[HOAKS atau FAKTA]: Gunakan Barcode di Mal Bakal Jadi ODP Ilustrasi. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar pesan berantai WhatsApp yang menyebutkan bahwa tujuan masuk mal menggunakan barcode ialah untuk mencari pengunjung apabila ada pasien positif corona atau COVID-19 masuk gedung.

Dalam pesan berantai itu disebutkan pula, bila ada pasien positif COVID-19 masuk mal, semua yang terdaftar masuk mal langsung menjadi ODP.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Orang Tua Meninggal Akibat Corona, 5 Bocah Ini Tunggu Diadopsi

Berikut isi pesan berantai tersebut:

'Hari ini mall dibuka gaes… ! Ternyata ini tujuan masuk mall pakai barcode: Kalau ada yang positif corona di dalam gedung, maka semua yang terdaftar masuk mall tersebut langsung menjadi ODP karena kemungkinan besar ikut terpapar corona & bisa langsung dicari untuk dikarantina. Jadi, lebih baik jangan pergi ke mall2 dulu kalau ngga amat sangat butuh sekali, karena prosedurnya sama semua mall”

FAKTA:

Melalui hasil penelusuran Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) diketahui bahwa klaim tersebut tidak benar.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat membantah jika registrasi dilakukan untuk contact tracking COVID-19.

Menurut Ellen, registrasi melalui QR code ini dilakukan untuk memudahkan perhitungan pengunjung sesuai dengan Pergub 51/2020, yakni 50 persen.

Tangkapan layar pesan WA tentang barkode masuk mal. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar pesan WA tentang barkode masuk mal. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Proses registrasi pengunjung hanya dimintai data berupa nama dan nomor handphone, serta berapa jumlah orang atau keluarga yang didaftarkan, yang pada hari itu akan datang bersamaan.

“Jadi, 1 orang bisa mendaftar untuk keluarganya yang misalnya datang bersama sejumlah 10 orang. Cukup diisi oleh 1 orang saja. Jadi QR code ini bisa digunakan oleh pihak mal untuk mengikuti batasan jumlah pengunjung yang diperbolehkan pemerintah,” jelas Ellen.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Wapres Maruf Amin Sebut Buzzer Lebih Layak Dipelihara Dibanding Fakir Miskin

Senada dengan Ellen, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia menyatakan QR code (scan barcode) sebelum memasuki pusat perbelanjaan atau mal bukanlah untuk melacak kasus COVID-19.

Dia menyebut QR tersebut guna mempermudahkan pengelolaan mal untuk menghitung jumlah pengunjung yang datang. Sebab jumlah pengunjung harus dibatasi atau tidak boleh lebih dari 50 persen.

“Sebagian mal ada yang melakukan modifikasi dengan sistem QR code, di mana tujuannya untuk people counting sehingga sesuai protokol kesehatan akan bisa diketahui secara langsung jumlah pengunjung,” kata Cucu saat dihubungi, Senin (15/6).

KESIMPULAN:

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka klaim pesan berantai terkait barkode mal untuk tracing tidak benar. Oleh sebab itu, konten pesan berantai itu masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Sistem Informasi Personel Polri Dibobol Peretas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harta Kekayaan Pendamping Anies Rp19 Miliar
Indonesia
Harta Kekayaan Pendamping Anies Rp19 Miliar

Riza terakhir kali menyerahkan LHKPN pada 27 Februari 2020 atas statusnya sebagai anggota DPR RI.

Dapat Jatah di Kementerian, 3 Jenderal Polisi Ini Didesak Pensiun
Indonesia
Dapat Jatah di Kementerian, 3 Jenderal Polisi Ini Didesak Pensiun

"Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat menduduki jabatan di luar kepolisian setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian" jelasnya.

Pulang dari Iran, Warga Tiongkok Positif Corona
Indonesia
Pulang dari Iran, Warga Tiongkok Positif Corona

Hingga Jumat (28/2) pagi, di Iran terdapat 245 kasus positif COVID-19

Ini Alasan Polisi Tak Berikan Izin Demo Buruh di Depan Gedung DPR
Indonesia
Ini Alasan Polisi Tak Berikan Izin Demo Buruh di Depan Gedung DPR

Buruh menggelar aksi demonstrasi menolak Rancangan Undang Undang Cipta Kerja yang disebut-sebut akan disahkan pada Kamis (8/10).

Tangkal Hoaks, Gunakan Media Sosial Tidak Boleh Fanatik
Indonesia
Tangkal Hoaks, Gunakan Media Sosial Tidak Boleh Fanatik

Media sosial juga bisa membuat orang-orang menjadi berkelompok yang mengarah ke homogen.

Tak Ada Keanehan Sebelum Predator Seks Asal Prancis Coba Bunuh Diri
Indonesia
Tak Ada Keanehan Sebelum Predator Seks Asal Prancis Coba Bunuh Diri

FAC juga tidak nampak seperti orang depresi

Jasa Marga Simulasi Penanganan COVID-19 di Jalan Tol Bareng Polisi
Indonesia
Jasa Marga Simulasi Penanganan COVID-19 di Jalan Tol Bareng Polisi

Jangan sampai kita justru malah membuat rantai penularan baru

Bandara Soetta Larang Calon Penumpang Tanpa SIKM
Indonesia
Bandara Soetta Larang Calon Penumpang Tanpa SIKM

Bandara Soetta mulai mengaktifkan posko pemeriksaan (checkpoint) guna memenuhi ketentuan di dalam Pergub DKI Jakarta.

Aksi Bripka Sigit Bukti Rumitnya Lalu Lintas di Indonesia
Indonesia
Aksi Bripka Sigit Bukti Rumitnya Lalu Lintas di Indonesia

Apa yang dilakukan Bripka Prabowo bekerja tanpa ingin diberi imbalan

Kemarahan Jokowi Dinilai Bentuk Lepas Tanggung Jawab dan Mencari Kambing Hitam
Indonesia
Kemarahan Jokowi Dinilai Bentuk Lepas Tanggung Jawab dan Mencari Kambing Hitam

Kegagalan menteri adalah kegagalan Presiden Jokowi sendiri.