[HOAKS atau FAKTA]: Alat-Alat Berikut Wajib Ada di Rumah jika Ingin Terhindar dari COVID-19 Tangkapan layar unggahan di pesan singkat terkait perlengkapan di rumah untuk menghadapi COVID-19. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Ramai melalui pesan berantai WhatsApp informasi terkait perlengkapan yang harus disiapkan di rumah untuk menghadapi virus corona atau COVID-19.

Beberapa di antaranya adalah tabung oksigen, oksimeter, makanan dikonsumsi dalam keadaan hangat, dan buah seperti lemon serta pisang.

"Beberapa tips:

Kit Medis Covid Diperlukan dirumah:

Paracetamol dan Antibiotik

Obat kumur

Vitamin C dan D3

B Kompleks

UAP

Oksimeter

Tabung Oksigen (hanya untuk keadaan darurat)

Latihan Pernafasan"

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Dukung Jokowi Presiden Seumur Hidup

FAKTA:

Setelah dilakukan penelusuran Tim Mssyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) diketahui bahwa unggahan serupa juga muncul tidak hanya di Indonesia.

Melansir dari website pencari fakta AFP Fact Check pada artikel berjudul “False list of ‘home treatments’ for COVID-19 circulates online” yang berisi bantahan terkait dengan klaim pada narasi di atas.

Pada artikelnya AFP mengutip pernyataan dari Wakil Menteri Kesehatan Filipina Maria Rosaria Vergeire yang menegaskan bahwa seluruh klaim tersebut tidak didukung dengan adanya bukti.

“Semua klaim tersebut tidak didukung oleh bukti,” jelasnya.

Tangkapan layar unggahan di pesan singkat terkait perlengkapan di rumah untuk menghadapi COVID-19. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar unggahan di pesan singkat terkait perlengkapan di rumah untuk menghadapi COVID-19. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Maria juga menuturkan bahwa penggunaan oksigen pada pasien COVID-19 harus berdasar pada saran dokter dan dilakukan pengawasan secara rutin.

Pernyataan serupa juga sempat diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS, terkait dengan perawatan medis untuk mereka yang mengalami gejala dengan indikasi COVID-19.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA): Gunakan Masker Bisa Sebabkan Keracunan dan Kekurangan Oksigen

FAKTA:

Klaim tersebut tidak didukung bukti. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS menuturkan, penggunaan oksigen pada pasien COVID-19 harus sesuai dengan anjuran dokter dan dilakukan pengawasan secara rutin.

WHO juga menjelaskan, untuk masyarakat yang memiliki gejala batuk, sesak nafas atau nyeri pada dada agar segera ke rumah sakit. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Mal Taman Anggrek Dijual Rp17 Triliun

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Plt Kepala Dinas Parekraf DKI Ditusuk di Kantornya Sendiri
Indonesia
Plt Kepala Dinas Parekraf DKI Ditusuk di Kantornya Sendiri

Anak buah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ini terpapar di kantornya sendiri di wilayah Jakarta Selatan, Rabu (10/2).

Jokowi Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen di 2021
Indonesia
Jokowi Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen di 2021

Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bekerja lebih keras dan meninggalkan cara-cara kerja yang normatif.

Ali Kalora Cs Belum Tertangkap, Masa Tugas Satgas Tinombala Diperpanjang
Indonesia
Ali Kalora Cs Belum Tertangkap, Masa Tugas Satgas Tinombala Diperpanjang

Tim Densus 88 Antiteror Polri sepanjang tahun 2020 sudah menangkap sebanyak 32 orang terduga teroris

Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Dinilai Ilegal
Indonesia
Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme Dinilai Ilegal

"Sedangkan untuk TNI, fungsi mengatasi aksi terorisme tidak diatur secara lebih jelas dan konprehensif dalam UU TNI atau melalui revisi UU TNI," ungkap Petrus.

Positif COVID-19, Aa Gym Alami Gejala Batuk
Indonesia
Positif COVID-19, Aa Gym Alami Gejala Batuk

"Kondisi Aa saat ini kendalanya hanya batuk tidak ada sesak, tidak pusing berlebihan," ujar Aa Gym

Nekat Ngabuburit dan SOTR, Siap-Siap Dibubarkan Polisi!
Indonesia
Tinggal 60 Elektoral Yang Diperebutkan Biden dan Trump
Dunia
Tinggal 60 Elektoral Yang Diperebutkan Biden dan Trump

Trump menolak penghitungan suara setelah hari pemilihan presiden 3 November yang juga dilakukan di beberapa negara.

 Pemprov DKI Punya Bilik Isolasi Mandiri Kasus ODP Corona, Ukurannya 2,5x2,5 Meter
Indonesia
Pemprov DKI Punya Bilik Isolasi Mandiri Kasus ODP Corona, Ukurannya 2,5x2,5 Meter

Anies menjelaskan, alasan Pemprov DKI membuat tempat isolasi mandiri lantaran menyadari di Jakarta masih banyak perkampungan-perkampungan padat penduduk, yang kesulitan ruang untuk isolasi mandiri di rumahnya.

Polisi Masih 'Tertutup' soal Penangkapan Reza Artamevia
Indonesia
Polisi Masih 'Tertutup' soal Penangkapan Reza Artamevia

"Sampai saat ini masih diperiksa secara intensif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

PSI Nasihati Anies Jangan Gegabah Jadikan PSBB III Kebijakan Pamungkas
Indonesia
PSI Nasihati Anies Jangan Gegabah Jadikan PSBB III Kebijakan Pamungkas

Pengurangan PSBB juga sebaiknya bersifat sementara, tidak menetap dan harus dikaji berkala