[HOAKS atau FAKTA] Gegara Kekurangan Monyet, Tiongkok Uji Coba Vaksin COVID-19 di Indonesia Seorang anggota staf mengambil sampel vaksin COVID-19 nonaktif di sebuah pabrik produksi vaksin milik China National Pharmaceutical Group di Beijing, China, 11 April 2020. ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Yuw

MerahPutih.com - Akun Facebook bernama Alexander Abu Taqi Mayestino mengunggah status pada tanggal 26/07/2020 mengunggah status dengan narasi yang membandingkan harga seekor monyet dengan warga Indonesia.

Dalam perbandingannya, pemilik status membingkai isu perusahaan Tiongkok yang kekurangan monyet percobaan seolah-olah menjadi alasan Tiongkok untuk melakukan uji klinis vaksin pada manusia di Indonesia

'HARGA MONYET CINA VERSUS HARGA MANUSIA INDONESIAPerbandingan:

Di Indonesia negara ber-Pancasila yang berpenduduk sekitar 265 juta manusia, Jokowi dan timnya, menyatakan akan menguji coba vaksin ini ke sekitar 1.600 Manusia WNI.

Di negara Neo Komunis Cina yang tidak ber-Pancasila dan berpenduduk sekitar 1,4 milyar manusia (hampir 7 kali lipat jumlah penduduk Indonesia), mereka kekurangan Monyet untuk uji coba ini

Di Cina:Harga Mahal, Lab China Kekurangan Monyet'

Cek fakta

Dari hasil penelusuran, pemberitaan tentang Tiongkok kekurangan monyet percobaan terjadi pada labolatorium Yisheng Biopharma yakni salah satu laboratorium di Tiongkok yang berlomba meramu vaksin COVID-19 bersama negara lainnya.

Dilansir dari Kompas.com, kekurangan sumber daya percobaan tersebut lantaran harga monyet yang meningkat karena permintaan sedang tinggi dari lab lainnya. Hal ini menjadi hambatan dalam pengembangan vaksin dalam melakukan uji praklinis.

Mafindo
Foto: Mafindo

Dari artikel Kompas.com yang lain dijelaskan Indonesia bekerja sama dengan perusahaan asal China untuk memproduksi vaksin virus corona jenis baru penyebab Covid-19. Perusahaan yang bekerja sama dalam produksi tersebut adalah Sinovach Biotech Ltd.

Vaksin Covid-19 dari perusahaan asal China ini telah diserahkan kepada PT Bio Farma untuk diuji klinis pada masyarakat Indonesia.

Dilansir dari health.detik.com isu warga negara Indonesia dijadikan kelinci percobaan adalah salah. Menurut dr. Dirga Sakti Rambe, MsC, SpPD, menjelaskan bahwa vaksin Corona itu sebetulnya sudah lebih dulu menjalani uji klinis di China dan sudah menjadi standar operasional dalam pengujian vaksin secara klinis di Indonesia sebelum disebarluaskan.

“Tidak betul kalau dianggap sebagai kelinci percobaan. Itu sudah jadi prosedur standar. Namanya kita mau menggunakan vaksin baru, tentu perlu diuji coba dulu. Dari mana pun datangnya vaksin itu kita perlu coba dulu di orang Indonesia,” kata dr. Dirga saat dihubungi detikcom, Senin (27/7)

Kesimpulan

Dari hasil penelusuran di atas, status perbandingan uji vaksin pada warga Indonesia dengan pemberitaan lab China yang kekurangan monyet percobaan adalah Konten yang Menyesatkan karena kedua perusahaan tersebut berbeda. Disamping itu uji vaksin di Indonesia sudah melalui prosedur uji klinis di negara China sehingga aman untuk digunakan pada manusia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Novel Baswedan Cs Terancam Dipecat, PKS: Mereka 'Radikal' Memberantas Korupsi?
Indonesia
Novel Baswedan Cs Terancam Dipecat, PKS: Mereka 'Radikal' Memberantas Korupsi?

Kita tak ingin salah satunya hancur lebur dan jadi buta huruf terhadap keadilan

Ganjil Genap Kota Bandung akan Fleksibel
Indonesia
Ganjil Genap Kota Bandung akan Fleksibel

Kota Bandung mulai menerapkan sistem ganjil genap di sejumlah titik jalan utama. Penerapan ganjil genap ini akan dilakukan secara humanis dan fleksibel.

MAKI Yakin Terdakwa Megakorupsi Jiwasraya Divonis Maksimal
Indonesia
MAKI Yakin Terdakwa Megakorupsi Jiwasraya Divonis Maksimal

Kejaksaan Agung telah mengikuti irama yang dilakukan oleh majelis hakim dalam memberikan vonis kepada empat terdakwa lainnya dengan hukuman maksimal seumur hidup.

Jangan Melanggar, Tilang Elektronik Dimulai
Indonesia
Jangan Melanggar, Tilang Elektronik Dimulai

Dengan diterapkan penindakan pelanggaran dengan ETLE diharapkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas diharapkan lebih baik dan tertib

Golkar Diminta Segera Copot Azis Syamsuddin dari Kursi Wakil Ketua DPR
Indonesia
Golkar Diminta Segera Copot Azis Syamsuddin dari Kursi Wakil Ketua DPR

Partai Golkar diminta untuk segera mencopot Azis Syamsuddin dari posisinya sebagai Wakil Ketua DPR.

Telegram Kapolri yang Atur Kerja Pers Dinilai Berpotensi Halangi Publik Dapat Informasi
Indonesia
Telegram Kapolri yang Atur Kerja Pers Dinilai Berpotensi Halangi Publik Dapat Informasi

"Ini juga berpotensi menghalangi kerja-kerja jurnalistik yang dilindungi oleh UU Pers dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945," tambah YLBHI.

Denny Indrayana Dinyatakan Kalah Dalam PSU Pilgub Kalimantan Selatan
Indonesia
Denny Indrayana Dinyatakan Kalah Dalam PSU Pilgub Kalimantan Selatan

Secara akumulasi hasil perolehan suara pada PSU pada 9 Juni 2021 dan pencoblosan pada 9 Desember 2020, total suara yang diperoleh BirinMU sebanyak 871.123 suara. Sementara itu H2D memperoleh total suara sebanyak 831.178 suara.

Bobby Bakal Atur PKL Kota Medan Lewat Zonasi
Indonesia
Bobby Bakal Atur PKL Kota Medan Lewat Zonasi

Dalam penataan aktivitas PKL di Kota Medan terdapat banyak permasalahan kompleksitas dalam pemanfaatan ruang bagi PKL khususnya karena faktor kebutuhan masyarakat setempat.

Antisipasi Hujan Ekstrem dan Banjir, BNPB Modifikasi Cuaca
Indonesia
Antisipasi Hujan Ekstrem dan Banjir, BNPB Modifikasi Cuaca

TMC ini bertujuan untuk menurunkan hujan ke wilayah yang aman dan jauh dari pemukiman penduduk, atau sebelum awan memasuki kawasan padat penduduk.

Nomor Telepon Layanan COVID-19 di Kota Bandung, Termasuk Hotline Puskesmas
Indonesia
Nomor Telepon Layanan COVID-19 di Kota Bandung, Termasuk Hotline Puskesmas

Masyarakat Kota Bandung yang membutuhkan bantuan penanganan COVID-19 bisa menghubungi nomor hotline yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Layanan ini bisa dihubungi dengan Whatsapp (WA) ke nomor 08112442119 atau telepon ke 119.