[HOAKS atau FAKTA]: Anies Akan Gelar Buka Puasa Bersama di Tengah Pandemi COVID-19 Gubernur DKI Anies Baswedan. Foto: ANTARA

Merahputih.com - Beredar video yang diklaim sebagai rencana Pemprov DKI Jakarta untuk mengadakan program buka puasa di masa epidemi virus corona. Dalam video itu terlihat suasana rapat yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Berikut Narasinya:

1. “Marhaban ya Ramadhan…..

Kejadian paling langka dalam sejarah (Unusual), yang dilakukan pada saat epidemi….

Napak Tilas kesulitan yang dialami kaum muslimin di Jaman Rasulullah di berbagai medan kondisi pada saat Shaum….

STRATEGI CEMERLANG ditawarkan untuk BUKA PUASA TAHUN ini, silahkan disimak videonya…..(Tidak perlu kumpul (buka puasa bersama), tapi memberikan bingkisan kepada yang kurang mampu)

Semoga Allah SWT selalu memberkahimu, keluarga, dan jajaran pemprov DKI bang Anies Baswedan”

2. “Sungguh mulia hatimu sampai buka puasa engkau pikirkan untuk masyarakat tidak mampu…aku iri Jakarta punya Gupernur semulia hatimu..seandainya daerah daerah lain mengikuti langkahmu alangkah guyup rukun dan bahagia serta bersyukurnya masyarakat yg kurang mampu bisa ikut merasakan buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan, sungguh indah Agamaku …. semoga dlm menyambut datangnya bulan Ramadhan hubungan dgn Allah dan sesama menjadi lbh baik bagi kita….

Apresiasi kinerja Anies menangani covid-19.

#AniesKeren

#StayAtHome

#Lockdown

#RamadhanDatangCoronaHilang”

Cek Fakta:

Melalui hasil penelusuran, diketahui bahwa video rapat tersebut merupakan video lama. Hal tersebut diketahui merupakan hasil suntingan dari video berjudul “25 Apr 2018 Rapimtas Bag 3/3 – Persiapan Memasuki Bulan Ramadhan” di kanal Youtube “PEMPROV DKI JAKARTA.”

Pada tahun 2018, Pemprov DKI memang mengadakan program buka puasa untuk warga miskin. Program itu ditujukan kepada warga miskin di 223 RW se-DKI Jakarta.

Program buka puasa bersama warga miskin yang dicanangkan oleh Pemprov DKI kala itu dilakukan selama 20 hari pertama bulan Ramadan.

Baca Juga

[HOAX atau FAKTA]: Seorang Pria Mengamuk dan Banting Kursi Lihat Video Wawancara Jokowi soal Mudik

Kesimpulan:

Berdasarkan penjelasan tersebut, video yang telah beredar bukan terjadi di tahun 2020, melainkan tahun 2018. Adapun, program buka puasa tersebut tidak terkait dengan COVID-19. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Dugaan Penghasutan Munarman Naik ke Penyidikan
Indonesia
Kasus Dugaan Penghasutan Munarman Naik ke Penyidikan

Penyidik mendapati adanya unsur tindak pidana dalam laporan ini

Pemberlakuan New Normal Tingkatkan Kemacetan di Jakarta
Indonesia
Pemberlakuan New Normal Tingkatkan Kemacetan di Jakarta

"Penambahan personel ada terutama pada pagi hari dan sore hari," katanya.

Pengamat Intelijen Beberkan Peselancar Gelap dalam Demo UU Cipta Kerja
Indonesia
Pengamat Intelijen Beberkan Peselancar Gelap dalam Demo UU Cipta Kerja

Pengamat intelijen dan keamanan, Stanislaus Riyanta mengidentifikasi bahwa ada tiga blok kelompok di dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.

Djoko Tjandra Buat e-KTP Setengah Jam, Ini Penjelasan Dukcapil Jaksel
Indonesia
Djoko Tjandra Buat e-KTP Setengah Jam, Ini Penjelasan Dukcapil Jaksel

"Begitu status sudah print ready record, itu fotonya sudah muncul dan kelurahan bisa cetak," ujarnya

Ketua DPR Minta Pemerintah Pastikan Keamanan Vaksin COVID-19
Indonesia
Ketua DPR Minta Pemerintah Pastikan Keamanan Vaksin COVID-19

Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah memastikan vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia aman dan layak digunakan untuk seluruh masyarakat.

Polisi Belum Tutup Kasus Kematian Editor Metro TV
Indonesia
Polisi Belum Tutup Kasus Kematian Editor Metro TV

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menuturkan sejumlah fakta-fakta yang memperkuat dugaan bahwa Yodi melakukan bunuh diri.

Pagi Ini, Gang Masuk ke Markas FPI Sepi, ke Mana Laskar?
Indonesia
Pagi Ini, Gang Masuk ke Markas FPI Sepi, ke Mana Laskar?

Sekitar pukul 10.35 WIB sejumlah laskar FPI yang menggunakan baju didominasi warna putih dan loreng putih abu-abu mulai berdatangan masuk ke Markas FPI

Empat Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Berhasil Teridentifikasi
Indonesia
Empat Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Berhasil Teridentifikasi

RS Polri telah menyerahkan jenazah kepada keluarga korban untuk dimakamkan sebanyak 3 jenazah

MA Tolak Kasasi Bupati Cianjur Nonaktif Irvan Muchtar
Indonesia
MA Tolak Kasasi Bupati Cianjur Nonaktif Irvan Muchtar

Kasus itu berawal dari pengajuan proposal DAK ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan anggaran sebesar Rp945 miliar