[Hoaks Atau Fakta]: Jadi Ketum Demokrat, Moeldoko Masih Kader Partai Hanura Partai Hanura. (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - akun Facebook bernama Erwin Demokrat mengunggah foto Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko dengan menggunakan jaket Hanura.

Pada foto tersebut ditambahkan keterangan bahwa Moeldoko adalah kader Partai Hanura dan menghalalkan segala cara untuk merebut posisi ketua umum Partai Demokrat.

Baca Juga:

Bantah Pernyataan Kubu Moeldoko, Kemenkumham Akui Belum Terima Dokumen Hasil KLB Demokrat

[NARASI]:MOELDOKO ADALAH KADER PARTAI HANURA…BUKAN KADER ATAU PENGURUS DEMOKRAT….SUPAYA MASYARAKAT MENGETAHUI…SEORANG JENDRAL TAPI TIDAK PUNYA ETIKA….SUDAH NGOBOK OBOK PARTAI DEMOKRAT YANG SAH…..!!MOELDOKO MENGHALALKAN SEGALA CARA DALAM MEREBUT SEBAGAI KETUA UMUM DEMOKRAT DALAM KLB ILEGAL DI MEDAN…!!

Tangkapan layar KSP Moeldoko. (Foto: Mafindo)
Tangkapan layar KSP Moeldoko. (Foto: Mafindo)

FAKTA

Setelah ditelusuri Mafindo, Moeldoko telah berhenti menjadi kader Partai Hanura sejak 2018 lalu karena ingin fokus dengan mandatnya sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan sejak dilantik pada Januari 2018 lalu.

Informasi terkait mundurnya Moeldoko juga diberitakan beberapa media, seperti detik.com dengan judul “Alasan Moeldoko Mundur dari Hanura”.

KESIMPULAN

Klaim mengenai Moeldoko saat ini adalah kader Hanura, termasuk hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

Baca Juga:

Demokrat Versi Moeldoko Tuduh Kubu AHY Lakukan Permufakatan Jahat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkumham Tolak Hasil KLB Partai Demokrat
Indonesia
Menkumham Tolak Hasil KLB Partai Demokrat

AD/ART pihak KLB Deli Serdang bukan kewenangan Kemenkumham. Hasil KLB ini menjadikan Moeldoko ketua umum partai.

Polisi Pastikan Tidak Ada Pemudik Melintas Kawasan Puncak
Indonesia
Polisi Pastikan Tidak Ada Pemudik Melintas Kawasan Puncak

Polda Jawa Barat melakukan penyekatan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat dalam larangan mudik 2021 pada 6-17 Mei 2021.

Pemerintah Diminta Segera Investigasi Dugaan Kebocoran Ratusan Data Pribadi
Indonesia
Pemerintah Diminta Segera Investigasi Dugaan Kebocoran Ratusan Data Pribadi

Harus ada langkah-langkah ke depannya agar hal seperti ini tidak terjadi lagi

Sakti Wahyu Trenggono Janji Kerja Keras Tanpa Retorika
Indonesia
Sakti Wahyu Trenggono Janji Kerja Keras Tanpa Retorika

Sakti Wahyu Trenggono mengaku siap menjalankan amanah sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang dipercayakan Presiden Joko Widodo.

PPKM Level 3 Nataru, Menhub Tegaskan Angkutan Logistik Tidak Dibatasi
Indonesia
PPKM Level 3 Nataru, Menhub Tegaskan Angkutan Logistik Tidak Dibatasi

Kendaraan angkutan logistik tidak akan dibatasi selama PPKM Level 3 yang bertepatan dengan masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

128 Anak di Jambi Yatim Piatu Akibat COVID-19
Indonesia
128 Anak di Jambi Yatim Piatu Akibat COVID-19

Data sebaran anak yang kehilangan orang tua kandung di antaranya di Kabupaten Muaro Jambi ada 10 orang, Kota Jambi sebanyak 37 orang , Sungai penuh 8 orang, Kerinci 5 orang, Batanghari 6 orang, Tanjabbar 16 orang, Bungo 15 orang dan Sarolangun 12 orang.

Kasus COVID-19 Meroket, Orang Tua Diminta Lebih Fokus Jaga Anak-anaknya
Indonesia
Kasus COVID-19 Meroket, Orang Tua Diminta Lebih Fokus Jaga Anak-anaknya

Mufida mengajak para orang tua bisa membatasi anggota keluarganya untuk tidak banyak beraktivitas

Penjual Senjata ke Penyerang Mabes Polri Napiter Jalin Jantho
Indonesia
Penjual Senjata ke Penyerang Mabes Polri Napiter Jalin Jantho

ZA membeli airgun dari Muchsin Kamal secara daring

Demokrat Kubu AHY Tuding Argumen Hukum Prof Yusril Sesat
Indonesia
Demokrat Kubu AHY Tuding Argumen Hukum Prof Yusril Sesat

Akan jadi kekacauan hukum dan tidak ada kepastian hukum di Indonesia

RUU KUP, Fraksi Demokrat Tolak Pengenaan PPN Pendidikan hingga Sembako
Indonesia
RUU KUP, Fraksi Demokrat Tolak Pengenaan PPN Pendidikan hingga Sembako

"Fraksi Partai Demokrat meminta penjelasan definisi terkait dengan yang dimaksud dengan barang pokok yang akan dikenakan PPN, padahal itu kan sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas dan hajat hidup banyak orang," kata Vera