[HOAKS atau FAKTA]: Berada di Sekitar Orang Baru Divaksin Sebabkan Gangguan Menstruasi Tangkapan layar soal hoaks berada di sekitar orang baru divaksin sebabkan gangguan menstruasi. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Kabar efek samping dari vaksinasi kepada siklus menstruasi wanita telah beredar luas di masyarakat.

Informasi ini membuat beberapa orang yakin bahwa wanita yang berada di sekitar orang-orang yang baru mendapatkan vaksin, maka siklus mestruasinya akan terganggu. Salah satu akun di Instagram pun membagikan hal yang sama.

Akun bernama ‘brothersbutcers’ ini menyatakan bahwa untuk setiap pelanggannya yang baru saja divaksin, dapat mengambil pesanannya 28 hari setelah usai vaksinasi. Hal ini dilakukannya untuk menjaga pelanggan lain yang mayoritas adalah wanita.

SUMBER: INSTAGRAM

https://archive.vn/4pKtU

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Pemerintah Paksa Warga Divaksin Booster

NARASI:

“After reading the effects of side effects for those that or arround people who have been vaccinated as described by pfizer in their study trials and after consulty a doctor as well, we ask that if you’ve been vaccinated, to please order for curbsid pick up or delivery for 28 days after their vaccinated…”

FAKTA:

Dari penelusuran Mafindo, melansir dari media nbcnews, Dr. Lucy McBride, seorang dokter penyakit dalam yang berpraktik di Washington DC menyatakan bahwa tidak ada mekanisme biologis yang dapat digunakan untuk melepaskan vaksin.

“Ketika orang terinfeksi virus, apakah mereka memiliki gejala atau tidak, mereka melepaskan virus. Begitulah cara virus menyebar di komunitas. Vaksin, meskipun, tidak tertumpah. Vaksin tidak menular,” jelasnya.

Seorang ginekolog, Dr. Jennifer Gunter, yang terkenal melalui tulisannya tentang vaksin juga menyatakan hal serupa.

“Tak satu pun dari tiga vaksin COVID-19 yang disetujui untuk digunakan di AS mungkin dapat memengaruhi orang yang belum divaksinasi, seperti misalnya menstruasi, kesuburan, dan kehamilan. Biar saya perjelas. Vaksin COVID-19 tidak dapat mempengaruhi siapa pun secara proxy.”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Terlalu Banyak Bahayakan Ginjal

Dalam sebuah pernyataan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menjelaskan, proses vaksinasi yang kemudian tidak mungkin dapat mempengaruhi orang di sekitarnya.

“Vaksin COVID-19 memberikan instruksi untuk mengajari sel manusia cara membuat protein, atau bahkan hanya sepotong protein yang memicu respons kekebalan di dalam tubuh manusia. Setelah potongan protein dibuat, sel memecah instruksi dan menyingkirkannya. Respons kekebalan itu yang kemudian menghasilkan antibodi yang melindungi kita dari infeksi jika virus yang sebenarnya memasuki tubuh kita.”

“Cara yang sama juga setiap hari digunakan untuk membuat berbagai insulin, hemoglobin, myosin atau salah satu dari ratusan protein di dalam tubuh kita. Jika saya datang dan berdiri di samping seseorang, saya tidak akan mendapatkan insulin mereka,” katanya.

“Mereka tidak akan mentransfer insulin dari mereka kepada saya. Seperti itulah mekanisme pemikirannya.”

KESIMPULAN:

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan bahwa berada di sekitar orang yang baru divaksin akan mempengaruhi siklus mentruasi pada wanita merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Komik Phantom Terbit Tahun 1957 Prediksi Munculnya COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru
Indonesia
Satu Orang Meninggal Dunia Akibat Erupsi Gunung Semeru

Erupsi gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12) sore WIB menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sebanyak 10 orang belum bisa dievakuasi dari Dusun Curah Kobokan Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang.

Survei SMRC: Ganjar Teratas, Prabowo dan Anies Bersaing Ketat
Indonesia
Survei SMRC: Ganjar Teratas, Prabowo dan Anies Bersaing Ketat

Prabowo Subianto dan Anies Baswedan bersaing ketat di posisi kedua.

Polemik Pengadaan Baju Dinas Rp 1,7 M, Sekretaris DPRD DKI Sebut Sesuai Aturan
Indonesia
Polemik Pengadaan Baju Dinas Rp 1,7 M, Sekretaris DPRD DKI Sebut Sesuai Aturan

Pengadaan anggaran pakaian dinas dan atribut DPRD DKI Jakarta sebesar Rp 1.746.645.560 atau Rp 1,7 miliar menjadi polemik di masyarakat.

BI Harus Antisipasi Lonjakan Beban Bunga Utang Luar Negeri
Indonesia
BI Harus Antisipasi Lonjakan Beban Bunga Utang Luar Negeri

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Mei 2022 tercatat sebesar USD 406,3 miliar.

Jakpro Klaim Warga Bisa Segera Menempati Kampung Susun Bayam
Indonesia
Jakpro Klaim Warga Bisa Segera Menempati Kampung Susun Bayam

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bersama Pemprov DKI Jakarta mengadakan pertemuan bersama para calon penghuni Kampung Susun Bayam (KSB). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan warga pada Jumat (18/11).

Temui Gibran di Loji Gandrung, Sahroni: Tidak Mungkin Saya Nantang Anak Presiden
Berita
Temui Gibran di Loji Gandrung, Sahroni: Tidak Mungkin Saya Nantang Anak Presiden

Elite DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni menemui Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Solo di runah dinas (Rumdin) Loji Gandrung.

Komisi VII DPR RI dan SKK Migas Sepakat Revisi UU Migas
Indonesia
Komisi VII DPR RI dan SKK Migas Sepakat Revisi UU Migas

Komisi VII DPR telah bersepakat dengan Kepala SKK Migas agar Revisi Undang-undang Migas segera diselesaikan selambat-lambatnya pada Juni 2023.

Polda Metro Imbau Pengemudi Taksi Online Waspada saat Jam-jam Rawan
Indonesia
Polda Metro Imbau Pengemudi Taksi Online Waspada saat Jam-jam Rawan

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang pengemudi taksi daring berinisial ADR (26).

Viral Pernyataan Bupati Karanganyar Tak Percaya Omicron, Ganjar: Jangan Seperti Itu
Indonesia
Viral Pernyataan Bupati Karanganyar Tak Percaya Omicron, Ganjar: Jangan Seperti Itu

Media sosial dihebohkan video pidato Bupati Karanganyar Juliyatmono, yang meminta warga menganggap COVID-19 varian Omicron tidak ada, Selasa (15/2).

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Gedung Cyber Tewaskan Dua Remaja
Indonesia
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Gedung Cyber Tewaskan Dua Remaja

Kebakaran yang terjadi di bagian Gedung Cyber 1, Mampang, Jakarta Selatan kini tengah diusut polisi.