[HOAKS atau FAKTA]: ISIS Beri Racun di Makanan Pesan Antar Go Food Ilustrasi Gojek. (Foto: gojek)

MerahPutih.com - Beredar di Aplikasi Whatsapp, informasi mengenai ajakan untuk tidak memesan makanan lewat Go Food dikarenakan banyak makanan yang diberi racun oleh anggota ISIS. Dari keterangan pesan Whatsapp tersebut bila sekarang ini ISIS menjadi pengemudi Gojek.

NARASI

Moms... untuk sementara jangan pesan makan lewat gofood di krn anggota isis itu skrng jd gojek.. Jd makanan di racunin. Tmn saya sudah kena dan sekarang dibawa ke rs.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: PPKM Level 4 Nataru, Pemerintah Sudah Prediksi Varian Baru COVID-19

FAKTA

Vice President Corporate Communications Go-Jek Michael Say mengatakan, pihaknya telah melaporkan informasi yang beredar tersebut ke Diskrimsus Polda Metro Jaya. Yang jelas,informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Michael meminta warga tidak menyebarkan info tersebut, karena beredarnya isu tersebut sangat merugikan mitra pengemudi Go-Jek.

Tangkapan layar hoaks.

Selain itu, Informasi itu sebenarnya bisa langsung dicurigai sebagai hoaks. Pertama, pesan tersebut tidak berisi penjelasan detail. Misalnya, siapa korban, dirawat di rumah sakit mana, atau meninggal di mana. Pembuat pesan sengaja menyebarkan informasi seperti itu agar masyarakat susah melacak kebenarannya.

Divisi Humas Mabes Polri juga telah menyatakan bahwa pesan tentang anggota ISIS yang memberikan racun pada makanan dengan menyamar sebagai pengemudi ojek online merupakan hoaks.

Meski begitu, di lini masa media sosial, masih banyak orang yang bertanya-tanya tentang kebenaran pesan tersebut. Mungkin si penyebar hoaks itu perlu diserahkan ke ISIS biar kapok.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, informasi mengenai ajakan untuk tidak memesan makanan lewat Go Food dikarenakan banyak makanan yang diberi racun oleh anggota ISIS yang sekarang menjadi pengemudi Gojek adalah tidak benar dan merupakan konten yang menyesatkan. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Megawati dan Prabowo Sepakat Calonkan Ganjar di Pilpres

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Sebut Suap Masih Menjadi Modus Pelaku Usaha
Indonesia
KPK Sebut Suap Masih Menjadi Modus Pelaku Usaha

KPK menyebutkan perilaku suap masih menjadi modus utama pelaku usaha di Indonesia.

PPKM Kembali Diperpanjang, Kali ini Diperluas Sampai Aceh Hingga Papua
Indonesia
PPKM Kembali Diperpanjang, Kali ini Diperluas Sampai Aceh Hingga Papua

Sehingga secara keseluruhan yang ikut PPKM ada 20 provinsi untuk periode 6-19 April 2021

Tiga Lokasi Wisata di DIY Kembali Dibuka, Cek Syarat Masuknya
Indonesia
Tiga Lokasi Wisata di DIY Kembali Dibuka, Cek Syarat Masuknya

Destinasi wisata tersebut adalah Taman Wisata Merapi Park di Kabupaten Sleman, Seribu Batu Songgo Langit dan Pinus Pengger di Kabupaten Bantul.

Hingar Bingar 'Kampanye' Pemilu 2024 di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Hingar Bingar 'Kampanye' Pemilu 2024 di Tengah Pandemi COVID-19

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menyoroti perbincangan seputar pelaksanaan pemilu 2024 yang semakin hari semakin menguat, membanjiri media massa dan media sosial.

Penangkapan Kapolsek di Bandung Terkait Kasus Narkoba Jadi Tamparan Kapolri
Indonesia
Penangkapan Kapolsek di Bandung Terkait Kasus Narkoba Jadi Tamparan Kapolri

Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi ditangkap penyidik Propam Polri usai ketahuan mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu bersama anak buahnya.

Update COVID-19 Senin (8/2): Pasien Sembuh Makin Dekati Angka 1 Juta
Indonesia
Update COVID-19 Senin (8/2): Pasien Sembuh Makin Dekati Angka 1 Juta

Dalam 24 jam terakhir, ada 207 orang yang tutup usia

Perpanjangan PPKM Mikro, Gibran Longgarkan Aturan Balita Boleh Masuk Mal
Indonesia
Perpanjangan PPKM Mikro, Gibran Longgarkan Aturan Balita Boleh Masuk Mal

Dalam perpanjangan PPKM Mikro tersebut, Pemkot Solo memperbolehkan balita masuk ke mal dan tempat wisata di Kota Bengawan.

Respons KPK Atas Permohonan JC Eks Penyidik AKP Robin
Indonesia
Respons KPK Atas Permohonan JC Eks Penyidik AKP Robin

Menanggapi hal tersebut, KPK akan menganalisis apakah permohonan ini sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan pemberian status JC terhadap terdakwa sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Digitalisasi Ekonomi Bikin Gen-Sy Indonesia Berkembang
Indonesia
Digitalisasi Ekonomi Bikin Gen-Sy Indonesia Berkembang

Anak muda saat ini juga mendominasi generasi syariah atau dikenal juga dengan istilah Gen-Sy. Sehingga, hal itu semakin memperkuat sumber daya muda.

Bertambah 38.391, Kasus COVID-19 di Indonesia Capai 2.417.788 Orang
Indonesia
Bertambah 38.391, Kasus COVID-19 di Indonesia Capai 2.417.788 Orang

Sehingga akumulasi kasus positif COVID-19 saat ini mencapai 2.417.788 orang