[HOAKS atau FAKTA]: Makan Daging Bisa Terkena PMK Penyakit mulut dan kuku pada ternak. (Foto: Antara)

MerahPhtih.com - Beredar informasi berupa unggahan di media sosial Facebook dengan narasi ajakan agar tidak makan daging karena ada penyakit baru yakni penyakit mulut dan kuku (PMK).

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Berkumur Gunakan Bensin Mampu Sembuhkan Sakit Gigi

FAKTA

Penelitian menunjukkan jika kadar pH pada daging berada di bawah 5,9 maka virus PMK akan mati. Namun, bagian paling aman pada hewan terinfeksi PMK adalah daging. Sementara organ seperti sumsum tulang, tulang, kepala, limfoglandula dan jeroan harus dipisahkan saat dihidangkan.

"Kalau masak sampai mendidih ya aman, karena membrane virusnya tipis, jadi mudah mati virusnya. Tapi memang virus ini mudah menular naas ke hewan," ujar Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Mustofa Helmi Effendi.

KESIMPULAN

Kabar bahwa adanya larangan untuk memakan seluruh daging karena adanya penyakit PMK tidaklah benar. Informasi ini masuk dalam kategori informasi sesat. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bendera NKRI Dibentangkan di Konser Scorpions Berkat Jokowi

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TNI AL Rencanakan Penghapusan KRI Teluk Sampit 515 dari Daftar Alutsista
Indonesia
TNI AL Rencanakan Penghapusan KRI Teluk Sampit 515 dari Daftar Alutsista

TNI Angkatan Laut (AL) berencana untuk mengusulkan penghapusan satu kapal KRI Teluk Sampit 515 dari jajaran alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI AL. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono. Menurutnya, penghapusan dilakukan karena usia kapal yang sudah tua.

Menag Peringatkan Petugas Haji untuk Beri Pelayanan Maksimal Pada Jemaah
Indonesia
Menag Peringatkan Petugas Haji untuk Beri Pelayanan Maksimal Pada Jemaah

Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengizinkan jemaah dari luar negaranya untuk beribadah haji. Dua tahun pandemi COVID-19, jemaah yang sudah melunasi tahun 2020 harus menunggu. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mengungkapkan bahwa jemaah sudah lama menunggu. Untuk itu, para petugas pelayanan haji harus melayani semua jemaah dengan penuh kesungguhan dan ketulusan.

BPN Larang Jual Beli Tanah di IKN Nusantara, Pemkab Takut PAD Seret
Indonesia
BPN Larang Jual Beli Tanah di IKN Nusantara, Pemkab Takut PAD Seret

Potensi kehilangan PAD Penajam Paser Utara dari sektor pajak dan retribusi pemerintah kabupaten

Cegah Omicron, BNPB Perketat Pengawasan Kedatangan PMI di Kota Batam
Indonesia
Cegah Omicron, BNPB Perketat Pengawasan Kedatangan PMI di Kota Batam

Setiap hari, rata-rata 250 orang berasal dari Singapura dan Johor, Malaysia masuk Indonesia melalui Batam.

Polda Maluku Bentuk Tim Pengamanan Jaga Aset yang Tak Terdampak Konflik
Indonesia
Polda Metro Rancang Aturan Ganjil Genap di Jalan Menuju Tempat Wisata
Indonesia
Polda Metro Rancang Aturan Ganjil Genap di Jalan Menuju Tempat Wisata

Sambodo enggan membeberkan lokasi tempat wisata yang akan dikenai aturan ganjil-genap

Bareskrim Sudah Periksa 4 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Dana Umat ACT
Indonesia
Bareskrim Sudah Periksa 4 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Dana Umat ACT

Kasus dugaan penyalahgunaan dana umat di Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus bergulir.

Wagub DKI Persilakan Anggota DPRD Lanjutkan Interpelasi Formula E
Indonesia
Wagub DKI Persilakan Anggota DPRD Lanjutkan Interpelasi Formula E

"Prinsipnya kita negara demokrasi, interpelasi itu kan salah satu hak anggota dewan ya silahkan saja," kata Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (8/4)

Agar Tak Terjadi Ledakan Kasus Lagi, Warga Bandung Diminta Disiplin Prokes
Indonesia
Agar Tak Terjadi Ledakan Kasus Lagi, Warga Bandung Diminta Disiplin Prokes

Tren laju kasus konfirmasi dibandingkan dengan 14 hari sebelumnya, menurun dari 418,3 orang per hari menjadi 156,6 orang per hari.

LIPI Apresiasi Gerak Cepat Airlangga Cari Pengganti Azis Syamsuddin
Indonesia
LIPI Apresiasi Gerak Cepat Airlangga Cari Pengganti Azis Syamsuddin

Airlangga juga menunjuk Adies Kadir sebagai Waketum Bidang Polhukam