[HOAKS atau FAKTA]: Ilmuwan Berhasil Lakukan Kloning Manusia Tangkapan layar hoaks.

MerahPutih.com - Beredar sebuah video di Twitter dengan narasi dalam bahasa Mandarin, yang mengklaim adanya teknologi kloning manusia sehingga perempuan tidak perlu mengandung hamil lagi untuk mempunyai anak, bayi dapat dikandung dalam tas.

Informasi yang dibagikan tersebut juga mengklaim bahwa teknologi tersebut telah digunakan selama bertahun-tahun.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: PDIP Minta Anies Jangan Terus Bela Buruh

Sumber: Twitterhttps://archive.ph/87rrP

Narasi:

“??????????????????????????????????????????????????????????????”

Terjemahan:

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama, wanita tidak harus hamil secara langsung, dan bayi dapat dikandung dalam tas. Apakah mereka sekarang mengizinkan prosedur kloning kepada publik? Menurut pelapor, teknologi tersebut telah digunakan selama bertahun-tahun.”

FAKTA

Setelah ditelusuri Mafindo, klaim tersebut salah. Faktanya, video yang dibagikan tersebut merupakan video yang dibuat oleh seorang Content Creator asal Brazil bernama Mariane Carolina Rossi di channel YouTube Sweet Carol.

Ia mengonfirmasi kepada AFP bahwa video tersebut bertujuan untuk menyimulasikan pecahnya kantung ketuban pada saat persalinan dengan menggunakan boneka realistis yang dimasukkan dalam plastik besar berisi air. Video asli terdapat pada TikTok dan YouTube dia. Hingga saat ini tidak ada teknologi kloning manusia.

Menurut Institut Riset Genom Manusia Nasional AS, teknologi kloning manusia masih fiksi dan tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa terdapat ilmuan yang dapat mengloning embrio manusia.

KESIMPULAN

Dengan demikian klaim Teknologi Kloning Manusia, Perempuan Tidak Perlu Hamil untuk Punya Anak merupakan hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Dipilih PBB Jadi Pemimpin Satgas Penanganan Krisis Global

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ada Temuan Terbaru Terkait Luka Tembak Brigadir J
Indonesia
Ada Temuan Terbaru Terkait Luka Tembak Brigadir J

Komisioner Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam menduga, Brigadir J yang tewas kemungkinan ditembak dari jarak berlainan atau berbeda-beda.

Sahkan 8 UU, Puan: DPR Berupaya Untuk Tetap Produktif
Indonesia
Sahkan 8 UU, Puan: DPR Berupaya Untuk Tetap Produktif

Tujuh dari delapan undang-undang yang disahkan DPR adalah UU terkait provinsi.

PSI Komentari Beredarnya Kaos 'Anies Presiden' di Acara Mudik Gratis
Indonesia
PSI Komentari Beredarnya Kaos 'Anies Presiden' di Acara Mudik Gratis

Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta menyayangkan beredarnya kaos "Anies Baswedan Untuk Presiden" yang dipakai sejumlah peserta mudik gratis yang diadakan Pemprov DKI di terminal Pulo Gebang, Jakarta Timir, pada Rabu (27/4) kemarin.

PBNU: Pembukaan UUD 1945 Cerminkan Visi Tata Dunia Baru
Indonesia
PBNU: Pembukaan UUD 1945 Cerminkan Visi Tata Dunia Baru

Gus Yahya mengimbau elemen bangsa untuk terus terlibat dalam perjuangan ini

Kapolri Ingatkan Jika Politik Identitas Memicu Terjadinya Perpecahan
Indonesia
Kapolri Ingatkan Jika Politik Identitas Memicu Terjadinya Perpecahan

Perpecahan atau polarisasi akibat politik identitas pada 2019 terjadi di mana-mana. Bahkan, sampai saat ini suasana tersebut masih ada.

KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Kuansing
Indonesia
KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Kuansing

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra dan kantor Bupati Kuansing, Selasa (19/10).

Sidang Ungkap Lokasi Penyerahan Duit 'Amankan' Nama Azis Syamsuddin
Indonesia
Sidang Ungkap Lokasi Penyerahan Duit 'Amankan' Nama Azis Syamsuddin

Om Ale adalah Maskur Husain, pengacara yang menjadi terdakwa bersama Robin dalam kasus suap penanganan perkara di KPK

KPK Gali Keterangan Eks Dirut Pertamina dan PLN Terkait Kasus LNG
Indonesia
KPK Gali Keterangan Eks Dirut Pertamina dan PLN Terkait Kasus LNG

Kedua mantan bos perusahaan pelat merah itu bakal dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) di PT Pertamina pada 2011 sampai 2021.

Pemerintah Beri Syarat Gereja yang Ingin Laksanakan Ibadah Secara Fisik
Indonesia
Pemerintah Beri Syarat Gereja yang Ingin Laksanakan Ibadah Secara Fisik

Perayaan Natal Tahun 2021 pada saat pandemi COVID-19 dilaksanakan dengan ketentuan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama No SE 33 Tahun 2021

Bunga Acuan Naik, Suku Bunga Kredit Meningkat
Indonesia
Bunga Acuan Naik, Suku Bunga Kredit Meningkat

Pada Agustus 2022 suku bunga kredit baru kembali meningkat sebesar 24 bps (mtm) menjadi 9,11 persen.