[HOAKS atau FAKTA]: Pakai Masker Dapat Menimbulkan Radang Selaput Dada Tangkapan layar Facebook terkait penggunaan masker bisa menimbulkan radang selaput dara. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar postingan dari akun Facebook Anna Sommers yang menyatakan bahwa orang yang memamai masker bisa menderita radang selaput dada.

Postingan itu berisikan narasi seorang gadis menderita pleurisy atau radang selaput dada dikarenakan penggunaan masker. Postingan itu dibagikan pada 30 Mei 2020 dan telah dikomentari sekitar 1.000 kali dan telah disebarkan kembali sekitar 7.100 kali.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA): Jokowi Curhat sama Orang-orangan Sawah

Narasi:

“My daughter. 19 yrs old. Healthy. Frontline worker at a huge grocery store chain. Started feeling sick about two weeks ago. Side and back pain. Nausea.. Chest pain. Primary doc sent her for chest x-ray.. Something “lit up” on right side. Sent for MRI. Cat scan. Ultra sound of back and abdomen areas..NOTHING.. While at work was unable to breathe. Chest pain. Rushed to e.r. quarantined. Tested for covid. Young. By herself because no one can be with her. Turns out its pleurisy.. An inflection of the outside of the lining of the lungs. They basically tell her.. It’s because she has been wearing a mask for over 8 hours a day 5-6 days a week. Breathing in her own bacteria. Carbon dioxide.. Caused an infection. And now she is in severe pain. Has to be off work with no pay.. But you wont see that on social media! She’s 19. Healthy. And now is bed bound and struggling to breathe. Antibiotics. Steroids. Breathing treatments.

(Jennifer Brown) -shared”

Tangkapan layar Facebook terkait penggunaan masker bisa menimbulkan radang selaput dara. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar Facebook terkait penggunaan masker bisa menimbulkan radang selaput dara. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Jika diterjemahkan narasi tersebut berbunyi seperti ini :

“Anak perempuanku. 19 tahun. Sehat. Pekerja garis depan di rantai toko kelontong besar. Mulai merasa mual sekitar dua minggu lalu. Nyeri sisi dan punggung. Mual .. Nyeri dada. Dokter primer mengirimnya untuk rontgen dada .. Sesuatu “menyala” di sisi kanan. Dikirim untuk MRI. Suara ultra dari daerah punggung dan perut..Tidak ada .. Saat bekerja tidak dapat bernapas. Nyeri dada. Bergegas ke UGD. Dikarantina. Diuji untuk covid. Muda, sendiri karena tidak ada yang bisa bersamanya. Ternyata itu radang selaput dada .. Infleksi bagian luar dari lapisan paru-paru. Mereka pada dasarnya memberitahunya .. Itu karena dia telah memakai masker selama lebih dari 8 jam sehari 5-6 hari seminggu. Bernapas dalam bakteri sendiri. Karbon dioksida .. Menyebabkan infeksi. Dan sekarang dia sangat kesakitan. Harus pergi bekerja tanpa bayaran .. Tapi Anda tidak akan melihatnya di media sosial! Dia 19. Sehat. Dan sekarang ranjang terikat dan berjuang untuk bernafas. Antibiotik. Steroid. Perawatan pernapasan.”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Belajar Ilmu Filsafat Diharamkan

Fakta:

Berdasarkan artikel factcheck.afp.com, Departemen Kesehatan Australia kota Victoria menjelaskan bahwa radang selaput dada disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, kanker, pembekuan darah pada paru-paru dan kondisi autoimun.

Dr. Leon van den Toorn, presiden the Dutch Association of Doctors for Lung Diseases and Tuberculosis menegaskan penggunaan masker tidak menimbulkan risiko bagi diri sendiri.

Menurut artikel apnews.com, Humberto Choi sebagai pulmonologi di Cleveland Clinic menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar, disebutkan juga ribuan pekerja medis bekerja dengan menggunakan masker setiap harinya bahkan masker yang digunakan lebih ketat dari masker bedah dan hingga sekarang belum ada yang terkena pleurisy.

Kesimpulan:

Melihat dari penjelasan tersebut, klaim penggunaan masker dapat menyebabkan radang selaput dada adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang menyesatkan atau Misleading Content. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Anggota Islam Nusantara Salat Magrib di Dalam Gereja

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pasar Ramadan di Yogyakarta Diminta Terapkan Sistem Drive Thru
Indonesia
Pasar Ramadan di Yogyakarta Diminta Terapkan Sistem Drive Thru

Acuan zona risiko penularan yang akan dijadikan acuan adalah aturan zonasi berdasarkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro

Pemprov DKI Izinkan Sepeda Non-Lipat Masuk MRT
Indonesia
Pemprov DKI Izinkan Sepeda Non-Lipat Masuk MRT

DKI Jakarta telah mengizinkan masyarakat untuk memasukkan sepeda non-lipat ke dalam gerbong kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

KPK Kembali Buka Seleksi Pengisian 5 Jabatan Struktural
Indonesia
KPK Kembali Buka Seleksi Pengisian 5 Jabatan Struktural

KPK telah melantik pejabat struktural baru di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (14/4)

Pemprov DKI Bakal Tambah Rumah Sakit Rujukan COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Bakal Tambah Rumah Sakit Rujukan COVID-19

"Semoga usaha tersebut dapat mengimbangi jumlah kenaikan angka kasus covid yang masih meningkat," tutupnya.

Alasan Polisi Tak Bubarkan Acara Rizieq di Petamburan
Indonesia
Alasan Polisi Tak Bubarkan Acara Rizieq di Petamburan

Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus karantina kesehatan dengan terdakwa Rizieq Shihab.

Indonesia Bakal Uji Klinis Tahap II Vaksin Buatan Korsel
Indonesia
Indonesia Bakal Uji Klinis Tahap II Vaksin Buatan Korsel

Genexine mengembangkan calon vaksin COVID-19 yang disebut dengan GX 19 dan untuk uji klinis di Indonesia dengan menggandeng PT Kalbe Farma Tbk.

Satgas COVID-19 Ungkap Tingkat Keamanan Vaksinasi Bagi Lansia
Indonesia
Satgas COVID-19 Ungkap Tingkat Keamanan Vaksinasi Bagi Lansia

BPOM menerbitkan EUA vaksin Coronavac untuk usia 60 tahun ke atas

Satu Keluarga Positif Usai Ikut Salat Tarawih, Ratusan Warga Jalani Rapid Test
Indonesia
Satu Keluarga Positif Usai Ikut Salat Tarawih, Ratusan Warga Jalani Rapid Test

Rapid test massal dilakukan setelah adanya kasus tujuh orang terpapar COVID-19 usai ikut salat tarawih di masjid setempat.

Sultan Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat Meninggal Dunia
Indonesia
Sultan Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat Meninggal Dunia

Sultan XIV Arief akan dikebumikan di pemakaman Astana Gunung Jati

Jokowi Sampaikan Duka Cita Atas Musibah Banjir Bandang di NTT
Indonesia
Jokowi Sampaikan Duka Cita Atas Musibah Banjir Bandang di NTT

Perhatikan selalu peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika