[Hoaks atau Fakta]: Kesulitan Hidup, Warga Afghanistan Serahkan Bayi ke Tentara Istana Kepresidenan Afganistan. (Foto: Pemerintah Afganistan)

MerahPutih.com - Beredar sebuah video melalui pesan Whatsapp yang menampilkan peristiwa penyerahan bayi oleh masyarakat kepada sekelompok tentara.

Narasi pesan ini menyatakan bahwa bayi itu diserahkan oleh orangtuanya karena mereka mengalami kesulitan hidup.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: KPK Temukan Uang Rp 117 T saat Geledah Rumah SBY

SUMBER]: WHATSAPParchive.vn/PN0vX

“ada yang tau peristiwa apa ini???Seperti nya bayi direlakan orang tua nya diberikan kpd tentara karena keadaan susah.. “

FAKTA

Namun setelah dilakukan penelusuran Mafindo, ternyata pesan tersebut adalah hoaks.

Orangtua yang menyerahkan bayi mereka kepada sekelompok tentara bukanlah karena kehidupan yang sulit, tapi untuk mengevakuasi bayi tersebut dari daerah kericuhan di Bandara Kabul, Afghanistan.

Kericuhan yang terjadi di Afghanistan khususnya di kabul menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat dan membuat mereka ingin keluar dari Afghanistan.

Tangkapan layar hoaks.
Tangkapan layar hoaks.

Hal ini membuat banyak masyarakat berkerumun di depan pintu masuk Bandara Kabul untuk dapat melarikan diri melalui evakuasi yang dilakukan oleh tentara Amerika Serikat sebelum seluruh tentara barat itu pergi meninggalkan Afghanistan.

KESIMPULAN

Video penyerahan bayi kepada tentara karena hidup orangtua yang sulit merupakan informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Warga Afghanistan Naiki Sayap Pesawat untuk Hindari Taliban

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tanggapan Gerindra Terkait Aksi Arogan Anggota Fraksi PSI Saat Terjaring Gage
Indonesia
Tanggapan Gerindra Terkait Aksi Arogan Anggota Fraksi PSI Saat Terjaring Gage

Politisi Gerindra ini menganggap, peristiwa itu merupakan insiden kecil yang harus ditanggapi secara kepala dingin. Hal tersebut juga hanya proses komunikasi yang kurang baik.

SBMPTN 2021 Solusi Gagal Masuk Kampus Negeri Jalur Undangan, Intip Caranya
Indonesia
SBMPTN 2021 Solusi Gagal Masuk Kampus Negeri Jalur Undangan, Intip Caranya

Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ditutup 1 April 2021.

Pancasila Jadi Kunci Kerukunan Antarumat Beragama
Indonesia
Pancasila Jadi Kunci Kerukunan Antarumat Beragama

Pancasila menjadi perekat kerukunan antarumat beragama. Termasuk dalam hal pendirian rumah ibadah. Pemahaman terhadap Pancasila akan membuat Indonesia semakin bersatu dan saling menghargai perbedaan

BMKG: Gempa Merusak di Majene Bukan Hal Aneh
Indonesia
BMKG: Gempa Merusak di Majene Bukan Hal Aneh

Sulawesi memiliki lebih dari 45 segmen sesar aktif

Keluarkan Telegram Pencegahan Kekerasan Anggotanya, Kapolri Dinilai Tidak Main-Main
Indonesia
Keluarkan Telegram Pencegahan Kekerasan Anggotanya, Kapolri Dinilai Tidak Main-Main

Langkap responsif Kapolri ini adalah bagian dari ketegasan beliau

Gegara Edhy Prabowo, Elektabiltas Prabowo dan Gerindra Turun
Indonesia
Gegara Edhy Prabowo, Elektabiltas Prabowo dan Gerindra Turun

Melainkan yang paling terkena dampaknya adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang digadang-gadang bakal maju menjadi calon presiden 2024.

BMKG Ungkap Penyebab Rumah dan Bangunan Rusak saat Gempa Malang
Indonesia
BMKG Ungkap Penyebab Rumah dan Bangunan Rusak saat Gempa Malang

"Dari hasil survei dan evaluasi di lapangan banyak ditemukan struktur bangunan yang tidak memenuhi persyaratan tahan gempa. Mayoritas bangunan tidak menggunakan struktur kolom pada bagian sudutnya," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

Gubernur Sulsel Lantik 11 Pasang Kepala Daerah
Indonesia
Gubernur Sulsel Lantik 11 Pasang Kepala Daerah

Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri dibacakan oleh Pelaksana Tugas Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Sulsel. Mereka yang dilantik berdasarkan SK Mendagri Nomor: 131.73-356 Tahun 2021.

Terus Bertambah, Tenaga Kesehatan yang Divaksinasi COVID-19 Capai 1.468.764
Indonesia
Terus Bertambah, Tenaga Kesehatan yang Divaksinasi COVID-19 Capai 1.468.764

Vaksinasi diberikan sebanyak dua dosis dan penyuntikannya dilakukan sebanyak dua kali dalam rentang 14 hari

[Hoaks atau Fakta]: Down Internet Indonesia Karena Jaringan Kabel Laut Putus Digigit Hiu
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Down Internet Indonesia Karena Jaringan Kabel Laut Putus Digigit Hiu

masyarakat untuk tidak mempercayai dan menyebarluaskan informasi hoaks yang berpotensi merugikan banyak pihak dan dapat berdampak proses hukum.