[HOAKS atau FAKTA]: Erick Thohir Laporkan Adian Napitupulu PDIP ke Bareskrim Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu di sela diskusi "Ada Apa Dengan Wahyu Setiawan", di Jakarta, Minggu (19/1/2020) (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Merahputih.com - Beredar sebaran undangan di grup Whatsaap yang menyebut Kementerian BUMN bakal melaporkan politisi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu ke Bareksrim Polri atas kasus dugaan pencemaran nama baik.

Menurut kabar yang beredar, Adian bakal dilaporkan besok, Selasa, 28 April 2020. Bahkan selebaran itu mengatasnamakan Kementerian BUMN.

Baca Juga

[HOAX atau FAKTA]: Seorang Pria Mengamuk dan Banting Kursi Lihat Video Wawancara Jokowi soal Mudik

Potongan Narasi edaran itu:

Pemimpin Redaksi
Media Cetak dan Elektronik
Di Tempat

Terkait dengan pernyataan bernada
fitnah da patut diduga bermaksud untuk
mencemarkan nama baik Menteri BUMN,
yang dilakukan sdr. Adian Napitupulu,
anggota DPR RI yang terhormat, dan
beredar luas di media sosial maupun
media massa

maka dengan ini kami mengundang
rekan-rekan media untuk berkenan
meliput kegiatan pelaporan tinda pidana
upaya pencemaran nama baik dan fitnah
yang rencananya akan dilaksanakan
pada

Hari/tanggal : Selasa 28 April 2020
Pukul : 10.00 WIB-selesai
Lokasi: Gedung Bareskrim Polri

Cek Fakta :

Jubir Kementerian BUMN Arya Sinulingga memastikan undangan liputan mengadukan AN yang juga anggota DPR itu ke polisi itu kabar bohong alias hoaks.

"Hoaks," kata Arya.

Arya lalu mengirimkan meme undangan liputan tadi dengan cap hoaks.

Adian sebelumnya meminta Erick tak menjadi penyebar isu mafia alat kesehatan di tengah wabah Covid-19. Dia menanggapi penjelasan Menteri BUMN Erick Thohir soal adanya mafia impor alat kesehatan sebab mayoritas atau 80 persen lebih alat kesehatan di Indonesia hasil impor.

Ia menuturkan jika memang ada mafia dalam impor alat kesehatan, dia meminta Menteri Erick Thohir segera melaporkannya kepada Presiden Jokowi dan penegak hukum, seperti Polri, Kejaksaan Agung, atau KPK.

Kementerian BUMN meminta seluruh pihak mewaspadai segala bentuk hoaks yang mengatasnamakan kementerian yang membidangi perusahaan pelat merah tersebut.

Kementerian BUMN memastikan setiap kegiatan yang menyangkut aktivitas menteri, wakil menteri, dan perangkat kementerian terpublikasi secara resmi lewat saluran resmi. Bukan lewat pesan berantai yang disebar secara acak.

Baca Juga:

Nyaris 100 Kasus, Hoaks Corona Paling Banyak Terjadi di Jakarta dan Jawa Timur

Kesimpulan:

Narasi tersebut dipastikan Hoaks. Kementerian BUMN meminta masyarakat mewaspadai adanya pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi dengan menyebar hoax tersebut yang ingin menciptakan keresahan atau bagian praktik penipuan.

"Kementerian BUMN punya mekanisme resmi dalam publikasi kegiatan bukan lewat pesan berantai yang sumbernya tidak jelas," ucap Humas Kementerian BUMN. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH