[Hoaks atau Fakta]: Jokowi Izinkan Pesta Nikah Artis, Larang Hajatan Warga Presiden Jokowi saat jadi saksi nikah Atta Halilintar. (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Sebuah akun Facebook bernama Ubung M. Sobur membagikan sebuah unggahan berisi dua video.

Video pertama adalah video Presiden Jokowi yang menghadiri pernikahan artis Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, sementara video lain adalah seorang warga yang ditegur karena mengadakan acara hajatan di masa pandemi.

Pemilik akun membandingkan dua video tersebut dengan kesimpulan bahwa pemerintah tidak adil dalam memberi izin pengadaan acara bagi masyarakat.

” Kumaha DiNDinWe..Bukan Persoalan Kondangan, tapi Persoalan KEADiLAN.”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] TV Tak Menyiarkan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di NTT

FAKTA

Setelah ditelusuri Mafindo, perbandingan antara dua video tersebut keliru. Kedua video tersebut memiliki konteks yang berbeda. Video warga yang ditegur karena mengadakan hajatan, adalah video yang sempat viral pada Maret 2020 lalu. Melansir dari pikiran-rakyat.com, diketahui bahwa warga tersebut nekat mengadakan hajatan dimana saat itu merupakan masa awal-awal pandemi.

Saat itu, pemerintah tengah gencar menerapkan PSBB bahkan lockdown di berbagai daerah di Indonesia karena pasien positif Covid-19 semakin meningkat. Bahkan pihak Polri telah mengeluarkan maklumat untuk memberikan sanksi pidana bagi masyarakat yang melanggar aturan terkait hal ini.

Maklumat ini pun mendapat pengecualian untuk hal-hal mendesak yang mengakibatkan kerumunan. Dalam hal ini, pihak penanggung jawab wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara melihat kepada video pernikahan artis Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, acara pernikahan yang digelar pada April 2021 ini telah memasuki masa new normal. Maklumat tentang larangan kerumunan pun sudah dicabut, jauh sebelum acara pernikahan ini digelar yaitu pada Juni 2020.

Di masa new normal, masyarakat sudah diperbolehkan melakukan aktifitas seperti biasa, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pemerintah pun telah mengeluarkan peraturan melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Melansir dari media CNNIndonesia, pihak WO (Wedding Organizer) acara pernikahan Atta Aurel ini telah menyatakan bahwa mereka telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Tangkapan layar hoaks kondangan. (Foto: Mafindo)
Tangkapan layar hoaks kondangan. (Foto: Mafindo)

“Akad semua tamu dan vendor telah menjalani swab. Syukuran semua dengan swab antigen,” ujar Dhanny melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/4).

Dhanny kemudian menerangkan, pihaknya juga mematuhi batas maksimal tamu yang hadir yaitu 25 persen dari kapasitas gedung.

“Kami memilih venue yang sudah dapat izin dari Kemenkraf. Menggunakan barcode dan tidak ada buku tamu. Menggunakan salam namaste.”

“Memberikan masker ke semua tamu dan menyediakan hand sanitizer serta peralatan keselamatan. Makanan menggunakan menu set dan satu meja isi empat kursi,” kata Dhanny.

KESIMPULAN

Berdasar pada penjelasan dan seluruh referensi, dapat disimpulkan bahwa unggahan oleh akun Facebook Ubung M. Sobur tidak sesuai fakta dan masuk dalam hoaks dengan kategori false context atau konteks yang salah.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bisa Merusak Sel Otak dan Darah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Maret, DPR Putuskan Pembahasan Revisi UU Pemilu
Indonesia
Maret, DPR Putuskan Pembahasan Revisi UU Pemilu

Pemilu 2019 yaitu Pilpres dan Pileg digabungkan, telah menyebabkan ratusan penyelenggara pemilu meninggal dunia

[HOAKS Atau FAKTA]: Pembagian Masker dari Rumah ke Rumah Diberi Bius
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Pembagian Masker dari Rumah ke Rumah Diberi Bius

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Polda Metro Jaya menyatakan, pesan tersebut adalah hoaks atau tidak benar.

Penumpang KRL Diprediksi Membludak, Perusahaan Diminta Atur Jam Kerja Karyawan
Indonesia
Penumpang KRL Diprediksi Membludak, Perusahaan Diminta Atur Jam Kerja Karyawan

"Volume penumpang tersebut merupakan volume tertinggi semenjak diterapkannya PSBB maupun PSBB Transisi," imbuh Anne.

Guru BK Harus Jadi Agen Advokasi Lawan Narkoba di Sekolah
Indonesia
Guru BK Harus Jadi Agen Advokasi Lawan Narkoba di Sekolah

Fakta yang mencengangkan bahwa generasi milenial pada rentang usia 15-35 tahun merupakan salah satu kelompok yang rentan terpapar Napza.

Awas, 20 Tempat di Jabodetabek Berikut Lokasi Paling Rawan Kecelakaan
Indonesia
Awas, 20 Tempat di Jabodetabek Berikut Lokasi Paling Rawan Kecelakaan

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada sebanyak 20 titik black spot atau titik rawan kecelakaan di wilayah hukumnya.

Legislator PDIP Ibaratkan New Normal Tanpa Persiapan Kontes Seleksi Alam
Indonesia
Jenderal Polisi Ini Pernah Peringatkan Imigrasi Soal Masuknya Djoko Tjandra
Indonesia
Jenderal Polisi Ini Pernah Peringatkan Imigrasi Soal Masuknya Djoko Tjandra

Setyo Wasisto kembali duduk sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

Anak Buah Anies yang Hendak Diklarifikasi 'Kerumunan Petamburan' Positif COVID-19
Indonesia
Anak Buah Anies yang Hendak Diklarifikasi 'Kerumunan Petamburan' Positif COVID-19

Setiyanto kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri

Pemprov DKI Izinkan Resepsi Pernikahan di Gedung, PDIP: Tamu Wajib Dibatasi
Indonesia
Pemprov DKI Izinkan Resepsi Pernikahan di Gedung, PDIP: Tamu Wajib Dibatasi

"Perlu pengawasan yang ketat, kedua perlu ada pembatasan kapasitas," ucap Gembong

Zulhas Optimistis Gibran-Teguh Raih 75 Persen Suara di Pilwakot Solo
Indonesia
Zulhas Optimistis Gibran-Teguh Raih 75 Persen Suara di Pilwakot Solo

Ia optimistis Gibran akan memperoleh suara lebih dari 75 persen seperti yang disampaikan saat berkunjung ke rumahnya dulu.