[HOAKS atau FAKTA]: Di Sukoharjo, Hajatan dan Hiburan Diperbolehkan oleh Bupati Tangkapan layar soal hoaks hajatan dan hiburan diperbolehkan oleh Bupati Sukoharjo. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Facebook bernama Kelik Chilik Mega Mendung memposting sebuah gambar tangkapan layar dari artikel berita Solopos.com dengan judul “BUPATI SUKOHARJO: Penyelenggara Hajatan disukoharjo Sudah Diperbolehkan, Termasuk Acara”.

Postingan tersebut diunggah pada 24 Agustus 2021.

SUMBER: Facebook

https://sg.docworkspace.com/d/sIEWohNNm0dSYiQY

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Virus COVID-19 Ternyata Mengandung Babi

FAKTA:

Setelah ditelusuri Mafindo pada website resmi Solopos.com ditemukan sebuah artikel dengan judul “Tepis Hoaks, Bupati Sukoharjo Pastikan Penyelenggaraan Hajatan Masih Dilarang” 24 Agustus 2021.

Dalam artikel tersebut, Bupati Sukoharjo Etik Suryani memastikan penyelenggaraan hajatan masih dilarang digelar di Kabupaten Jamu ini.

Apalagi menggelar hiburan, juga belum diperbolehkan.

Adapun kelonggaran yang diberikan berupa prosesi ijab kabul dengan ketentuan maksimal dihadiri 10 orang.

Mereka pun wajib membawa hasil swab antigen paling lama 1×24 jam, menerapkan prokes, tidak menyediakan makan di tempat atau makanan wajib dibawa pulang.

Tangkapan layar soal hoaks hajatan dan hiburan diperbolehkan oleh Bupati Sukoharjo. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)
Tangkapan layar soal hoaks hajatan dan hiburan diperbolehkan oleh Bupati Sukoharjo. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

Bupati Etik juga menepis informasi terkait penyelenggaraan hajatan dan hiburan yang sudah diperbolehkan.

“Informasi itu hoaks. Apalagi Sukoharjo masih di Level 4. Hajatan masih kita larang, termasuk hiburan juga dilarang. Kita hanya memperbolehkan ijab kabul itu pun 10 orang dengan swab antigen dan syarat lain,” tegas Bupati Etik mengutip dari solopos.com.

Lebih lanjut Etik meminta warga untuk tidak mempercayai berita-berita yang tidak benar, mengajak untuk terus mematuhi prokes seiringan dengan Pemkab Sukoharjo yang terus menggencarkan percepatan program vaksinasi corona.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] KPK Buka Loker Penyuluh Antikorupsi, Syarat Pernah Jadi Koruptor

Pada artikel Solopos.com yang berjudul “Cek Fakta: Bupati Sukoharjo Izinkan Hajatan Nikah Dipastikan Hoaks” yang diunggah pada 24 Agustus 2021 terdapat informasi bahwa foto tangkapan layar judul artikel tersebut merupakan hasil suntingan atau editan orang tidak bertanggung jawab.

Dengan demikian, postingan Facebook Kelik Chilik Mega Mendung tidak benar, hal tersebut sudah dibantah oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang menerangkan penyelenggaraan hajatan dan hiburan masih dilarang di Kabupaten Sukoharjo.

KESIMPULAN:

Gambar yang diunggah merupakan hasil suntingan sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Orang Pernah Terinfeksi COVID-19 Miliki Imunitas Lebih Baik Ketimbang Divaksin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif
Indonesia
Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

Keberadaan vaksin yang aman dan efektif sangat penting dan diharapkan.

Polisi Masih Cari Unsur Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Masih Cari Unsur Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan Rizieq Shihab

"Masih penyelidikan ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

Pinangki Divonis 10 Tahun, Hakim: Tuntutan Jaksa Terlalu Rendah
Indonesia
Pinangki Divonis 10 Tahun, Hakim: Tuntutan Jaksa Terlalu Rendah

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Lee Kun-hee, Pembawa Perubahan Samsung Meninggal Dunia
Dunia
Lee Kun-hee, Pembawa Perubahan Samsung Meninggal Dunia

Salah seorang pemimpin besar di Samsung Group, Lee Kun-hee, meninggal dunia di usia 78 tahun.

Datangi Sejumlah Gudang Importir Kedelai, Polri Pastikan Bakal Pidanakan Para Penimbun
Indonesia
Datangi Sejumlah Gudang Importir Kedelai, Polri Pastikan Bakal Pidanakan Para Penimbun

Polri akan memproses hukum importir kedelai yang melakukan penimbunan.

Praktisi Jelaskan Landasan Hukum Polri dalam Perkara Penembakan Pengawal Rizieq
Indonesia
Praktisi Jelaskan Landasan Hukum Polri dalam Perkara Penembakan Pengawal Rizieq

FPI seakan akan memiliki dan berada pada dunia lain atau dunianya sendiri dengan hukumnya sendiri

Melantai di Bursa, Saham Bukalapak Melejit ke 1.060 Per Lembar
Indonesia
Melantai di Bursa, Saham Bukalapak Melejit ke 1.060 Per Lembar

Pencatatan perdana saham ini juga menjadi sejarah karena perseroan merupakan perusahaan unicorn pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia dan di Bursa kawasan Asia Tenggara.

Stok Beras Nasional Dipastikan Aman Saat PPKM Darurat
Indonesia
Stok Beras Nasional Dipastikan Aman Saat PPKM Darurat

Kementerian Sosial bakal menyalurkan bantuan beras kepada KPM PKH dan BST sebesar 10 kilogram/KPM. Penyaluran bantuan dilakukan melalui jaringan Perum Bulog yang tersebar di seluruh Tanah Air.

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Pinangki
Indonesia
Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Pinangki

Jaksa penuntut umum (JPU) meminta Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta agar menolak nota keberatan atau eksepsi Pinangki Sirna Malasari.

Ini Kerusakan Sementara Akibat Gempa 6,2 yang Guncang Majene Sulbar
Indonesia
Ini Kerusakan Sementara Akibat Gempa 6,2 yang Guncang Majene Sulbar

Gempa memicu tanah longsor di tiga titik di sepanjang poros jalan Majene-Mamuju sehingga menyebabkan akses terputus.