[HOAKS atau FAKTA]: Menag Keluarkan SK Larangan Bahasa Arab Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. ANTARA/HO-Kementerian Agama

MerahPutih.com - Sebuah postingan yang diunggah oleh akun @baraditapalbatas memuat isu terkait telah dikeluarkannya SK dari Menteri Agama yang melarang Bahasa Arab.

Postingan tersebut telah mendapat 47 komentar sampai dengan saat ini, bahkan beberapa akun di antaranya percaya terkait informasi tersebut.

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Takbier, Bir yang Sempat Jadi Kontroversi Diproduksi di Arab Saudi

Narasi:

"SETELAH SKB3MENTERI LARANG JILBAB SEKARANG MUNCUL SK MENAG LARANG BAHASA ARAB, NEGERI SEDANG DIGIRING KEARAH SEKULER DAN KOMONIS"

Cek fakta:

Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan fakta bahwa tidak ada informasi valid dan resmi mengenai hal itu.

Hasilnya, ditemukan sejumlah berita yang berisi penjelasan bahwa Kemenag hanya mengganti KMA Nomor 165 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah dengan KMA Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah serta KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

/media/3c/22/4a/3c224ab87bd518fe49f2ee833b63138e.jpeg
Foto: Mafindo

Lebih lanjut melansir dari tirto.id, tiga Menteri Jokowi yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menandatangani dan menerbitkan regulasi baru.

Aturan tersebut melarang memaksa dan mewajibkan pemakaian seragam agama tertentu yang berlaku untuk siswa hingga guru di sekolah negeri.

Kesimpulan:

Dengan demikian informasi yang beredar di Facebook tersebut terkait SK Menag yang melarang Bahasa Arab tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Menteri Agama Keluarkan Larangan Salat Jumat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Sebut Angka Penularan COVID-19 di Bekasi Semakin Bisa Dicegah
Indonesia
Jokowi Sebut Angka Penularan COVID-19 di Bekasi Semakin Bisa Dicegah

Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengerahkan personelnya

COVID-19 Dapat Dicegah dengan Disiplin dan Gotong Royong
Indonesia
COVID-19 Dapat Dicegah dengan Disiplin dan Gotong Royong

Pencegahan COVID-19 harus dilakukan secara gotong royong mulai dari pemerintah pusat sampai ke desa, ke tingkat RT/RW, dan di keluarga.

Upaya 'Kudeta' Demokrat, Pengamat: Makar Bisa Berjalan Cepat dan Sistematis
Indonesia
Irjen Napoleon Beberkan Kedekatan Perantara Suap Djoko Tjandra dengan Azis Syamsuddin
Indonesia
Irjen Napoleon Beberkan Kedekatan Perantara Suap Djoko Tjandra dengan Azis Syamsuddin

Bekas Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte membeberkan kedekatan antara pengusaha Tommy Sumardi dengan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit

50 Kamera e-TLE Tambahan dari Pemprov DKI Dilengkapi Fitur Canggih
Indonesia
50 Kamera e-TLE Tambahan dari Pemprov DKI Dilengkapi Fitur Canggih

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menerangkan nantinya 50 kamera tambahan itu akan dilengkapi fitur canggih.

Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara, Karir Brigjen Prasetijo di Polri Terancam Tamat
Indonesia
Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara, Karir Brigjen Prasetijo di Polri Terancam Tamat

Menanggapi vonis Prasetijo, Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo menyebut, proses pemecatan yang bersangkutan masih menunggu putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

Bakal Gelar Pilkada Serentak pada Desember, Pemerintah Dianggap Terlalu Gegabah
Indonesia
Bakal Gelar Pilkada Serentak pada Desember, Pemerintah Dianggap Terlalu Gegabah

Ray mengakui semakin cepat Pilkada serentak 2020 dilaksanakan, akan lebih baik daripada menunda terlalu lama.

Pandemi COVID-19, Bank Wakaf Mikro Tetap Salurkan Pinjaman
Indonesia
Pandemi COVID-19, Bank Wakaf Mikro Tetap Salurkan Pinjaman

Hingga saat ini, sudah ada 56 BWM di 18 provinsi dari Aceh hingga Papua sejak lembaga keuangan mikro syariah ini diresmikan pada Oktober 2017.

Kasat Sabhara yang Bersitegang dengan Kapolres Blitar Ditarik ke Polda Jatim
Indonesia
Kasat Sabhara yang Bersitegang dengan Kapolres Blitar Ditarik ke Polda Jatim

Kini, kasus itu tengah diusut oleh Bidang Propam Polda Jatim

Alumni AKABRI 1995 Batalyon Patria Tama Bagikan 2.000 Paket Sembako
Indonesia
Alumni AKABRI 1995 Batalyon Patria Tama Bagikan 2.000 Paket Sembako

Fokus bantuan adalah kawasan kumuh dan padat penduduk di wilayah Jakarta.