[HOAKS atau FAKTA]: Hotel Terdampak COVID-19 di Bali Dikuasai Monyet Ilustrasi (Foto: MerahPutih/Fachruddin Chalik)

Merahputih.com - Warganet dibuat tercengang dengan munculnya postingan sejumlah monyet 'menguasai' Hotel di Bali. Hal ini karena mayoritas tempat wisata disana sepi terdampak COVID-19.

Postingan itu diunggah akun Olive Ina (fb.com/keep.smile.927) di Facebook. Ia memposting sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

Sekarang gantian para monyet menikmati renang di hotel (efek hotel di BaLi sepi pengunjung) & manusianya hanya cukup stay at home aja… Hahahaa…benar2 dunia lg terbalik balik

Hoaks monyet kuasai hotel di bali (https://perma.cc/Y644-VGTZ)

FAKTA :

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, klaim bahwa video yang diklaim berada di Bali itu adalah salah. Lokasi kejadian di video itu adalah di sebuah kolam renang kompleks apartemen di daerah Mettuguda, dekat kota Hyderabad, India.

Pencarian lokasi yang dimaksud di Google Maps menemukan blok apartemen di video cocok dengan foto-foto apartemen Aparna Oosmans Everest.

Perusahaan manajemen apartemen itu, Aparna Constructions, juga membagikan video yang sama, yang memperlihatkan monyet-monyet berenang di kolam renang apartemen mereka, di Facebook pada 14 April 2020.

KESIMPULAN :

Narasi di akun tersebut dipastikan hoaks. Karena lokasi monyet berenang itu bukanlah di Bali. Lokasi kejadian di video itu adalah di sebuah kolam renang kompleks apartemen di daerah Mettuguda, dekat kota Hyderabad, India.

Netizen pun diminta hati-hati dalam membuat konten di media sosial. Sebab, selain merugikan masyarakat, ancaman hukuman menanti tatkala ada yang dirugikan dari unggahan tersebut. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tahun Ini Pemprov DKI Rombak 11 JPO Seharga Rp110 Miliar, Sekeren Apa?
Indonesia
Tahun Ini Pemprov DKI Rombak 11 JPO Seharga Rp110 Miliar, Sekeren Apa?

Dinas Bina Marga bakal merombak 11 jembatan penyeberangan orang (JPO) di tahun 2020 ini. Kesebelas JPO itu tersebar di lima wilayah.

Anies Akui Pagebluk COVID-19 di Jakarta Sudah Sangat Mengkhawatirkan
Indonesia
Anies Akui Pagebluk COVID-19 di Jakarta Sudah Sangat Mengkhawatirkan

Tinggallah di rumah disiplin untuk menjaga jarak

Sejumlah Anak Buah Gubernur Anies Reaktif COVID-19, Gedung Balai Kota Ditutup
Indonesia
Sejumlah Anak Buah Gubernur Anies Reaktif COVID-19, Gedung Balai Kota Ditutup

Penutupan sementara dilakukan di lantai 7 Blok G gedung Balai Kota DKI Jakarta.

Jaksa KPK Kembali Panggil Rano Karno Pekan Depan untuk Bersaksi di Sidang Wawan
Indonesia
Jaksa KPK Kembali Panggil Rano Karno Pekan Depan untuk Bersaksi di Sidang Wawan

Ferdy Prawiradireja yang bersaksi pada persidangan hari ini mengakui menyerahkan uang sebesar Rp1,5 miliar ke Rano Karno.

Masyarakat Diminta Hentikan Kegiatan dan Bersikap Sempurna Saat HUT RI Pukul 10.17 WIB
Indonesia
Pemerintah Bakal Lebih Agresif Dalam Penyaluran Bansos
Indonesia
Pemerintah Bakal Lebih Agresif Dalam Penyaluran Bansos

Adanya peningkatan dalam penyaluran karena kerjasama yang baik antara pemerintah daerah melalui Menteri Dalam Negeri, kemudian perbaikan dalam proses penetapan sasaran dan penyaluran.

 Pemprov DKI Harus Ganti Tiga Kali Lipat Pohon yang Ditebang di Monas
Indonesia
Pemprov DKI Harus Ganti Tiga Kali Lipat Pohon yang Ditebang di Monas

Sekertaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan terkait dengan penebangan pohon Pemprov DKI bakal menggantinya tiga kali lipat. Ada 191 pohon yang ditebang dan akan diganti sebanyak 573 pohon.

Omzet PKL Merosot Tajam Pasca Malioboro Bebas Kendaraan
Indonesia
Omzet PKL Merosot Tajam Pasca Malioboro Bebas Kendaraan

Jualan mereka menurun lantaran kawasan Malioboro sepi pengunjung.

MAKI Layangkan Gugatan Kasus Dugaan Korupsi ke PN Jakarta Selatan
Indonesia
MAKI Layangkan Gugatan Kasus Dugaan Korupsi ke PN Jakarta Selatan

Gugatan ini sudah didaftarkan dengan nomor register perkara No 71/PID.PRAP/2020/PN.JAK.SEL.

 Pimpinan DPRD Desak Pemprov DKI Kebut Pembangunan Waduk dan Embung
Indonesia
Pimpinan DPRD Desak Pemprov DKI Kebut Pembangunan Waduk dan Embung

"Tapi dibuat dan diperbanyak juga soal embung dan waduk-waduk. Kalau misalnya taman tidak ada, waduk embung tidak ada maka musim kemarau nanti banyak sumur-sumur yang kering," kata Misan Samsuri