[HOAKS atau FAKTA]: Agar Sembuh, Penderita Prostat Disarankan Buang Urine Sambil Lompat Tangkapan layar berita tentang pengobatan alternatif penderita prostat. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Beredar pesan berantai WhatsApp yang berisikan informasi mengenai metode alternatif bagi lelaki berusia di atas 50 tahun yang kesulitan membuat air seni.

Metode bernama “Jumping Urine” tersebut menyaratkan untuk melompat-lompat agar air seni dapat keluar.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2024 Dibatalkan, Ditunda hingga 2029

Berikut narasi dalam pesan berantai tersebut:

“JUMPING URINE Saran buat semua laki2 di atas usia 50, apabila mengalami kesulitan buang air seni gara2 ada pembesaran prostat.

SEKEDAR INFO:

Penting bagi yang Usia Lanjut manfaatnya “JUMPING URINE”.

Apa yang harus dilakukan, jika Anda tidak bisa mengeluarkan air kencing secara tiba2…?Baru2 ini saya bertemu dgn seorang dokter allopathy yg terkenal karena artikel medis. Dia berusia 70-an, adalah spesialis THT. Sungguh mengherankan untuk mendengarkan salah satu pengalamannya yg dia bagikan. Pagi hari itu, ketika dia terbangun, dia punya masalah. Dia memiliki dorongan untuk buang air kecil, tapi entah kenapa dia tidak bisa melakukannya..

Pada usia ini, beberapa orang menghadapi masalah seperti itu, umumnya mengerang kesakitan dan pergi ke rumah sakit. Tetapi bgmn bila berada di pelosok dan sendirian…???

Upaya terus-menerusnya tidak menghasilkan apapun, lalu dia sadar, ada beberapa masalah. Meskipun dia seorang dokter, tapi dia tidak terkecuali dgn masalah fisik seperti dia, juga terbuat dari daging dan darah yg sama seperti semua orang.

Sekarang perut bagian bawahnya menjadi berat dan dia tidak bisa duduk atau berdiri dan menderita karena hal tsb.

Pada saat itu dia menerima sebuah panggilan masuk yg kebetulan berasal dari dokter allopathy lain dari kotanya.

Dengan susah payah dokter THT menjelaskan situasinya kepada dokter teman masa kecilnya.

Temannya berkata dgn enteng, “Oh, kandung kemih Anda sudah penuh dan Anda tidak bisa buang air kecil. Jangan khawatir, lakukan seperti yang saya sarankan Anda akan bisa buang air kecil”. Dan dia mulai memberi instruksi:

“Berdiri dan melompat dgn kuat…, sambil melompat mengangkat kedua tangan Anda se-olah2 Anda memetik buah mangga. Lakukan seperti ini 15 sampai 20 kali “.Apa…??? Saat kandung kemih penuh, dia ingin aku melompat…???

Meski sedikit skeptis, dokter THT itu mulai mencobanya.

Apa yg terjadi..? Setelah dalam 5 sampai 6 kali Jumping Urine, mulai terasa ingin buang air kecil dan.., akhirnya keluarlah air seninya dgn banyak. Dokter THT merasa sangat gembira dan merasa bersyukur.., karena saran dari dokter teman masa kecilnya bisa menyelesaikannya dgn cara yg sederhana.

Jika tidak, mengharuskan saya masuk ke rumah sakit, di mana mereka memasukkan kateter di dlm kandung kemih, suntikan, antibiotics dll sehingga menghasilkan tagihan jumlahnya yg cukup besar, di samping itu juga akan ada tekanan fisik dan mental untuknya. Minimum 3 hari opname, check up.., bila perlu operasi batu ginjal…

Silahkan berbagi, untuk kepentingan orang lain dan sosialisasikan JUMPING URINE ini…!!

SEMOGA BERMANFAAT & TETAP SEHAT….!!MOHON BANTU MENYEBARKAN INI BIAR BISA BANTU ORANG YG MEMBUTUHKAN.

SALAM”

Tangkapan layar berita tentang pengobatan alternatif penderita prostat. (Foto: MP/turnbackhoax.id)
Tangkapan layar berita tentang pengobatan alternatif penderita prostat. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

FAKTA:

Berdasarkan hasil penelusuran Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) diketahui bahwa sejumlah dokter tidak menyarankan metode tersebut. Sebab, metode tersebut disinyalir dapat membawa implikasi medis lainnya.

Dilansir dari thequint.com, Dr Pawan Kesarwani, Direktur Departemen Urologi di Max Super Speciality Hospital menyatakan bahwa melompat-lompat tidak menjadi rekomendasi untuk mengatasi retensi urin atau kesulitan mengeluarkan air seni (urin).Apalagi, menurut Dr Kesarwani, metode itu dinilai berbahaya bila diterapkan oleh para lansia, khususnya yang berusia 70 tahun ke atas.

“Khususnya untuk pria berusia 70 tahunan ke atas, melompat-lompat bisa membuat masalah baru. Untuk yang masih muda, lebih baik mencari cara lainnya,” ujarnya.

Dr Vikram Kalra, Direktur Neprologi di Aakash Healthcare menyatakan bahwa metode melompat-lompat bukanlah solusi permanen untuk mengatasi retensi urin.

“Tidak berarti semua retensi dapat diselesaikan sendiri. Seringkali retensi urin dapat disebabkan oleh komplikasi pada jalur kompleks antara kandung kemih dan sfingter, atau penyumbatan seperti kandung kemih atau batu ginjal,” ujarnya.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Pesepeda Meninggal Kekurangan Oksigen karena Pakai Masker

Retensi urin merupakan ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Retensi urin bisa akut atau kronis. Retensi urin akut terjadi secara tiba-tiba dan hanya berlangsung dalam waktu singkat.

Orang dengan retensi urin akut tidak dapat buang air kecil sama sekali, meskipun mereka memiliki kandung kemih penuh. Retensi urin akut, kondisi medis yang berpotensi mengancam jiwa, membutuhkan perawatan darurat segera. Retensi urin akut dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit yang hebat.

KESIMPULAN:

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka metode jumping urine atau melompat-lompat untuk mengeluarkan air seni tidak disarankan oleh para dokter dilakukan oleh para lansia. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori fabricated content atau konten palsu. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Pembakar Bendera PDIP Ternyata Simpatisan Sendiri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Autopsi Selesai, Terduga Pelaku Teror ZA Bakal Dimakamkan di Pondok Ranggon
Indonesia
Autopsi Selesai, Terduga Pelaku Teror ZA Bakal Dimakamkan di Pondok Ranggon

Pelaku teror masuk melalui pintu belakang Mabes Polri melewati pos penjagaan. Kepada petugas, wanita tersebut menanyakan kantor pos yang berada di Mabes Polri.

Uang Denda Tak Pakai Masker di Jakarta Capai Rp1 Miliar
Indonesia
Uang Denda Tak Pakai Masker di Jakarta Capai Rp1 Miliar

Uang denda yang terkumpul dari warga yang tak memakai masker di Jakarta mencapai Rp1 miliar.

 Vaksinasi COVID-19 di Bandara Soetta Buka 24 Jam
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 di Bandara Soetta Buka 24 Jam

Tujuan utama diperpanjangnya jam operasional sentra vaksinasi tersebut untuk memastikan penumpang pesawat memenuhi protokol kesehatan.

Jakarta Diperkirakan Cerah Berawan Hari Ini
Indonesia
Jakarta Diperkirakan Cerah Berawan Hari Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan semua wilayah di DKI Jakarta cerah berawan pada Sabtu (22/8) siang hingga malam

Pendaftaran Dokter dan Tenaga Kesehatan Jadi CPNS Masih Sepi Peminat
Indonesia
Pendaftaran Dokter dan Tenaga Kesehatan Jadi CPNS Masih Sepi Peminat

Terkait perubahan tersebut maka pihaknya juga akan melakukan penyesuaian, seperti pengumuman hasil seleksi administrasi dijadwalkan menjadi tanggal 2 sampai 3 Agustus 2021.

Guru di Atas 60 Tahun Dipastikan Tak Bakal Lolos Seleksi PPPK
Indonesia
Guru di Atas 60 Tahun Dipastikan Tak Bakal Lolos Seleksi PPPK

Seleksi PPPK dengan kapasitas sebanyak satu juta guru tersebut merupakan seleksi yang demokratis

Menhub Sebut 18 Juta Orang Tetap Nekat Ingin Mudik
Indonesia
Menhub Sebut 18 Juta Orang Tetap Nekat Ingin Mudik

Kementerian Perhubungan menyatakan, ada sekitar 18 juta orang yang ingin mudik meski dilarang pemerintah.

Pasien COVID-19 di RSHS Bandung Meningkat Pasca Lebaran
Indonesia
Pasien COVID-19 di RSHS Bandung Meningkat Pasca Lebaran

"Setelah lebaran mulai tanggal 19 (Mei) sampai saat ini sedikit naik, walaupun tidak terjadi lonjakan. Mudah-mudahan lonjakan ini tidak terjadi," kata Plh Direktur Pelayanan Medik Perawatan dan Penunjang RSHS, dr Yana Akhmad Supriatna Sp.PD-KP, di RSHS, Bandung, Senin (31/5).

Pemprov DKI Manfaatkan Burung Kaki Bayam Rawat Lapangan Latih JIS
Indonesia
Pemprov DKI Manfaatkan Burung Kaki Bayam Rawat Lapangan Latih JIS

Ada kandangnya, ada pawangnya yang jagain

Diduga Hendak Merusuh, Puluhan Remaja Diamankan Dekat Istana Negara
Indonesia
Diduga Hendak Merusuh, Puluhan Remaja Diamankan Dekat Istana Negara

Sebanyak 33 remaja diamankan karena diduga hendak berbuat ricuh saat demo setahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.