[Hoaks atau Fakta]: 4 Nakes Meninggal Usai Divaksin Miliki Kemiripan Kasus di Luar Negeri

MerahPutih.com - Akun Facebook James Bowie (fb.com/bungaran.tampubolonii) pada 25 Februari 2021 mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut:“4 ORANG YANG MENINGGGAL SETELAH SUNTIK VAKSIN SINOVAC DI INDONESIAWalau tim cek fakta dan beberapa media klaim bukan karena vaksin covid.. tapi kenapa semua nya meninggal dengan ciri ciri penyebab yg sama seperti korban lain di luar negeri?Yaitu :1. Cardiovascular2. Blood Disorder3. Brain Damage– Dokter palembang : jantung / Cardiovascular– Nakes cilacap : demam berdarah / thrombocytopenia / Blood Disorder– Direktur STIK : sebelum meninggal di laporkan sesak nafas / Cardiovascular– Nakes blitar : sebelum meninggal di laporkan demam dan sesak nafas / Cardiovasvular”

Sumber : https://archive.vn/mJyFz (Arsip)

Baca Juga:

Warga Nyamar Jadi Pedagang, Wagub Bakal Periksa Vaksinasi di Pasar Tanah Abang

FAKTA

Faktanya, bukan karena vaksin COVID-19. Keempatnya meninggal karena beberapa penyebab, mulai dari terinfeksi Covid-19, kekurangan oksigen, hingga demam berdarah. Ketiga hal tersebut tidak berkaitan dengan pemberian vaksin COVID-19.

Dilansir dari Tempo, Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Hindra Irawan Satari, mengatakan meninggalnya empat nakes itu sudah diaudit oleh tim dari lembaganya. “Hasilnya, bukan karena vaksin Covid-19,” kata Hindra saat dihubungi pada 4 Maret 2021.

Selain itu, menurut Hindra, cardiovascular, blood disorder, dan brain damage bukan penyakit yang disebabkan oleh vaksin COVID-19. Khusus kejadian di Blitar, nakes ini meninggal karena terinfeksi Covid-19 sebelum menerima vaksin Sinovac.

Dengan demikian, dia belum memiliki antibodi dari vaksin untuk mencegah terinfeksi COVID-19. “Antibodi terbentuk antara 14-30 hari setelah penyuntikan vaksin kedua,” ujarnya.

Hal tersebut ditegaskan oleh dokter spesialis patologi klinis, Tonang Dwi Ardyanto. Menurut dia, tiga penyakit itu, cardiovascular, blood disorder, dan brain damage, bisa terjadi dalam beberapa kondisi. Namun, bukan dampak dari vaksin COVID-19 maupun infeksi Covid-19.

Pernyataan Hindra terkait kejadian di Blitar pun sama dengan pernyataan Deny Christianto, Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo, Blitar, yang dikutip dari VoA Indonesia.

Menurut Deny, hasil audit Komite Daerah (Komda) KIPI, meninggalnya perawat tersebut tidak disebabkan oleh vaksin Covid-19.

“Kalau dari Komda KIPI menyatakan, ini kan sudah dilaksanakan audit KIPI di tingkat nasional, itu disampaikan bahwa memang kejadian meninggalnya nakes E ini tidak berhubungan dengan vaksinasi Covid-19 sebelumnya. Dan kesimpulannya bahwa vaksin Sinovac ini aman dan bisa dilanjutkan,” tutur Deny.

Vaksinasi. (Foto: Pemprov Jabar)
Vaksinasi. (Foto: Pemprov Jabar)

Terkait penyebab meninggalnya nakes di Cilacap, dikutip dari Portal Purwokerto, nakes tersebut didiagnosa mengalami demam berdarah, dengan pemberat di saluran cerna. Dia masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit pada 3 Februari 2021 sore dengan keluhan lemas dan feses berwarna hitam.

Soal Direktur STIK Tamalatea Makassar, menurut Hindra, dia terkena COVID-19 setelah bepergian ke Mamuju, Sulawesi Barat. Anak dan suaminya juga terkonfirmasi positif COVID-19.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim yang mempertanyakan meninggalnya empat tenaga kesehatan setelah disuntik vaksin COVID-19 Sinovac, dan meninggal dengan ciri ciri penyebab yang sama seperti korban lain di luar negeri adalah klaim yang menyesatkan. (Knu)

Baca Juga:

40 Juta Orang Ditargetkan Divaksinasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Klaster Secapa COVID TNI-AD Terus Berkurang
Indonesia
Klaster Secapa COVID TNI-AD Terus Berkurang

Berkurangnya pasien positif tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium polymerase chain reaction (PCR) pada swab test lanjutan yang memperlihatkan bahwa mereka negatif.

BMKG Prediksi Perairan Indonesia Bakal Dihantam Gelombang Tinggi Hingga Empat Meter
Indonesia
BMKG Prediksi Perairan Indonesia Bakal Dihantam Gelombang Tinggi Hingga Empat Meter

Kondisi itu mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan

Kemenhub Atur Perjalanan Orang dengan Transportasi Udara, Ini Ketentuannya
Indonesia
Kemenhub Atur Perjalanan Orang dengan Transportasi Udara, Ini Ketentuannya

Aturan tersebut merupakan perubahan dari SE Nomor 22 Tahun 2020

[HOAKS atau FAKTA]: Thermometer Gun Merusak Otak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Thermometer Gun Merusak Otak

Video itu bersumber dari Facebook sony.h.waluyo.

Aturan Tidak Konsisten, Kasus COVID-19 Makin Melonjak
Indonesia
Aturan Tidak Konsisten, Kasus COVID-19 Makin Melonjak

Pemerintah Provinsi DKI kurang berkomunikasi dengan pemerintah pusat maupun wilayah penyangga dalam penanganan COVID-19. Hal ini terlihat dari kebijakan-kebijakan yang diambil.

Tahun Ajaran Baru Segera Buka, Bamsoet: Jangan Sampai Anak-anak Jadi Korban
Indonesia
Tahun Ajaran Baru Segera Buka, Bamsoet: Jangan Sampai Anak-anak Jadi Korban

"Karena yang utama adalah melindungi anak dari terinfeksinya virus tersebut, mengingat usia anak sangat rentan tertular COVID-19," ujarnya.

DPR: THR Harus Tetap Dibayarkan, Tak Ada Pengecualian
Indonesia
DPR: THR Harus Tetap Dibayarkan, Tak Ada Pengecualian

Kemnaker telah melakukan dialog dengan Apindo dan para pengusaha

Abaikan Protokol Kesehatan, Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR Dikritik
Indonesia
Abaikan Protokol Kesehatan, Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR Dikritik

"Jangan sampai hanya berencana soal karakter kebangsaan, soal 4 pilar tetapi pada prakteknya justru menyimpang," kata Lucius

Jika Masuk Istana, AHY Diprediksi Bisa Ikuti Ritme Kerja Jokowi
Indonesia
Jika Masuk Istana, AHY Diprediksi Bisa Ikuti Ritme Kerja Jokowi

Jadi Menteri Koperasi dan UKM, tidak masalah

3 Tol Keluar Jakarta Ini Bukan Ditutup, Tapi Disekat Sortir Mobil Pemudik
Indonesia
3 Tol Keluar Jakarta Ini Bukan Ditutup, Tapi Disekat Sortir Mobil Pemudik

Mobil pribadi yang membawa pemudik bakal disuruh kembali ke arah Jakarta.