[HOAKS atau FAKTA]: Ilmuwan Pembuat Virus COVID-19 Ditangkap Vaksinasi COVID-19. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Beredar informasi berupa sebuah video di media sosial Facebook yang mengabarkan bahwa ilmuwan yang membuat dan menjual virus corona atau COVID-19 sudah tertangkap. Disebutkan dalam video bahwa ilmuwan pencipta COVID-19 bernama Charles Lieber.

NARASI

Alhamdulilah, biang Corona nya udah tertangkap

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Partai NasDem Pasang Baliho Dukung Anies Baswedan Jadi Capres

FAKTA

Charies Lieber kala itu menjabat sebagai Ketua Departemen Kimia dan Biologi Kimia Universitas Harvard dan diduga menggelapkan dana lebih dari USD 15 juta.

Lieber turut menjadi Iimuwan Strategis di Universitas Teknologi Wuhan (WUT) sejak tahun 2011. Karena tindakannya, Lieber dianggap merugikan kepentingan nasional Amerika Serikat dan ditahan.

Tangkapan layar hoaks
Tangkapan layar hoaks

Kejadian dalam video adalah saat dirinya sudah bebas dari tahanan dan diperintahkan untuk mengirim uang tunai senilai USD 1 juta.

KESIMPULAN

Kabar bahwa Charles Lieber ditangkap karena membuat dan menjual COVID-19 tidaklah benar. Ilmuwan Universitas Harvard itu ditangkap karena kasus lain. Informasi yang beredar ini masuk dalam kategori konteks yang salah. (Asp)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Melarikan Diri ke Eropa

Penulis : Asropih Asropih
Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
911.597 Kendaraan Tinggalkan Yogyakarta, Didominasi Pelat B
Indonesia
911.597 Kendaraan Tinggalkan Yogyakarta, Didominasi Pelat B

Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 911.597 kendaraan telah keluar dari wilayah DIY dan menuju ke sejumlah kota. Sebagian besar kendaraan tersebut berpelat B

Kota Serang Terendam Banjir, 2 Orang Meninggal
Indonesia
Kota Serang Terendam Banjir, 2 Orang Meninggal

Di antara lokasi paling parah terkena banjir di Perumahan Padma Raya Jln KH Jamhari dan Kaujon Buah Gede Kelurahan Serang Kecamatan Serang Kota Serang.

Bareskrim Sita Aset Rp 700 Miliar Dalam Kasus Dugaan Korupsi Lahan Rusun di Jakarta
Indonesia
Bareskrim Sita Aset Rp 700 Miliar Dalam Kasus Dugaan Korupsi Lahan Rusun di Jakarta

Bareskrim Polri melakukan penyitaan terhadap aset terkait kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk rumah susun (rusun) di Cengkareng, Jakarta Barat, tahun 2015.

Cari Pelaku Permainan Karantina, Mabes Polri Datangi Sejumlah Hotel
Indonesia
Cari Pelaku Permainan Karantina, Mabes Polri Datangi Sejumlah Hotel

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mendatangi lokasi karantina bagi para WNA dan WNI yang baru pulang dari perjalanan luar negeri.

Berangkat ke Vietnam, Timnas Voli dan 3x3 Diminta Berjuang Maksimal
Indonesia
Berangkat ke Vietnam, Timnas Voli dan 3x3 Diminta Berjuang Maksimal

Tim nasional 3x3 dan voli Indonesia berangkat ke ajang dua tahunan tersebut melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Rabu (11/5).

Puan Ungkap Isi Pembicaraan Jokowi dan Megawati
Indonesia
Puan Ungkap Isi Pembicaraan Jokowi dan Megawati

Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengungkapkan isi pembicaraan antara Jokowi dengan Megawati.

PSI Nilai Anies Ingkar Janji Terkait Pergub Penggusuran
Indonesia
PSI Nilai Anies Ingkar Janji Terkait Pergub Penggusuran

Anggara menilai belum dicabutnya Pergub 207/2016 era Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait penggusuran membuktikan bahwa Anies tidak konsisten dengan janjinya.

Pamit Joging, 2 Remaja Ditemukan Tewas di Sungai Pleret Karanganyar
Indonesia
Pamit Joging, 2 Remaja Ditemukan Tewas di Sungai Pleret Karanganyar

Dua remaja ditemukan tewas usai mandi di Sungai Pleret Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (15/10).

Presidium KAHMI 2022-2027 Didominasi Politisi
Indonesia
Presidium KAHMI 2022-2027 Didominasi Politisi

Sembilan presidium terpilih didominasi oleh politikus berjumlah delapan orang dan satu orang dari unsur pengusaha.

Komisi II DPR Harap Menteri Hadi Berani Sikat Mafia Tanah
Indonesia
Komisi II DPR Harap Menteri Hadi Berani Sikat Mafia Tanah

Anggota Komisi II DPR, Anwar Hafid berharap Menteri Hadi bisa memberantas mafia tanah di Indonesia