hasil tangkapan layar artikel portal berita Babe itu sebenarnya mengutip artikel portal berita Suara dengan judul yang sama.

Tangkapan layar Twitter tentang Burhanuddin Muhtadi mendapat uang ratusan miliar karena memenangkan Jokowi di Pilpres. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Twitter tentang Burhanuddin Muhtadi mendapat uang ratusan miliar karena memenangkan Jokowi di Pilpres. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Kedua artikel itu menyebutkan bahwa Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi melaporkan pemilik empat akun media sosial ke Bareskrim Polri karena ia dituduh menerima uang sebesar Rp450 miliar untuk mengatur hasil hitung cepat pilpres 2019 yang memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin.

“Padahal video itu berisikan kegiatan saya yang sedang berdiskusi dengan Profesor Rhenald Kasali saat membicarakan elektabilitas Jokowi. Dan itu sudah lama,” ungkap Burhan yang dikutip dari Koran Tempo.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pedagang Mayestik Meninggal akibat Corona

Sebagai tambahan, isu mengenai Burhanuddin Muhtadi menerima Rp450 miliar untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 pada Pilpres 2019 sudah pernah diperiksa dalam artikel yang berjudul “[SALAH] Burhanuddin Muhtadi Dituding Dalang Quick Count Palsu.”

Dengan demikian, informasi mengenai Burhanuddin Muhtadi mendapatkan uang Rp450 miliar memenangkan Jokowi tersebut dapat dikaterorikan sebagai Konten yang Salah/False Context. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Rizieq Shihab Ditangkap Warga

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kapolsek dan 11 Anggota Diciduk, Kompolnas Minta Kapolri Awasi Direktorat Narkoba
Indonesia
Kapolsek dan 11 Anggota Diciduk, Kompolnas Minta Kapolri Awasi Direktorat Narkoba

Sindikat narkoba kerap memberikan iming-iming dengan jumlah yang sangat besar kepada jajaran Direktorat Narkoba.

Mekanisme Kompolnas Seleksi Calon Kapolri Hingga Jokowi Pilih Listyo
Indonesia
Mekanisme Kompolnas Seleksi Calon Kapolri Hingga Jokowi Pilih Listyo

Dari hasil pendataan ada 14 nama anggota Polri aktif dan kemudian Kompolnas mulai melakukan seleksi.

MAKI: PK Djoko Tjandra Tidak Memenuhi Syarat Formil
Indonesia
Masyarakat Tionghoa Gelar Vaksinasi COVID-19 untuk Warga Bandung
Indonesia
Masyarakat Tionghoa Gelar Vaksinasi COVID-19 untuk Warga Bandung

Komunitas warga keturunan Tionghoa ini lantas berhimpun dalam sebuah wadah bernama Masyarakat Tionghoa Peduli.

Dinkes DKI Rekrut 1.174 Tenaga Medis, Segini Besaran Insentifnya
Indonesia
Dinkes DKI Rekrut 1.174 Tenaga Medis, Segini Besaran Insentifnya

"Hadir ditengah-tengah kita ada 655 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Widyastuti

Jhoni Allen Sebut Penunjukkan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat untuk Lawan SBY
Indonesia
Jhoni Allen Sebut Penunjukkan Moeldoko sebagai Ketum Demokrat untuk Lawan SBY

"Kami meminta Moeldoko untuk memimpin perjuangan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang demokratis, terbuka, modern, akuntabel dan bermartabat," ujar Jhoni Allen

Pelibatan TNI-Polri Dibutuhkan Agar Penerapan 'New Normal' Optimal
Indonesia
Pelibatan TNI-Polri Dibutuhkan Agar Penerapan 'New Normal' Optimal

menurut dia, kedisiplinan dan ketertiban masyarakat adalah kunci keberhasilan penanganan COVID-19.

Kapolri Harap Pers Jadi Garda Terdepan Dalam Mencerahkan Masyarakat
Indonesia
Kapolri Harap Pers Jadi Garda Terdepan Dalam Mencerahkan Masyarakat

Pers juga diminta membantu Polri dalam menangkal timbulnya hoaks

Viral Wanita Pamer Bawa Mobil Dinas TNI, Mabes TNI: Itu Bodong !
Indonesia
Viral Wanita Pamer Bawa Mobil Dinas TNI, Mabes TNI: Itu Bodong !

Wanita itu lantas memperlihatkan plat nomor dinas TNI 3423-00

BI Siap Edarkan Uang Rp152 Triliun di Lebaran 2021
Indonesia
BI Siap Edarkan Uang Rp152 Triliun di Lebaran 2021

Tren uang baru Lebaran masih dibutuhkan walaupun animonya tidak sebesar kondisi normal.