[HOAKS atau FAKTA] Jokowi Pecat Anies dari Jabatan Gubernur DKI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima vaksinasi dosis kedua di Jakarta, Sabtu (18/9/2021) (ANTARA/Instagram@aniesbaswedan)

MerahPutih.com - Beredar sebuah video di media sosial Facebook jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Anies Baswedan dari jabatan Gubernur DKI Jakarta.

NARASI

GEMPARRRR, Surat P3mecatan, Keputusan M3ncopot 4nis Bikin Semua Orang Terkejut

Baca Juga

Anies Diperiksa KPK, Nasdem: KPK Tidak Boleh Bekerja Berdasarkan Orderan

FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut tidak berisi pemecatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan hanya berisi gabungan beberapa video Gubernur Anies dalam berbagai kegiatan.

Gubernur Anies Baswedan pun saat ini masih melaksanakan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Gubernur DKI Anies Baswedan saat peringatan Hari Sumpah Pemuda di Monas, Senin (28/10). (Foto: MP/Asropih)
Narasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Anies Baswedan dari jabatan Gubernur DKI Jakarta. Foto: turnbackhoax

Pada bagian awal, narator dalam video itu menyatakan, "Mengacu instruksi Menteri Dalam Negeri, Anies Baswedan terancam pencopotan. Jokowi bisa tunjuk sosok ini untuk menggantikan Anies,”

Setelah ditelusuri, Instruksi Menteri Dalam Negeri tersebut Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19, bukan memuat surat pemecatan bagi Gubernur Anies Baswedan.

Baca Juga

Datangi KPK, Anies Jelaskan Soal Program dan Peraturan di Jakarta

KESIMPULAN

Dari informasi di atas, Presiden Jokowi memecat Gubernur Anies Baswedan adalah tidak benar. Faktanya, video tersebut tidak berisi pemecatan Gubernur Anies Baswedan dan hanya berisi gabungan beberapa video dari berbagai kegiatan. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Setahun Jokowi- Ma’ruf, Gibran Soroti Penanganan Pemulihan Ekonomi akibat COVID-19
Indonesia
Setahun Jokowi- Ma’ruf, Gibran Soroti Penanganan Pemulihan Ekonomi akibat COVID-19

Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin tepat meginjak usia setahun, Selasa (20/10).

Komisi B Panggil Petinggi Sarana Jaya, Tanyakan Nasib Rumah DP 0 Rupiah
Indonesia
Komisi B Panggil Petinggi Sarana Jaya, Tanyakan Nasib Rumah DP 0 Rupiah

Komisi B DPRD DKI Jakarta memanggil BUMD Pembangunan Sarana Jaya (PSJ) hari ini, Rabu (15/3).

476 Pemudik yang Kembali ke Jakarta Reaktif COVID-19, Sisanya Dibawa ke Wisma Atlet
Indonesia
476 Pemudik yang Kembali ke Jakarta Reaktif COVID-19, Sisanya Dibawa ke Wisma Atlet

Ia juga memastikan, penyekatan dan pembatasan bakal terus dilakukan

Dukung KPU, Demokrat Sepakat Pemilu Digelar Februari 2024
Indonesia
Dukung KPU, Demokrat Sepakat Pemilu Digelar Februari 2024

Fraksi Partai Demokrat DPR RI sepakat dengan agenda Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemilu digelar pada 21 Februari 2024.

Luhut Dorong Pemkab Sleman Tingkatkan Vaksinasi 15 Ribu Orang Per Hari
Indonesia
Luhut Dorong Pemkab Sleman Tingkatkan Vaksinasi 15 Ribu Orang Per Hari

Luhut Binsar Panjaitan mendorong Pemkab Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan jumlah sasaran vaksinasi COVID-19 hingga 15 ribu orang per hari.

Kejagung Ingin Ada Harmonisasi Dalam RUU Perampasan Aset
Indonesia
Kejagung Ingin Ada Harmonisasi Dalam RUU Perampasan Aset

Dalam beberapa produk hukum tidak terjadi harmonisasi. Contohnya, pada definisi keuangan negara yang dalam beberapa undang-undang diartikan berbeda.

Kemendikbud Akui Teledor tak Cantumkan KH Hasyim Asy'ari di Kamus Sejarah Indonesia
Indonesia
Kemendikbud Akui Teledor tak Cantumkan KH Hasyim Asy'ari di Kamus Sejarah Indonesia

Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hilmar Farid memohon maaf atas keteledoran tidak mencantumkan nama tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Syekh Hasyim Asy'ari.

Risiko COVID-19 Menguat, Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia Jadi Daring
Dunia
Risiko COVID-19 Menguat, Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia Jadi Daring

Pemulihan dari bencana COVID-19, akan berlangsung lama, tidak merata, dan sangat tidak pasti.

Saksi Bongkar Borok Pinangki: 9 Kali Lakukan Perjalanan Dinas Tanpa Izin Kejagung
Indonesia
Saksi Bongkar Borok Pinangki: 9 Kali Lakukan Perjalanan Dinas Tanpa Izin Kejagung

Jaksa Pinangki Sirna Malasari, sembilan kali melalukan perjalanan dinas tanpa izin dari Kejagung.