[Hoaks atau Fakta]: Korban Jiwa Serangan Israel ke Palestina Rekayasa Media Demo bela Palestina. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Beredar postingan di Twitter oleh akun @AgoesAguss, berupa video sejumlah orang diselimuti kain kafan yang menandakan mereka sudah tidak bernyawa.

Di dalam video juga disertai narasi bahwa orang-orang yang meninggal tersebut adalah rekayasa media Palestina, karena beberapa detik dari video itu memperlihatkan pergerakan kepala sehingga dimaknai bahwa sebenarnya korban yang tewas hanya pura-pura saja.

Baca Juga:

Langkah-langkah Indonesia Hentikan Serangan Israel ke Palestina

Akun @AgoesAguss juga memberikan narasi “Propaganda Palestine” dalam postingannya tersebut.Postingan @AgoesAguss beredar di tengah kekacauan karena konflik yang terjadi antara Palestina-Israel yang terjadi baru-baru ini. Beberapa media telah melaporkan setidaknya ada 120 warga Palestina yang tewas karena konflik berdarah tersebut.

"Propaganda Palestine…Agama adalah bisnis yang laku keras dalam masyarakat yang diselimuti kebodohan.Ibnu Rusyd*video berdurasi 1 menit 56 detikdisertai narasi“60 PALESTINIANS DEAD?”#FAKENEWSMEDIA PROPAGANDA BY PALESTINE”(terjemahan)“60 warga Palestina tewas?”#FAKENEWSPROPAGANDA MEDIA OLEH PALESTINA”

SUMBER: Twitterhttps://archive.md/WaqPw

Tangkapan layar hoaks soal Palestina. (Foto: Antara)
Tangkapan layar hoaks soal Palestina. (Foto: Antara)

FAKTA

Berkaitan dengan video @AgoesAguss yang menyatakan bahwa korban kematian warga Palestina adalah sebuah propaganda, penelusuran fakta terkait menemukan bahwa video tersebut BUKAN berkaitan dengan korban Palestina.

Video diambil saat para mahasiswa pendukung Ikhwanul Muslimin di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, melakukan protes terhadap rezim. Terlihat para mahasiswa tersebut melakukan treatikal menjadi mayat dengan diselimuti kain kafan berwarna putih.

Sumber asli video berasal dari channel YouTube bernama “Aridat Albadil” atau dalam bahasa Indonesia bernama “Koran Al-Badeel”. Video serupa diupload pada 20 Oktober 2013 dengan judul “Representasi jenazah dipertunjukkan di dalam Universitas Al-Azhar”.

Adapun keterangan lanjutan dalam video tersebut diantaranya yakni:

“Puluhan mahasiswa Ikhwanul Muslimin di Universitas Al-Azhar mengadakan demonstrasi massal di depan gedung administrasi perguruan tinggi, dan para mahasiswa dari Universitas Al-Azhar bergabung bersama anak-anak, dan masyarakat berjalan berdampingan. Kampus digunakan untuk memobilisasi mahasiswa, dan mengganggu studi mereka karena pawai untuk pergi ke College of Engineering.”

Diketahui, para mahasiswa pendukung Ikhawanul Muslimin kerap melakukan protes dan bentrok dengan militer pasca tergulingnya rezim Presiden Muhammad Mursi. Pada masa rezim Abdul Fattah Al-Sisi, Ikhawanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi teroris.

KESIMPULAN

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa, klaim dari akun @AgoesAguss adalah hoaks dan termasuk kategori konten yang menyesatkan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyitas COVID-19 Berpotensi Terkena Post COVID Syndrome
Indonesia
Penyitas COVID-19 Berpotensi Terkena Post COVID Syndrome

Semua pasien yang tertular COVID-19 berpotensi terkena Post COVID Syndrome atau gejala berkelanjutan pasca dinyatakan negatif dari paparan virus tersebut.

Strategi Ampuh Mendongkrak Bisnis di Masa Pandemi
Indonesia
Strategi Ampuh Mendongkrak Bisnis di Masa Pandemi

Mantan jurnalis yang sudah menggeluti di bidang media selama 14 tahun membuatnya mengambil keputusan di mulai 6 bulan yang lalu, untuk memulai bisnis baru di bidang content creative.

Kasus COVID-19 di Jateng Melonjak, Ganjar Dukung Penerapan PPKM Darurat
Indonesia
Kasus COVID-19 di Jateng Melonjak, Ganjar Dukung Penerapan PPKM Darurat

Menurutnya, PPKM Darurat diperlukan seiring dengan melonjaknya kasus COVID-19 di Jawa Tengah.

Epidemiolog Ingatkan Tak Buru-buru Beri Diskon Wisata Penerima Vaksin
Indonesia
Epidemiolog Ingatkan Tak Buru-buru Beri Diskon Wisata Penerima Vaksin

Epidemiolog mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru mengambil kebijakan untuk memberikan stimulus berupa paket diskon pariwisata kepada masyarakat yang sudah divaksinasi.

NasDem Sarankan Pemerintah Segera Undangkan UU Cipta Kerja
Indonesia
NasDem Sarankan Pemerintah Segera Undangkan UU Cipta Kerja

Partai Nasional Demokrat menyarankan agar pemerintah segera mengundangkan Undang-undang Cipta Kerja untuk mengurangi tensi penolakan UU.

Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, Begini Tanggapan PSI
Indonesia
Digugat Viani Limardi Rp 1 Triliun, Begini Tanggapan PSI

Sejauh ini PSI sudah sesuai makanisme dalam mencoret Viani dari keanggotaan partai.

4 Tahun Menderita di Tangan Trump, Uni Eropa Lega Joe Biden Masuk Gedung Putih
Dunia
4 Tahun Menderita di Tangan Trump, Uni Eropa Lega Joe Biden Masuk Gedung Putih

Uni Eropa bisa bernafas lega setelah Joe Biden memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat pada November 2020.

Aktivas Terus Melonggar, Hati-hati Ubah Status Pandemi Jadi Endemi
Indonesia
Aktivas Terus Melonggar, Hati-hati Ubah Status Pandemi Jadi Endemi

Jika tidak dilaksanakan dengan matang, maka ke depannya hanya berpotensi akan membuka peluang peningkatan kasus, dan tidak menutup kemungkinan kembali pada status lama.

[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS

Wartawan yang mengkhususkan diri dalam urusan Israel di Petra Agency, Yahya Matalqa, telah menyatakan bahwa terjemahan yang dilampirkan pada video itu tidak benar.

Hadapi Bonus Demografi, Indonesia Kejar Target Turunkan Stunting
Indonesia
Hadapi Bonus Demografi, Indonesia Kejar Target Turunkan Stunting

Stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas.