[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marah Besar kepada Menterinya karena Demo BBM Memanas Tangkapan layar soal hoaks Jokowi marah besar pada menterinya karena demo BBM memanas. (Foto: Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Facebook Siti Mungil mengunggah video dengan klaim Jokowi sedang marah kepada menteri kabinetnya karena demo BBM yang memanas.

Dalam video yang sudah ditonton sebanyak 88 ribu ini terdapat logo Kompas TV yang terpotong di pojok atas.

SUMBER: Facebook

https://archive.cob.web.id/archive/1664170945.291195/singlefile.html

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Seluruh Kartu ATM Ditarik

NARASI:

“Pak Jokowi marah besar dengan Mentri dan kabinetnya, karena demo bbm semakin memanas”

FAKTA:

Setelah ditelusuri Mafindo, video tersebut identik dengan video pada kanal Youtube KompasTV berjudul “Jokowi Marahi Para Menteri Saat Sidang kabinet Paripurna, Apa Isinya?” diunggah pada 28 Juni 2020.

Diketahui BBM naik per 3 September 2022, sedangkan video tersebut sudah ada sejak 2020.

Pada video YouTube terdapat informasi bahwa Jokowi saat itu memarahi para menteri kabinet saat rapat sidang paripurna 18 Juni 2020 karena kebijakan para menteri yang dianggap biasa-biasa saja saat pandemi.

Dengan demikian video yang diklaim Jokowi marah karena demo BBM dapat dikategorikan sebagai konteks yang salah.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Panglima TNI Turun Tangan Dalam Kasus Ferdy Sambo

KESIMPULAN:

Klaim video tersebut tidak benar. Video tersebut sudah ada sejak 2020 dan Jokowi marah bukan karena demo BBM, namun kepada menteri kabinet yang membuat kebijakan biasa-biasa saja saat pandemi. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: BPJS Kesehatan Bagikan Dana Bantuan Rp 75 Juta

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Fajar/Rian Ungkap Kekecewaan atas Kekalahan di Final Korea Open 2022
Olahraga
Fajar/Rian Ungkap Kekecewaan atas Kekalahan di Final Korea Open 2022

Fajar/Rian yang menjuarai edisi 2019 harus mengakui keunggulan Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae 21-19, 15-21, 18-21 di babak final.

PSI Bantah Klaim Keberhasilan Program Rumah Layak Huni Anies
Indonesia
PSI Bantah Klaim Keberhasilan Program Rumah Layak Huni Anies

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta mengkritik pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang menyebut bahwa program hunian layak bukan hanya DP 0 Rupiah, tapi banyak lagi lainnya.

Pagi Ini Rupiah Rp 15.026 Per USD
Indonesia
Pagi Ini Rupiah Rp 15.026 Per USD

Pelemahan ini masih terkendali menyusul kebijakan BI yang cukup mengejutkan dengan menaikkan nilai suku bunga sebesar 50 bps

Jokowi Ultimatum Basarnas, Perbanyak Inovasi dan Kolaborasi
Indonesia
Jokowi Ultimatum Basarnas, Perbanyak Inovasi dan Kolaborasi

Jokowi berharap Rakernas Basarnas melahirkan gagasan inovatif yang dapat diimplementasikan

Hakim Tunda Sidang Praperadilan Mafia Minyak Goreng MAKI Vs Mendag
Indonesia
Hakim Tunda Sidang Praperadilan Mafia Minyak Goreng MAKI Vs Mendag

Hakim menunda karena pihak Menteri Perdagangan tidak hadir dalam sidang.

La Lembah Kena Demam Berdarah, Istri Gibran Ingatkan Orang Tua Jaga Kebersihan
Berita
La Lembah Kena Demam Berdarah, Istri Gibran Ingatkan Orang Tua Jaga Kebersihan

Cucu keempat Presiden Jokowi La Lembah Manah sempat kena sakit demam berdarah pada pertengahan Februari lalu.

Gus Yahya Mantan Jubir Gus Dur Jadi Ketum PBNU
Indonesia
Gus Yahya Mantan Jubir Gus Dur Jadi Ketum PBNU

Yahya Staquf resmi menjadi Ketum PBNU setelah menang di dua tahapan penghitungan suara.

Periksa Istri Alex Noerdin, KPK Dalami Uang Rp 1,5 Miliar saat OTT Bupati Banyuasin
Indonesia
Periksa Istri Alex Noerdin, KPK Dalami Uang Rp 1,5 Miliar saat OTT Bupati Banyuasin

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, dalam pemeriksaan itu, tim penyidik mendalami tentang uang Rp 1,5 miliar yang ditemukan saat operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Dodi Reza.

Eks Gubernur DKI Soroti Polusi Udara Ibu Kota
Indonesia
Eks Gubernur DKI Soroti Polusi Udara Ibu Kota

Salah satu PR yaitu permasalahan polusi udara yang beberapa hari terakhir menempatkan Jakarta sebagai yang kota berudara terburuk di dunia.

PDIP Tidak Setuju Marullah Matali jadi Pj Gubernur DKI
Indonesia
PDIP Tidak Setuju Marullah Matali jadi Pj Gubernur DKI

anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak tidak setuju dengan pencalonan Sekretaris Daerah (Sekda) Marullah Matali sebagai Pj Gubernur.