[HOAKS atau FAKTA]: Bahaya Hepatitis Akut, Kemenkes Keluarkan Sejumlah Larangan Tangkapan layar soal hoaks Kemenkes larang makan di luar dan berenang di tempat umum. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar di media sosial Facebook sebuah unggahan berupa pesan berantai yang diklaim berasal dari Kementerian Kesehatan terkait penyakit hepatitis akut misterius.

Penyakit hepatitis akut sendiri kini tengah menjadi sorotan karena menyerang anak-anak hingga meninggal dunia.

Pesan tersebut berisi imbauan berupa menjaga kebersihan, larangan makan di luar, larangan berenang di tempat umum, larangan bermain di playground, duduk di tempat yang tidak jelas, dan ketika berbelanja di mal dilarang memegang hand railing.

Terdapat juga sumber tautan berita pada pesan tersebut.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Twitter Bill Gates Ditangguhkan oleh Elon Musk

FAKTA:

Dari penelusuran Kominfo, dilansir dari liputan6.com, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, isi pesan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Terutama poin tiga sampai enam dalam pesan berantai tersebut tidak benar. Narasinya ditambah-tambahkan supaya heboh.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Hepatitis Akut akibat Efek Samping Vaksin COVID-19

KESIMPULAN:

Informasi tersebut dipastikan hoaks. Karena Kementerian Kesehatan tak pernah memberikan sejumlah larangan untuk mencegah hepatitis akut. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Anak Kecil Menggonggong Setelah Digigit Anjing Rabies

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasca Ambruknya Atap, Mal Margo City Depok Belum Dibuka untuk Umum
Indonesia
Pasca Ambruknya Atap, Mal Margo City Depok Belum Dibuka untuk Umum

Struktur bangunan di sekitar TKP dikhawatirkan masih rapuh

Jelang Mudik, Vaksinasi Booster Capai 27 Juta Suntikan
Indonesia
Jelang Mudik, Vaksinasi Booster Capai 27 Juta Suntikan

Pemprov DKI membuka pelayanan vaksinasi COVID-19 malam hari, sebagai alternatif percepatan vaksin booster di DKI Jakarta.

Setelah Berbincang dan Foto Bersama, Jokowi Lepas 20 Pembalap MotoGP Berparade di Jakarta
Indonesia
Setelah Berbincang dan Foto Bersama, Jokowi Lepas 20 Pembalap MotoGP Berparade di Jakarta

Tepat disamping para pengendara MotoGP, tampak ratusan pengendara motor besar yang mengiringi keberangkatan para pembalap tersebut.

[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Dingin Setelah Makan Bikin Terpapar Kanker
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Dingin Setelah Makan Bikin Terpapar Kanker

Dikatakan bahwa air dingin yang diminum setelah makan akan mengentalkan lemak dari makanan dan membuatnya menjadi beku. Lemak inilah yang akan menempel di usus dan menyebabkan kanker usus.

[HOAKS atau FAKTA]: Agnes Mo Bagi Bagi Duit Akhir Tahun
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Agnes Mo Bagi Bagi Duit Akhir Tahun

Hal serupa beredar di awal tahun 2021 dengan modus akan membagikan hadiah kepada pemenang yang berhasil menebak angka pada gambar yang ditayangkan di video.

[HOAKS atau FAKTA]: Dikehendaki Rakyat, Jokowi Berniat 3 Periode
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Dikehendaki Rakyat, Jokowi Berniat 3 Periode

Judul artikel tersebut merupakan judul hasil suntingan. Judul asli artikel itu adalah “Jokowi Sebut Dirinya Tidak Berminat Jadi Presiden Tiga Periode”.

Disdik DKI Akui Kesulitan Atasi Kerumunan Orang Tua saat PTM
Indonesia
Disdik DKI Akui Kesulitan Atasi Kerumunan Orang Tua saat PTM

Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengaku kesulitan mengatasi kerumunan orang tua saat mengantarkan anaknya hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Masukan Bagi KPK Agar Kepercayaan Publik Kembali
Indonesia
Masukan Bagi KPK Agar Kepercayaan Publik Kembali

KPK untuk dapat bekerja lebih maksimal

Hari Anak Nasional, Anak Indonesia Harus Bebas Bullying
Indonesia
Hari Anak Nasional, Anak Indonesia Harus Bebas Bullying

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengingatkan Hari Anak Nasional 2022 sebagai momentum anak Indonesia untuk bebas perundungan (bullying) dan bebas dari konten pornografi.

Kasus COVID-19 Menurun, 93 Persen Daerah Berstatus PPKM Level 1 dan 2
Indonesia
Kasus COVID-19 Menurun, 93 Persen Daerah Berstatus PPKM Level 1 dan 2

"Tidak ada kabupaten/kota yang berstatus Level 4. 93 persen kabupaten/kota di Jawa Bali sudah berada di level 1 dan 2. Hanya sembilan kabupaten/kota di level 3," kata Luhut