[Hoaks atau Fakta]: BEM UI Segera Gelar Aksi Besar-besaran Tangkapan layar instagram BEM UI. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Akun Facebook Ajay Faizal (fb.com/100069923497904) pada 2 Juli 2021 mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:

“*MAHASISWA* AKAN AKSI BESAR BESARAN dan mengundang masyarakat untuk turun aksi melawan *kezoliman* Tanggal 5 Juli 2021.”

Di gambar tersebut, terdapat foto tampilan koran Harian Terbit dengan berita berjudul

“Beredar Undangan Aksi Besar-besaran 5 Juli 2021: Mahasiswa Bergerak Lakukan Perlawanan, Suarakan Kebenaran”, “API REVOLUSI 5 JULI 2021”, “STM”, “THE KING OF LIP SERVICE”, “BERGERAK BERSAMA KAKAK MAHASISWA & RAKYAT”, dan terdapat foto Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra di gambar tersebut.

Sumber: https://bit.ly/3wk2hZU (Arsip)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Akhirnya Kejadian, 30 Jenazah COVID-19 Diangkut Truk Pemprov DKI

FAKTA

Faktanya, BEM UI 2021 tidak pernah berencana melakukan aksi besar-besaran pada tanggal 5 Juli 2021 sehingga klaim tersebut tidak benar.

Melalui akun Instagramnya, BEM UI pada Sabtu (3/7), pihaknya menyangkal soal isi artikel dan undangan yang mencatut lembaga mereka.

Berikut isi klarifikasi yang diungggah oleh akun tersebut:“RILIS PERS: KLARIFIKASI TERKAIT UNDANGAN AKSI BESAR-BESARAN 5 JULI 2021

Halo, UI dan Indonesia!

Pada hari Kamis, 1 Juli 2021, tersebar berita berjudul “Beredar Undangan Aksi Besar-besaran 5 Juli 2021: Mahasiswa Bergerak Lakukan Perlawanan, Suarakan Kebenaran” yang dirilis oleh situs web berita daring Harian Terbit. Berita tersebut juga beredar dalam bentuk koran dan memasang foto Leon Alvinda Putra, Ketua BEM UI 2021 beserta mahasiswa UI lainnya di halaman depan.

Dalam berita tersebut, disebutkan bahwa telah beredar undangan aksi yang akan digelar pada tanggal 5 Juli 2021 yang merupakan buntut dari publikasi “The King of Lip Service”.

Mengutip dari Harian Terbit, ajakan aksi tersebut tersebar melalui WhatsApp dengan seruan yang berbunyi “Rencana mau demo seluruh mahasiswa tanggal 5 Juli. Setelah BEM UI, UGM, dan Malang Raya bergerak dan lawan Jokowi”.

Sehubungan dengan beredarnya berita tersebut yang mencatut nama BEM UI, maka kami menyatakan bahwa BEM UI 2021 tidak pernah berencana melakukan aksi besar-besaran pada tanggal 5 Juli 2021 sehingga berita tersebut tidak benar.

Tangkapan layar hoaks. (Foto: Antara)
Tangkapan layar hoaks. (Foto: Antara)

Rilis Pers selengkapnya dapat diakses melalui tautan: bem.ui.ac.id/RilisPersKlarifikasiAksi5Juli#NyataDalamSinergi#DepartemenAksidanPropagandaBEMUI2021″Dilansir dari Rilis Pers yang disertakan di postingan tersebut, BEM UI menyatakan:1. BEM UI 2021 tidak pernah berencana melakukan aksi besar-besaran pada tanggal 5 Juli 2021, sehingga kami menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar. BEM UI 2021 memahami tingginya kasus COVID-19 dan menghimbau seluruh masyarakat untuk bersama menjaga protokol kesehatan.2. Menyayangkan adanya pencatutan nama BEM UI oleh media Harian Terbit tanpa berkomunikasi dengan pihak BEM UI 2021 terlebih dahulu;3. Mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk terus berkonsolidasi dan mengawal isu melalui gerakan-gerakan yang tetap memperhatikan kenaikan kasus COVID-19;4. BEM UI 2021 saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengadakan vaksinasi bagi mahasiswa UI sebagai salah satu bentuk dukungan percepatan penanganan kasus COVID-19.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelusuran Mafindo, adanya klaim bahwa mahasiswa akan aksi besar-besaran dan mengundang masyarakat untuk ikut aksi melawan kezoliman pada 5 Juli 2021 adalah informasi palsu. (Knu)

Baca Juga:

[Hoaks atau Fakta]: Urus SIM dan SKCK Wajib Bawa Sertifikat Vaksinasi COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Edy Mulyadi Seret Nama Prabowo Soal IKN, Gerindra: Biar Sejarah yang Membuktikan
Indonesia
Edy Mulyadi Seret Nama Prabowo Soal IKN, Gerindra: Biar Sejarah yang Membuktikan

Kita doakan saja mereka yang memfitnah dan menghina itu menyadari perbuatannya

PPATK Duga Rekening Jumbo Sindikat Narkoba Libatkan Ribuan Orang dan Korporasi
Indonesia
PPATK Duga Rekening Jumbo Sindikat Narkoba Libatkan Ribuan Orang dan Korporasi

Temuan angka tersebut tercatat bukan hanya perputaran uang dalam negeri, melainkan juga transaksi uang keluar-masuk dari luar negeri

PT KCI Temukan 16 Penumpang KRL Reaktif COVID-19 Seusai Tes Antigen Acak
Indonesia
PT KCI Temukan 16 Penumpang KRL Reaktif COVID-19 Seusai Tes Antigen Acak

“Hal itu untuk untuk melindungi sesama,” kata Anne

Kasus Aktif COVID-19 di DKI Turun, Tingkat Kesembuhan 98 Persen
Indonesia
Kasus Aktif COVID-19 di DKI Turun, Tingkat Kesembuhan 98 Persen

Kasus COVID-19 di Jakarta terus alami perubahan yang baik. Hari ini kasus aktif COVID-19 DKI turun dan kesembuhan warga yang terpapar corona di atas 90 persen.

Prokes Ketat Harus Diterapkan di PON dan Superbike
Indonesia
Prokes Ketat Harus Diterapkan di PON dan Superbike

Sebanyak 2.239 medali akan diperebutkan oleh 7.199 atlet yang berlaga. PON Papua juga akan diramaikan oleh kedatangan 3.580 ofisial, 60 delegasi teknis, 1.147 wasit nasional dan 30 wasit luar negeri, serta 53 panitia pelaksana.

Penyuap Juliari Akui Berikan 2 Sepeda Brompton ke Operator Ihsan Yunus
Indonesia
Penyuap Juliari Akui Berikan 2 Sepeda Brompton ke Operator Ihsan Yunus

Yogas merupakan orang kepercayaan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Ihsan Yunus.

Korupsi Cukai, KPK Periksa Eks Walkot Tanjungpinang dan Eks Gubernur Riau
Indonesia
Korupsi Cukai, KPK Periksa Eks Walkot Tanjungpinang dan Eks Gubernur Riau

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, anggota Polri Boy Herlambang, dan mantan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Nasirun.

Campur Tangan Kemenpan RB Bikin Polri Temukan Posisi Pas Buat Novel Baswedan Cs
Indonesia
Campur Tangan Kemenpan RB Bikin Polri Temukan Posisi Pas Buat Novel Baswedan Cs

Rusdi memastikan tidak ada kendala dalam perekrutan Novel Baswedan dan kawan-kawan

Booster Vaksin COVID-19 Dimulai Januari 2022, Begini Skenarionya
Indonesia
Booster Vaksin COVID-19 Dimulai Januari 2022, Begini Skenarionya

Pemberian vaksin booster atau ketiga bagi masyarakat umum ditargetkan pada 2020. Untuk itu, pemerintah sudah menyiapkan dua skenario terkait pemberian vaksin dosis ketiga.

Pemerintah Bakal Tarik Biaya Akses NIK, Regulasi Lagi Disusun
Indonesia
Pemerintah Bakal Tarik Biaya Akses NIK, Regulasi Lagi Disusun

Kemendagri juga sedang menyusun regulasi tentang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) layanan pemanfaatan data adminduk oleh user yang saat ini sudah memasuki tahap paraf koordinasi antar K/L. Mendagri Tito Karnavian sudah menyetujui dan memaraf draf RPP PNBP.