[HOAKS atau FAKTA]: BPJS Kesehatan Berikan Dana Bantuan Rp 100 Juta Tangkapan layar soal hoaks BPJS Kesehatan berikan dana bantuan Rp 100 juta. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar sebuah narasi melalui pesan WhatsApp yang mengatakan bahwa terdapat dana bantuan dari BPJS Kesehatan senilai Rp 100 juta.

Narasi tersebut juga menjelaskan skema pemberian hadiah yaitu penerima hadiah memberikan jaminan terlebih dahulu senilai Rp 300 ribu.

SUMBER: Tangkapan layar Whatsapp

https://archive.ph/TItSP

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bahasa Korea Jadi Bahasa Resmi di Forum PBB

NARASI:

“Penerima Dana Bantuan BPJS di Wajibkan Melakukan Pembayaran Dana Jaminan Sementara Rp.300,000.

Bagi Penerima Dana Bantuan BPJS harap jangan salah di pahami, Mengenai Masalah Pungsinya DANA JAMINAN Tersebut Hanya formalitas Untuk kami Jadikan Bukti Yang SAH Sebagai Penerima Dana Bantuan BPJS, Ketentuan ini Resmi dan di Pertanggung jawabkan Oleh Pihak Pencairan BPJS.

dan DANA JAMINAN hanya Sementara 10-30 menit paling lambat setelah bukti yang Rp.300,000 sudah kami terima jadi total Dana yang di Cairkan kerekening anda total Rp.100,300.000,-“

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2024 Dibatalkan dan Jokowi Kembali Diangkat Jadi Presiden

FAKTA:

Setelah tim Mafindo melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Melalui akun Facebook resmi BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan bahwa pihak BPJS tidak pernah memberikan dana apa pun, baik dalam bentuk bantuan dana maupun hadiah.

Ia juga mengatakan bahwa segala jenis informasi BPJS kesehatan hanya dapat diakses dari situs resmi bpjs-kesehatan.go.id, nomor pusat layanan 1500 400 dan sosial media resmi BPJS yang telah terverifikasi dengan tanda centang biru.

Hasil periksa fakta dengan narasi serupa juga sudah diunggah pada laman turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] SMS Hadiah dari BPJS Kesehatan Sebesar Rp75 Juta”.

KESIMPULAN:

Dengan demikian, narasi pada pesan WhatsApp yang menginformasikan terdapat dana bantuan dari BPJS Kesehatan senilai Rp 100 juta tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori imposter content atau konten tiruan. (Knu)

Baca Juga:

Komisi II Pastikan Pesan Berantai Nama Anggota KPU-Bawaslu Pilihan Parpol Koalisi Hoaks

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Warteg Rugi Setelah Dikunjungi Anies
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Warteg Rugi Setelah Dikunjungi Anies

Informasi itu disebar dengan memanipulasi artikel dari salah satu portal berita.

PAN Beberkan Nama-nama Capres Favorit, Ada Anies hingga Khofifah
Indonesia
PAN Beberkan Nama-nama Capres Favorit, Ada Anies hingga Khofifah

"Ada namanya Ketum Bang Zulkifli Hasan nomor satu, ketum PAN, yang kedua ada Pak Erick Thohir, ada Ganjar (Ganjar Pranowo), ada Anies (Anies Baswedan), ada Ridwan Kamil, ada Khofifah (Khofifah Indar Parawansa), itu yang favorit-favorit itu," katanya

Tidak Punya TPA di 2024, Kota Bandung Bakal Buang Sampah di Lahan Milik TNI
Indonesia
Tidak Punya TPA di 2024, Kota Bandung Bakal Buang Sampah di Lahan Milik TNI

Masa operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti akan berakhir pada 2024 mendatang.

[HOAKS atau FAKTA] : Data Pendonor  Plasma Konvalesen Disebar Bebas Untuk Publik
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Data Pendonor Plasma Konvalesen Disebar Bebas Untuk Publik

informasi serupa pernah beredar pada bulan Juni 2021 dan dibantah oleh ketua PMI DKI Jakarta dan mengimbau masyarakat agar mencari informasi dari situs layanan resmi.

Australia Sebut Keberadaan Kapal Tiongkok di Lepas Pantai Barat sebagai Serangan
Dunia
Australia Sebut Keberadaan Kapal Tiongkok di Lepas Pantai Barat sebagai Serangan

Australia telah melacak kapal mata-mata Tiongkok di lepas pantai barat.

Yogyakarta Aktifkan Posko PPKM Mikro Berbasis RT Antisipasi Gelombang Omicron
Indonesia
Yogyakarta Aktifkan Posko PPKM Mikro Berbasis RT Antisipasi Gelombang Omicron

Pemerintah Kota Yogyakarta mengantisipasi terjadinya gelombang tiga kasus COVID-19 atau lonjakan kasus varian Omicron.

Miliki Kerangkeng untuk Tahan Pekerja Sawit, Bupati Langkat Bisa Diseret ke Pengadilan
Indonesia
Miliki Kerangkeng untuk Tahan Pekerja Sawit, Bupati Langkat Bisa Diseret ke Pengadilan

Miliki Kerangkeng untuk Tahan Pekerja Sawit, Bupati Langkat Bisa Diseret ke Pengadilan

'Bola Liar' Lokasi Sirkuit Formula E Mental Lagi ke Pemprov DKI
Indonesia
'Bola Liar' Lokasi Sirkuit Formula E Mental Lagi ke Pemprov DKI

Memang benar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah mengajukan waktu untuk menghadap Presiden dengan mengajak serta CEO Formula E

Prakiraan Cuaca: Hujan Guyur Sebagian Kota Besar Indonesia
Indonesia
Prakiraan Cuaca: Hujan Guyur Sebagian Kota Besar Indonesia

BMKG menjelaskan hujan diperkirakan akan turun di sebagian kota besar di Indonesia pada Jumat (22/7).

Mantan Dubes RI untuk Rusia Sebut Putin Ingin Beri Pelajaran ke Ukraina
Indonesia
Mantan Dubes RI untuk Rusia Sebut Putin Ingin Beri Pelajaran ke Ukraina

Invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina saat ini merupakan pelajaran sekaligus tekanan dari pemerintahan Vladimir Putin.