[HOAKS atau FAKTA]: Hirup Uap Air Mendidih Mampu Bunuh Virus Corona Ilustrasi. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Sebuah video beredar di media sosial yang mengklaim bahwa minum minuman panas dan menghirup uap air mendidih dapat membunuh virus corona.

Salah satu yang menyebarkan video tersebut yaitu akun Facebook bernama Cho Lay yang membuat unggahan pada 20 Oktober 2020 dan mendapat likes sebanyak 4 kali.

"Taukah kamu bagaimana China berhasil mengontrol virus corona? Minum air panas 6 kali sehari, susu panas, dan teh panas 4 kali sehari ~itu saja.(narasi dalam video)

Taukah kamu bagaimana mereka mengontrol virus? Yakni dengan cara ini. Orang-orang China meminum air panas 6 kali sehari. Mereka juga minum susu panas dan teh panas 4 kali sehari. Itu saja, mereka juga menghirup uap air mendidih sebanyak mungkin dalam sehari. Jika kamu melakukan ini dalam sehari, virus corona yang ada di tubuhmu perlahan akan mati dan kamu akan sembuh di hari kelima ketika semua orang di dunia masih mencari vaksin untuk COVID-19. Inilah bagaimana China sukses untuk mengontrol virus."

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Anak-anak Muslim di Prancis Diberi Identitas Khusus

FAKTA:

Dari penelusuran Mafindo, klaim tersebut tidak benar. Minuman panas dan menghirup uap air panas tidak bisa mematikan virus corona yang sudah terjangkit dalam tubuh.

Dikatakan langsung oleh ahli penyakit dalam (dokter spesialis paru) FKKMK UGM Sumardi, virus corona tidak dapat mati meski kita minum air panas.

Dokter Sumardi menambahkan, minum air panas tidak dapat menjangkau atau mematikan virus karena corona mengendap di sel-sel tubuh.

“Jika virus masuk ke dalam tubuh maka suhu tubuh akan naik dengan sendirinya untuk menetralkan virus tersebut. Jadi tidak perlu minum atau mandi air panas karena akan mengganggu sistem tubuh,” jelas Sumardi.

Tangkapan layar terkait. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar terkait uap air panas membunuh virus corona. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Selain itu, minum air panas dapat membahayakan kesehatan seseorang seperti dapat melemahkan perut.

Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ron Eccles, pakar penyakit pernapasan di Universitas Cardiff Inggris dan mantan Direktur Common Cold Center, pada BBC, bahwa minum air panas tidak dapat membunuh virus karena sampai saat ini tidak ada hasil penelitian yang membuktikannya.

Begitu pula dengan menghirup uap air panas juga tidak dapat mematikan virus dalam tubuh.

Menurut Jason McKnight, asisten profesor klinis di Departemen Perawatan Primer dan Population Health di Texas A&M University, mengatakan lewat email pada agensi berita AFP bahwa menghirup uap air panas mungkin meredakan gejalanya saja, seperti batuk, hidung tersumbat, dan dada tersumbat, namun tidak sampai menyembuhkan infeksi virus corona.

Dokter McKnight juga menambahkan bahwa dengan menghirup uap air panas malah dapat membahayakan kesehatan lain seperti luka bakar pada wajah, mata, hingga saluran pernapasan.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Malaysia Sebut Pelajar Indonesia Akan Tertinggal dalam Sains

Para dokter menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan minuman panas dan menghirup uapnya dapat mematikan virus corona dalam tubuh. WHO pun tidak pernah memberi imbauan pencegahan ataupun pengobatan dengan cara tersebut.

Menurut para dokter dan ahli, cara yang efektif untuk mencegah diri dari infeksi virus corona adalah dengan menaati protokol kesehatan secara ketat seperti sering cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak.

KESIMPULAN:

Klaim video pada unggahan akun Cho Lay adalah hoaks dan termasuk kategori Konten Menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

DPR Apresiasi Kominfo Tangani Hoaks Pilkada

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Waktu Pencarian Jenazah dan Material SJ-182 Diperpanjang
Indonesia
Waktu Pencarian Jenazah dan Material SJ-182 Diperpanjang

Basarnas bersama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan jajaran terkait telah menggelar rapat

Baru Dilantik, Kabareskrim Baru Diingatkan Soal 'Hukum Tumpul ke Atas'
Indonesia
Baru Dilantik, Kabareskrim Baru Diingatkan Soal 'Hukum Tumpul ke Atas'

Karena di masyarakat masih ada suasana kebatinan

 Kadin Pastikan Pelaku Usaha Sudah Persiapkan New Normal
Indonesia
Kadin Pastikan Pelaku Usaha Sudah Persiapkan New Normal

Ia menjelaskan, pihaknya akan melindungi hak-hak dasar kesehatan pekerja dan mendukung keberlangsungan produktivitas pekerja di berbagai sektor di tengah pandemi.

Enam Ribu Anggota Teroris Jamaah Islamiyah di Indonesia Masih Aktif
Indonesia
Enam Ribu Anggota Teroris Jamaah Islamiyah di Indonesia Masih Aktif

Mabes Polri mengungkapkan bahwa penangkapan 23 terduga teroris yang tergabung dalam Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah kota di Sumatera mengungkap fakfa baru.

Wakil Ketua KPK Minta MA Jelaskan Maksud Korting Hukuman Koruptor
Indonesia
Wakil Ketua KPK Minta MA Jelaskan Maksud Korting Hukuman Koruptor

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango meminta Mahkamah Agung (MA) menjelaskan maksud pemotongan hukuman bagi para koruptor melalui putusan Peninjauan Kembali (PK).

Korban Longsor dan Banjir di Ciganjur Butuh Bantuan Pakaian
Indonesia
Korban Longsor dan Banjir di Ciganjur Butuh Bantuan Pakaian

"Baju, makanan sudah ada semua, tinggal pakaian dalam yang susah," kata Tati

Penyidik Kantongi Nama Akun Medsos yang Suka Sebar Video Porno Mirip Artis
Indonesia
Penyidik Kantongi Nama Akun Medsos yang Suka Sebar Video Porno Mirip Artis

Polisi mengklaim telah mengantongi beberapa akun media sosial yang menyebar video porno mirip artis JI.

Jokowi Mengaku Sudah Lewati Pertimbangan Matang Beri Penghargaan ke Fahri-Fadli
Indonesia
Jokowi Mengaku Sudah Lewati Pertimbangan Matang Beri Penghargaan ke Fahri-Fadli

Presiden mengatakan dirinya memang kerap berbeda pandangan politik dengan Fahri dan Fadil

Hakim Ungkap Pinangki Biasa Urus Perkara, Salah Satunya Grasi Eks Gubernur Riau
Indonesia
Hakim Ungkap Pinangki Biasa Urus Perkara, Salah Satunya Grasi Eks Gubernur Riau

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyebut jaksa Pinangki Sirna Malasari dan advokat Anita Kolopaking biasa mengurus perkara yang berhubungan dengan Mahkamah Agung (MA) dan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kasus COVID-19 Papua Barat Naik Tajam Dua Hari Terakhir
Indonesia
Kasus COVID-19 Papua Barat Naik Tajam Dua Hari Terakhir

Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 provinsi dan seluruh kabupaten serta kota akan menggelar rapat bersama.