[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS PM Israel Benyamin Netanyahu. (Foto: https://www.israelhayom.co.il).

MerahPutih.com - Beredar sebuah video di media sosial Twitter yang mengklaim, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di depan Knesset Israel tentang detail politik Arab. Terjemahan yang terdapat dalam video tersebut menjelaskan bahwa Syiah dan Yahudi berkaitan erat dan diklaim oleh pengunggah konten sebagai bentuk persekongkolan antara Yahudi dan ISIS untuk menghadapi Arab.

"Karena mereka pengecut tidak ingin berhadap-hadapan. Apakah kalian tidak memperhatikan mereka hanya mahir membunuh penduduk tak berdaya dan bersekutu dengan 72 negara untuk menghancurkan kota2 Iraq. Maka para pemimpin2 tsb. Setelah menguasai $680 Milyar, pada saat harga minyak melonjak dan menyerahkannya ke Iran. Jangan menuntut tentang Houth. Matilah Amerika, matilah Irael… Yaman Mati. Sebagai penutup: Syiah dan Yahudi adalah Satu Kesatuan yang Erat"

https://archive.md/a251N

Baca Juga:

Tuntut Israel Buka Blokade, PBB Serukan Imbauan Bantuan Internasional untuk Gaza

FAKTA

Video serupa sempat tersebar pada tahun 2018 dan telah dibantah oleh institusi media Arab, Jordania Media Credibility Monitor.

Dalam narasi video tersebut Netanyahu mengatakan, tentang keterlibatan Ikhwanul Muslimin dan Syiah dalam penghancuran negara-negara Arab seperti Mesir, Lebanon, Irak, Suriah dan lain-lain.

Wartawan yang mengkhususkan diri dalam urusan Israel di Petra Agency, Yahya Matalqa, telah menyatakan bahwa terjemahan yang dilampirkan pada video itu tidak benar.

"Terjemahan itu tidak benar karena penyertaan urusan Arab yang disebutkan dalam terjemahan yang salah telah ditanggapi. Pidato tersebut adalah par excellence internal Israel," jelas Maltaqa.

Tangkapan layar hoaks. (Foto: Mafindo)
Tangkapan layar hoaks. (Foto: Mafindo)

Setelah ditelusuri, terjemahan yang dilampirkan pada video tersebut tidak diketahui sumbernya dan tampaknya pembuat terjemahan palsu berusaha mencocokkan frasa tertentu dengan gerakan Netanyahu dalam video tersebut.

Maltaqa menjelaskan bahwa video Netanyahu terus ditindaklanjuti setiap beberapa bulan karena selalu berisi terjemahan yang salah dan sering diarahkan untuk mengadopsi narasi politik sebuah partai dan seolah-olah itu datang dari Natanyahu.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelusuran Mafindo , klaim tersebut salah dan merupakan hoaks lama yang bersemi kembali. Hokas ini masuk kategori konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Diminta Keluarkan Kebijakan Boikot Produk Israel

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Geledah Rumah Gembong Teroris, Densus 88 Temukan Senjata Rakitan
Indonesia
Geledah Rumah Gembong Teroris, Densus 88 Temukan Senjata Rakitan

Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, adanya bungker di rumah Upik Lawanga di Lampung yang digunakan untuk bersembunyi dan menyimpan senjata-senjata rakitan buatannya.

Ratusan ASN-TKPK Penyintas COVID-19, Solo Dorong Donor Konvalesen Massal
Indonesia
Ratusan ASN-TKPK Penyintas COVID-19, Solo Dorong Donor Konvalesen Massal

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mencatat sebanyak 403 aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kerja dengan perjanjian kontrak (TKPK) di lingkungan pemkot terpapar COVID-19.

Polda Metro Segera Tetapkan Tersangka Aksi Tuntut Pembebasan Rizieq
Indonesia
Polda Metro Segera Tetapkan Tersangka Aksi Tuntut Pembebasan Rizieq

“Usai ini maka kami akan gelar perkara, nanti hasilnya akan diumumkan kembali,” tukasnya.

Elektabilitas Eri-Armuji Unggul 20,20 persen dari Machfud-Mujiaman
Indonesia
Elektabilitas Eri-Armuji Unggul 20,20 persen dari Machfud-Mujiaman

elektabilitas Eri Cahyadi-Armuji sebesar 47,95 persen

Anak-Anak Bisa Jadi 'Korban' dari Orang Tua yang Nekat Mudik
Indonesia
Anak-Anak Bisa Jadi 'Korban' dari Orang Tua yang Nekat Mudik

Hal Ini tentu bisa berdampak pada psikologis anak

Serda Aprilio Perkasa Minta Penderita Hipospadia Berani Bersuara
Indonesia
Serda Aprilio Perkasa Minta Penderita Hipospadia Berani Bersuara

Serda Aprilio Perkasa Manganang memberikan pesan kepada para pengidap hipospadia.

Masjid Istiqlal Gelar Salat Id, Secara Kenegaraan Tidak Ada
Indonesia
Masjid Istiqlal Gelar Salat Id, Secara Kenegaraan Tidak Ada

Masjid Istiqlal dipastikan tidak melaksanakan salat Id kenegaraan yang dihadiri Presiden Jokowi dan para tokoh negera.

UU Ciptaker Diharap Beri Kepastian Hukum di Tengah Regulasi yang 'Overload'
Indonesia
UU Ciptaker Diharap Beri Kepastian Hukum di Tengah Regulasi yang 'Overload'

Cipta Kerja adalah upaya penciptaan kerja melalui usaha kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah

Hakim Tipikor Batalkan Surat Dakwaan Terhadap 13 Perusahaan yang Kelola Investasi Jiwasraya
Indonesia
PT Delta Sebut Pemprov DKI Masih Miliki Saham 26 Persen
Indonesia
PT Delta Sebut Pemprov DKI Masih Miliki Saham 26 Persen

Hal ini karena terjadi kesalahan penempatan angka pada kolom yang seharusnya pada laporan tersebut