[HOAKS atau FAKTA]: Din Syamsuddin Berambisi Jadi Wapres Gantikan Maruf Amin Din Syamsuddin. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Akun facebook bernama Cho Klo Ian mengunggah gambar tangkapan layar dari artikel kompas.com berjudul “Tanpa Basa-basi, Din Syamsuddin Bersedia Jadi Cawapres Bagi Jokowi” yang tayang pada 4 agustus 2018.

Dalam uggahannya akun tersebut menambahkan narasi bahwa, Din Syamsuddin bertujuan untuk menggeser Maruf Amin sebagai Wakil Presiden.

Seperti diketahui, pada 18 Agutus 2020 lalu, Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2024 Dibatalkan, Ditunda hingga 2029

Mereka menyebut KAMI sebagai gerakan moral yang berjuang demi mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera.

FAKTA

Namun deklarasi tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan artikel dari kompas.com yang tayang pada 4 agustus 2018 seperti pada tangkapan layar.

Dalam artikel tersebut berisi pernyataan Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang bersedia jika diminta menjadi calon wakil presiden mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Hoaks
Hoaks soal Din Syamsuddin. (Foto: Mafindo)

Kala itu, nama Din Syamsuddin sendiri masuk dalam bursa salah satu cawapres bagi Jokowi. Namun pada tanggal 9 agustus 2018, Jokowi akhirnya resmi mengumumkan bahwa yang akan mendampinginya sebagai Cawapres periode 2019 – 2024 adalah KH Maruf Amin yang merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan, maka unggahan dari akun Cho Klo Ian, masuk dalam kategori Konten Yang Salah karena artikel tayang pada 2018 dan sebelum Jokowi, mengumumkan KH Maruf Amin sebagai Cawapresnya.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Akan Hapus Premium dan Pertalite

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anak dan Lansia Penuhi CFD, Polisi Bakal Lakukan Evaluasi
Indonesia
Anak dan Lansia Penuhi CFD, Polisi Bakal Lakukan Evaluasi

Maraknya anak-anak dan lansia ini yang bakal jadi bahan evaluasi. Apalagi sampai ada anak yang hilang dari orang tuanya.

Layanan Digital Bank DKI Berbasis QR Code
Indonesia
Layanan Digital Bank DKI Berbasis QR Code

Dibandingkan dengan kode batang biasa, QR Code lebih mudah dibaca oleh pemindai dan mampu menyimpan data baik secara horizontal maupun vertikal.

 Pemprov DKI Koordinasi Daerah Penyangga Terkait Larangan Mudik
Indonesia
Pemprov DKI Koordinasi Daerah Penyangga Terkait Larangan Mudik

Sedangkan di Kota Depok, posko dibangun di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Perbatasan dengan Kota Tangerang, posko dibangun di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

Bukan Beli Pesawat Baru, Jokowi Bakal Sewa ke AS
Indonesia
Bukan Beli Pesawat Baru, Jokowi Bakal Sewa ke AS

Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah kabar yang menyebut Istana membeli pesawat kepresidenan baru.

Taring Risma di Pilkada Surabaya
Indonesia
Taring Risma di Pilkada Surabaya

Terpilihnya Eri memang tak lepas dari "bisikan" Risma ke Mega.

PSI Nilai Setneg Beri Syarat Perbolehkan Pakai Monas Karena Anies Kerap Tabrak Aturan
Indonesia
PSI Nilai Setneg Beri Syarat Perbolehkan Pakai Monas Karena Anies Kerap Tabrak Aturan

"Sejak sekarang harus dipublikasikan, dibuat transparan. Kita sama-sama mengawasi, jangan sampai main tebang pohon kayak sebelumnya," papar Idris.

Jakarta 'Tergenang' Lagi, Anies Dianggap Tak Miliki Manajerial yang Baik
Indonesia
Jakarta 'Tergenang' Lagi, Anies Dianggap Tak Miliki Manajerial yang Baik

Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta memiliki tanggung jawab melindungi dari kerugian akibat banjir di Jakarta

Kontras Desak Kemenkumham Bebaskan Pelaku Pemufakatan Makar Papua Merdeka
Indonesia
Kontras Desak Kemenkumham Bebaskan Pelaku Pemufakatan Makar Papua Merdeka

Kontras melanjutkan, mereka berhak mendapatkan hak atas kesehatan.

Guru Besar UGM Nilai RUU Cipta Kerja Bisa Tarik Investasi Baru
Indonesia
Guru Besar UGM Nilai RUU Cipta Kerja Bisa Tarik Investasi Baru

Permasalahan pelik soal investasi yang dihadapi Indonesia seperti regulasi yang tumpang tindih serta birokrasi yang menyebabkan bottleneck investasi perlu diselesaikan segera.

Dipengaruhi Kabar Hoaks, Pendukung Anies Ngamuk dan Ancam Menyerang
Indonesia
Dipengaruhi Kabar Hoaks, Pendukung Anies Ngamuk dan Ancam Menyerang

Aksi kericuhan nyaris terjadi antara massa pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan massa kontra.