[HOAKS atau FAKTA]: BSSN Pantau Semua Aktivitas Telepon Seluler dan Medsos Warga Media Sosial. (Foto: Pixabay)

MerahPutih.com - Beredar sebuah pesan berantai di aplikasi pesan Whatsapp yang berisi informasi pemantauan aktivitas telepon dan media sosial yang dilakukan oleh pemerintah. Pemerintah dalam hal ini melakukannya melalui Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN) yang telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo.

SUMBER]:WHATSAPP

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Luhut Yakin Rakyat Mendukung Tiga Periode

Baca Juga:

[NARASI]:

Semua aktifitas HP dll….terpantau 100%Mulai besok dan seterusnya ada peraturan komunikasi baru.Setelah dilantikn ya Badan Siber & Sandi Nasional (BSSN), oleh Bpk Jokowi , Presiden NKRI:.Semua panggilan dicatat..Semua rekaman panggilan telepon tersimpan..WhatsApp dipantau,.Twitter dipantau,.Facebook dipantau,Semua….media sosial….. dan forum dimonitor,Informasikan kepada mereka yang tidak tahu.Perangkat Anda terhubung ke sistem pelayanan.Berhati-hatilah mengirimkan pesan yg tidak perlu.Beritahu anak-anak Anda, Kerabat dan teman tentang berita iniJangan teruskan tulisan atau video dll, bila Anda menerima postingan mengenai situasi politik/masalah Pemerintahan sekarang / PM, dllPolisi telah mengeluarkan pemberitahuan yang disebut .. KejahatanCargo … dan tindakan akan dilakukan … bila perlu hapus saja postingan yang masuk kalau akan merugikan anda.Menulis atau meneruskan pesan apapun pada setiap perdebatan politik dan agama sekarang merupakan pelanggaran … penangkapan tanpa surat perintah …Informasikan berita ini kepada orang lain agar selalu waspada.Ini sangat serius, perlu diketahui semua kelompok dan anggota /individu.Bila anda sebagai Admin Group bisa dalam masalah besar.Beritahu semua orang tentang ini untuk berhati-hati.Tolong bagikan; Ini sangat berguna untuk Admin group, mohon berhati-hati….

FAKTA

Namun setelah dilakukan penelusuran terkait kebenaran informasi ini, diketahui ternyata informasi yang beredar tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar.

Berdasarkan hasil periksa fakta di website turnbackhoax.id, BSSN telah menegaskan bahwa badan tersebut tidak memantau aktivitas telepon seluler serta konten media sosial masyarakat, melainkan menangani keamanan siber dan jaringan.

Tangkapan layar hoaks.
informasi yang beredar tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar.

BSSN mempunyai tugas melaksanakan keamanan siber secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber.

Keamanan siber yang menjadi ranah BSSN, antara lain menjaga supaya tidak ada ancaman yang menjadi kenyataan di alam siber, seperti dari hacker.

KESIMPULAN

Jadi dapat disimpulkan, informasi yang menyebutkan bahwa BSSN akan memantau aktivitas telepon dan media sosial masyarakat, merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.(Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] : Arus Mudik Pada 23 April Alami Kemacetan Parah

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Putusan Hakim Buat Nia Ramadhani Bercucuran Air Mata, Suaminya Tak Bisa Berkata-kata
Indonesia
Putusan Hakim Buat Nia Ramadhani Bercucuran Air Mata, Suaminya Tak Bisa Berkata-kata

Tindak pidana sejenis yang dilakukan terdakwa di wilayah hukum cukup tinggi

MPR Diminta Pertimbangkan Urgensi Melakukan Amandemen Terbatas UUD 1945
Indonesia
MPR Diminta Pertimbangkan Urgensi Melakukan Amandemen Terbatas UUD 1945

Abdul Fickar juga meminta agar MPR mempertimbangkan faktor kesiapan ekonomi Indonesia

Pulihkan Ekonomi, Apotek di Bandung Diminta Sediakan Ruang Promosi Bagi UMKM
Indonesia
Pulihkan Ekonomi, Apotek di Bandung Diminta Sediakan Ruang Promosi Bagi UMKM

Kolaborasi tersebut, bisa menjadi suatu hal yang saling menguntungkan antara pemilik apotek dengan pelaku UMKM.

Hakim Sebut Perhitungan Kerugian Negara Rp 22,788 Triliun Kasus Asabri Tidak Terbukti
Indonesia
Hakim Sebut Perhitungan Kerugian Negara Rp 22,788 Triliun Kasus Asabri Tidak Terbukti

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menilai perhitungan kerugian negara sebesar Rp 22,788 triliun oleh BPK dalam kasus dugaan korupsi Asabri tidak tepat.

Pemilu Tinggal Dua Setengah Tahun, Akbar Tandjung: Mesin Partai Segera Bergerak
Indonesia
Pemilu Tinggal Dua Setengah Tahun, Akbar Tandjung: Mesin Partai Segera Bergerak

Pada Pemilu di 2004, Partai Golkar menjadi pemenang Pemilu dengan perolehan 128 kursi.

Marullah Klarifikasi Polemik Pelantikan Pj Sekda DKI Langkahi Keputusan Presiden
Indonesia
Marullah Klarifikasi Polemik Pelantikan Pj Sekda DKI Langkahi Keputusan Presiden

Gubernur Anies Baswedan akan menggantikan Sekda DKI Marullah Matali dengan Sigit Wijatmoko yang kini menjabat sebagai Asisten Pememrintahan Setda DKI Jakarta.

Pola Konsumsi BBM di Jateng dan Yogyakarta Berubah Selama Libur Nataru 2022
Indonesia
Pola Konsumsi BBM di Jateng dan Yogyakarta Berubah Selama Libur Nataru 2022

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, mencatat terjadi perubahan pola konsumsi BBM di Yogyakarta dan Jawa tengah selama masa satuan tugas (Satgas) libur Natal dan Tahun baru 2022 lalu.

PSI Sebut Baru 60 Persen Petugas Transjakarta Divaksin, Ini Respon Wagub DKI
Indonesia
PSI Sebut Baru 60 Persen Petugas Transjakarta Divaksin, Ini Respon Wagub DKI

Politikus asal Gerindra ini pun berharap apa yang diungkapkan Eneng tidak tepat dan capaian vaksinasi petugas TransJakarta di atas sangkaan PSI.

Bamsoet Sebut MoU Kadin-KPK Jadi Kartu As Pengusaha
Indonesia
Bamsoet Sebut MoU Kadin-KPK Jadi Kartu As Pengusaha

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia meneken kerja sama atau Memorandum of Understanding mengenai pencegahan korupsi.

Anies Bobol Gawang Kang Emil: Messi Ketar-Ketir Lihat Gol Penalti Ini
Indonesia
Anies Bobol Gawang Kang Emil: Messi Ketar-Ketir Lihat Gol Penalti Ini

"Messi pun ketar ketir melihat gol penalti ini, bukan begitu, Kang," ucap Anies sembari menautkan akun instagram Ridwan Kamil.