[HOAKS atau FAKTA]: Edy Mulyadi Ditangkap Aparat Tangkapan layar soal hoaks Edy Mulyadi ditangkap aparat. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Facebook hiburan (fb.com/FansBaimFamily) pada 23 Januari 2022 mengunggah sebuah video dengan judul “BERITA VIRAL ~ gara2 mulut kotornya Edy Mulyadi berahir begini!!”.

Di awal video, terdapat gambar yang memperlihatkan Edy Mulyadi mengenakan baju berwarna orange dengan tangan terborgol dan narasi “SUNGGUH KETERLALUAN SEBUT PEMERINTAH BIADAB EDY MULYADI LANGSUNG DIJEMPUT PAKSA APARAT”

Sumber: https://bit.ly/3AvlEmQ (Arsip)

Baca Juga:

Hoaks Poster Haikal Hassan, KSAD Duga Ada Coba Benturkan TNI dengan Rakyat

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, adanya gambar yang diklaim sebagai gambar Edy Mulyadi yang dijemput paksa oleh aparat karena menyebut pemerintah biadab merupakan konten yang dimanipulasi.

Faktanya, gambar itu merupakan gambar editan hasil manipulasi dari foto pelaku penganiayaan perawat yang bertugas di RS Siloam Palembang yang wajahnya diganti dengan wajah Edy Mulyadi.

Foto yang asli, dimuat di artikel berjudul “Jason Sang Penganiayaan Perawat RS Siloam Palembang Diadili” yang terbit di situs smartizen.my.id pada Kamis, 10 Juni 2021. Foto ini diberi narasi “Terdakwa Jason Tjakrawinata Saat Dibawa Petugas Ke Sel Tahanan.”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Guru Ngaji di Kalsel Lumpuh Setelah Divaksin COVID-19

KESIMPULAN:

Gambar editan hasil manipulasi dari foto pelaku penganiayaan perawat yang bertugas di RS Siloam Palembang yang wajahnya diganti dengan wajah Edy Mulyadi. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates akan Tarik Semua Peredaran Vaksin COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
1.000 Warga Sunter Agung Terpapar COVID-19, Kemungkinan Di-lockdown
Indonesia
1.000 Warga Sunter Agung Terpapar COVID-19, Kemungkinan Di-lockdown

Jumlah tersebut masih diverifikasi kembali oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI lantaran kemungkinan ada perbedaan penghitungan.

Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan Jadi Rp 300 Ribu
Indonesia
Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan Jadi Rp 300 Ribu

Jokowi lantas meminta harga tes PCR dapat diturunkan setelah banyak keluhan dari masyarakat.

Berikut Tiga Provinsi dengan Angka Kasus Aktif COVID-19 Harian Tertinggi
Indonesia
Berikut Tiga Provinsi dengan Angka Kasus Aktif COVID-19 Harian Tertinggi

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan Provinsi Papua memiliki angka tertinggi kasus aktif harian, yakni 1.683.

DPR Minta Usulan Kapolri Soal WFH Cegah Macet Arus Balik untuk Ditindaklanjuti
Indonesia
DPR Minta Usulan Kapolri Soal WFH Cegah Macet Arus Balik untuk Ditindaklanjuti

Imbauan dan saran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar instansi pemerintah dan swasta menerapkan Work From Home (WFH) setelah momen libur lebaran disambut baik politikus Senayan.

Kasus COVID-19 Varian Delta Telah Merata di Indonesia
Indonesia
Kasus COVID-19 Varian Delta Telah Merata di Indonesia

Tiga dari empat varian virus corona yang harus diwaspadai, yakni varian Alfa, Beta, dan Delta. Laporan tersebut patut menjadi perhatian bersama mengingat potensi penularan varian baru corona masih sangat tinggi.

Minyak Goreng Bikin Inflasi Maret 2022 Capai 0,66 Persen, Tertinggi Sejak Mei 2019
Indonesia
Minyak Goreng Bikin Inflasi Maret 2022 Capai 0,66 Persen, Tertinggi Sejak Mei 2019

88 kota yang mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di Merauke yaitu sebesar 1,86 persen sedangkan inflasi terendah terjadi di Kupang yaitu sebesar 0,09 persen.

Berbikini di Jalan Buntut PPKM Diperpanjang, Dinar Candy Diamankan Polisi
Indonesia
Eks Jubir Sebut Makin Banyak Hal Menyedikan di KPK
Indonesia
Eks Jubir Sebut Makin Banyak Hal Menyedikan di KPK

Menurutnya, semakin banyak hal menyedihkan terjadi pada KPK di masa kepemimpinan Firli Bahuri Cs yang disebutnya "era baru".

Kasus COVID-19 Terus Meroket, PKS: Lakukan PSBB, Bahkan Lockdown Total
Indonesia
Abaikan Imbauan Jokowi, Bappenas Boyong Pansus RUU IKN ke Kazakhstan
Indonesia
Abaikan Imbauan Jokowi, Bappenas Boyong Pansus RUU IKN ke Kazakhstan

Kunjungan Bappenas dan anggota DPR keluar negeri ini seolah mengabaikan imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi).