[Hoaks atau Fakta]: Bikin Alat Praktis Dengan Botol Minum Pengganti Tabung Oksigen Pengganti tabung oksigen. (Foto: Mafindo)

MerahPutih.com - Akun Facebook Siomaypedass SumedangHoyong (fb.com/siomaypedass.sumedang) pada 1 Juli 2021 mengunggah mengunggah sebuah gambar infografik dengan narasi sebagai berikut:“praktis .. bisa dicoba .. pengganti tabung oksigen”

Di gambar tersebut, terdapat narasi “SOLUSI PRAKTIS MEMBUAT ALAT PENYARING UDARA SEDERHANA”. Selain itu, terdapat petunjuk pembuat alat penyaring udara menggunakan aerator akuarium, selang, batu pemecah udara, dan dua botol bekas minuman.

Sumber: https://bit.ly/3qI822q (Arsip)

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Berkendara Malam Hari di Kawasan Zona Merah Bakal Kena Sanksi

FAKTA

Faktanya, bukan pengganti tabung oksigen. Alat di gambar tersebut hanya berfungsi untuk menyaring udara terkait kejadian kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015. Gambar yang sama diunggah di akun Twitter Kompas Muda pada 27 Oktober 2015.

Dilansir dari akun Twitter Kompas Muda dan situs Kompas.id, infografik itu terbit pada 2015 dalam konteks tragedi asap. Alat tersebut berfungsi untuk menyaring udara dan bukan meningkatkan saturasi oksigen.

Alat tersebut dibutuhkan karena saat itu banyak korban sesak napas akibat kejadian kebakaran hutan dan lahan.Selain itu, terkait penggunaan alat seperti yang ditunjukkan di gambar tersebut sendiri sudah diklarifikasi di artikel berjudul [SALAH] Video “Membuat oksigen dengan aerator akuarium” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 3 Juli 2021.

Dilansir dari artikel tersebut, Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi di LIPI, Anto Tri Sugiarto, menjelaskan, alat tersebut tidak akan dapat menambah jumlah oksigen yang dihirup. Pompa aerator, dia berujar, hanya membantu mengirim udara ke saluran pernapasan.

Selain itu, Koordinator Kelompok Penelitian Otomasi Industri, Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI, Hendri Maja Saputra mengatakan bahwa ia dan timnya sudah mencoba bereksperimen menggunakan alat seperti yang ditampilkan dalam video tersebut. Dari hasil pengukuran, udara yang dihasilkan alat tersebut tidak menunjukkan adanya peningkatan fraksi oksigen yakni masih sekitar 21 persen. Sedangkan untuk oksigen murni, fraksi oksigennya seharusnya mencapai di atas 90 persen.

Artinya, aerator atau alat yang dibuat dalam video viral tersebut, yang diklaim dapat digunakan pada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen, menunjukkan bahwa fraksi oksigen yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Hendri menyimpulkan bahwa berdasarkan hasil uji yang dilakukan bersama timnya, alat aerator yang direkayasa untuk menghasilkan oksigen bagi pasien Covid-19 dalam video viral itu, artinya sama saja seperti kita menghirup udara bebas, karena nilai fraksi oksigennya sama saja.

Sementara itu, dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Prasenohadi menyampaikan, aerator sebenarnya alat yang digunakan di akuarium dan berfungsi untuk menghasilkan untuk menghasilkan gelembung udara agar udara dan oksigen dalam udara tadi terdifusi dalam air akuarium, membuat air akuarium kaya akan oksigen untuk pernapasan ikan dalam air. Sedangkan alat bantu pernapasan untuk manusia telah tersedia dan diproduksi dengan kualitas yang sesuai standar.

Tabung Oksigen. (Foto: Antara)
Tabung Oksigen. (Foto: Antara)

Meski belum ada kajian ilmiah, ia menduga alat tersebut hanya menghasilkan udara yang lebih dingin dan lembab. Kelembaban tersebut penting agar saluran napas tidak kering atau terjadi iritasi.

“Mungkin dampak negatif penggunaan alat ini tidak ada dan masih harus dibuktikan. Tetapi, jika alat ini digunakan oleh orang normal, maka saluran pernapasannya akan menjadi lebih lembab. Bahkan, mungkin akan timbul infeksi atau penyakit tertentu lainnya,” katanya.

KESIMPULAN

Alat di gambar tersebut hanya berfungsi untuk menyaring udara terkait kejadian kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015.

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, adanya gambar infografik cara pembuatan alat penyaring udara sederhana menggunakan aerator akuarium yang diklaim sebagai pengganti tabung oksigen merupakan klaim yang salah. (Knu)

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Berkendara Malam Hari di Kawasan Zona Merah Bakal Kena Sanksi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Usulkan Puan-Anies di Pilpres 2024, Politikus PDIP: 'Mas Jawa Tengah' Paling Jadi Menteri
Indonesia
Usulkan Puan-Anies di Pilpres 2024, Politikus PDIP: 'Mas Jawa Tengah' Paling Jadi Menteri

Effendi menyebut dalam internal partai ada aturan yang harus diikuti

Reaksi Pembalap Top WSBK Setelah Pertama Kali Jajal Mandalika
Olahraga
Reaksi Pembalap Top WSBK Setelah Pertama Kali Jajal Mandalika

Sirkuit Mandalika menjadi tuan rumah seri terakhir World Superbike (WSBK) Indonesia 2021

Bantuan Sosial Buat Buruh Perlu Dievaluasi
Indonesia
Bantuan Sosial Buat Buruh Perlu Dievaluasi

Program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) di Kementerian Ketenagakerjaan untuk meringankan beban masyarakat dan pekerja dinilain belum optimal.

Perbaiki Rumah Rusak, BNPB Perintahkan Gubernur Kalsel Bikin Satgas
Indonesia
Perbaiki Rumah Rusak, BNPB Perintahkan Gubernur Kalsel Bikin Satgas

Dalam penanganan darurat banjir di Kalimantan Selatan, BNPB telah menyalurkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp3,5 miliar.

KPK Didesak Tuntut Eks Mensos Juliari dengan Hukuman Mati
Indonesia
KPK Didesak Tuntut Eks Mensos Juliari dengan Hukuman Mati

Permintaan APTB kepada KPK ini juga telah disampaikan langsung kepada lembaga anti-rasuah Selasa (23/2) pagi di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan

Keputusannya Dibawa ke PTUN, Kemenkumham Hargai Moeldoko Cs
Indonesia
Keputusannya Dibawa ke PTUN, Kemenkumham Hargai Moeldoko Cs

Kemenkumham akan melihat dahulu apa saja yang menjadi tuntutan

Puan: Jaringan Mafia Tanah Harus Bisa Diurai dan Diberantas
Indonesia
Puan: Jaringan Mafia Tanah Harus Bisa Diurai dan Diberantas

Kementerian ATR/BPN pun diminta agar tak gentar menghadapi jaringan mafia tanah. Pemerintah bersama penegak hukum harus bisa bergandengan tangan untuk menghentikan praktik-praktik mafia tanah.

Pengungkapan Sabu-sabu 1,129 Ton Selamatkan 5,6 Juta Jiwa
Indonesia
Pengungkapan Sabu-sabu 1,129 Ton Selamatkan 5,6 Juta Jiwa

Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat membekuk tujuh tersangka dan menyita 1,129 ton sabu-sabu senilai triliunan rupiah.

DPRD Solo Kirim Surat Pelantikan Gibran-Teguh ke Mendagri
Indonesia
DPRD Solo Kirim Surat Pelantikan Gibran-Teguh ke Mendagri

Pengiriman surat usulan pelantikan pada Mendagri tersebut dilakukan karena masa jabatan Rudy dan Purnomo berakhir pada 17 Februari 2021

211.514 Orang Dites, 1,4 Ribu Positif COVID-19
Indonesia
211.514 Orang Dites, 1,4 Ribu Positif COVID-19

Akumulasi positif COVID-19 saat ini lebih dari 4,2 juta kasus atau sebanyak 4.221.610 kasus.