[HOAKS atau FAKTA]: Ini Video Detik-detik Enam Anggota FPI Ditembak Mati Aparat Tangkapan layar foto Facebook yang disebut potongan penembakan anggota FPI oleh polisi. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Ahmad Tsauri (fb.com/ahmad.tsauri.92) mengunggah sebuah foto yang menyatakan bahwa itu potongan video penembakan anggota Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat kepolisian.

Unggahan foto tersebut dibarengi dengan narasi sebagai berikut:

“Saya sudah melihat videonya, dalam 5 detik 6 orang FP* yang menyerang polisi tumbang. Petugasnya keren. Dan senjata FP* berjatuhan. Hanya dalam 5 detik.

Tembakannya sangat akurat, kalau meleset saja sedikit pasti anggota polisi ada yang mati ditembak mereka. Newbie verses expert. Ternyata ada penembak lebih jitu dari adegan filem-filem hhhe.

Aparat pasti punya durasi dari berbagai sudut. 4 orang yang kabur bisa dijerat pasal terorisme dan jika dibuka semua, soal senjata dan jaringan teroris di FP*.

Ormas tak berijin ini pasti dibubarkan karena terlibat dalam jaringan terorisme. Mohon jangan ada yang inbox minta video, kita tunggu rilis resmi dari aparat.”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksinasi Corona Bikin Badan Dipasangi Barcode

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, klaim adanya gambar potongan video yang terkait penembakan terhadap 6 anggota FPI adalah klaim yang salah.

Faktanya, bukan gambar potongan video terkait 6 anggota FPI. Gambar yang diunggah sumber klaim merupakan potongan dari video penembakan terhadap dua pemuda hingga tewas yang terjadi di dekat Taman La Judea, daerah perkotaan El Santuario, Antioquia, Kolombia pada Januari 2020.

Video berdurasi 5 detik ini, salah satunya diunggah oleh akun Twitter @Nurburuuj pada 6 Juli 2020.

Dilansir dari artikel berjudul “[SALAH] Pelaku perampokan dan pembacokan supir truk di Ranca ekek Bandung, ditembak mati tim Buser”, sebelumnya video yang sama pernah diklaim sebagai video penembakan terhadap pelaku perampokan dan pembacokan supir truk di Rancaekek, Bandung.

Tangkapan layar foto yang disebut potongan penembakan anggota FPI oleh polisi. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar foto Facebook yang disebut potongan penembakan anggota FPI oleh polisi. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Berdasarkan artikel berjudul “SE TOMAN MEDIDAS ESPECIALES EN EL SANTUARIO, TRAS MUERTE DE DOS VENEZOLANOS.” yang dimuat di situs Primero Oriente pada 29 Januari 2020, disebutkan bahwa penembakan itu merenggut dua orang warga negara Venezuela. Lokasinya berada di dekat Taman La Judea, daerah perkotaan El Santuario, Antioquia, Kolombia.

Penembakan yang terjadi pada Selasa (28/1/2020) dini hari itu menewaskan dua pemuda asal Venezuela. Mereka bernama Hernan de Jesus Medina Cerrudo, 21, dan Carlos Jose Cano Villasmin, 19.

Setelah menembak dua orang, pelaku langsung kabur ke daerah pedesaan El Santuario.

Menurut artikel di situs Semana, publikasi ancaman dan rencana pembunuhan melalui Instagram dilakukan anggota geng yang menyebut dirinya ”Los Pepes” ke arah kelompok musuh.

Kepolisian Antioquia telah mengerahkan tim khusus untuk menyelidiki pembunuhan dan kelompok tersebut. Mereka menilai publikasi ancaman pembunuhan sebagai bentuk intimidasi yang telah memicu rasa ketakutan warga di El Santuario.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Minum Kopi Mampu Sembuhkan COVID-19

KESIMPULAN:

Bukan potongan video terkait 6 anggota FPI. Gambar yang diunggah sumber klaim merupakan potongan dari video penembakan terhadap dua pemuda hingga tewas yang terjadi di dekat Taman La Judea, daerah perkotaan El Santuario, Antioquia, Kolombia pada Januari 2020. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Didepak dari MUI, Tengku Zulkarnain Jadi Tukang Adu Ayam

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sidak ke Pasar Modern, Tim Gabungan Temukan Makanan Kadaluarsa Dijual
Indonesia
Sidak ke Pasar Modern, Tim Gabungan Temukan Makanan Kadaluarsa Dijual

"Hasil inspeksi kami temukan sejumlah produk yang tidak tertera tanggal kadaluarsanya, khususnya untuk makanan curah," ujar Sri pada Merahputih.com.

Pemburu COVID-19 Bakal Langsung Bubarkan dan Lakukan Tes di Tempat Kerumunan
Indonesia
Pemburu COVID-19 Bakal Langsung Bubarkan dan Lakukan Tes di Tempat Kerumunan

"Kami jemput bola dan lebih aktif. Karena di Jakarta penyebaran COVID-19 masih di atas seribu," kata Heru.

Bangun KEK Mandalika, Warga Jangan Dirugikan
Indonesia
Bangun KEK Mandalika, Warga Jangan Dirugikan

Seluruh pembangunan dalam rangka menyukseskan MotoGP 2021 harus tetap dilaksanakan dengan cepat.

Pengamat Prediksi 2 'Partai Biru' Diuntungkan dari Isu Reshuffle Kabinet
Indonesia
Pengamat Prediksi 2 'Partai Biru' Diuntungkan dari Isu Reshuffle Kabinet

PKS jika tetap di luar pemerintahan sudah tepat

Tawuran Berujung Kematian Gegara Instagram, Gerombolan Remaja Diciduk Polisi
Indonesia
Tawuran Berujung Kematian Gegara Instagram, Gerombolan Remaja Diciduk Polisi

Selain dua pelaku, polisi juga menangkap empat orang lainnya

Tertutup Kabut, Erupsi Gunung Semeru Sulit Teramati
Indonesia
Tertutup Kabut, Erupsi Gunung Semeru Sulit Teramati

Aktivitas Gunung Semeru selama 7-13 Desember 2020 masih fluktuatif, teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, tinggi sekitar 100 meter dari puncak.

Pemda Punya Cadangan Rp23 Triliun Buat Tangani Pandemi
Indonesia
Pemda Punya Cadangan Rp23 Triliun Buat Tangani Pandemi

Masih ada problemnya yakni melakukan sinkronisasi antara skema-skema yang diberikan pusat melalui koordinasi Menko PMK dengan bantuan yang diberikan Kepala Daerah terutama untuk bantuan sosial.

Sengkarut DPO Djoko 'Joker' Tjandra
Indonesia
Sengkarut DPO Djoko 'Joker' Tjandra

Rred notice atas nama Joko Soegiarto Tjandra telah terhapus dari sistem basis data terhitung sejak tahun 2014

Atasi Banjir, Pemprov DKI Jakarta Buat 11 Kolam Olakan
Indonesia
Atasi Banjir, Pemprov DKI Jakarta Buat 11 Kolam Olakan

Cara kerja Kolam Olakan Air ini menampung genangan air sementara di jalan raya saat hujan tiba, yang kemudian dialirkan ke sungai atau laut.

Zona Merah di Jakarta Pusat Menurun, Kini Tinggal 13 Wilayah
Indonesia
Zona Merah di Jakarta Pusat Menurun, Kini Tinggal 13 Wilayah

Kondisi kasus COVID-19 di wilayah Jakarta Pusat mengalami perkembangan baik. Zona merah di kawasan tersebut menurun, dari 16 kawasan saat ini tinggal 13.