[HOAKS atau FAKTA]: Ada Film Animasi "Mengerikan" Penyebaran COVID-19 Tangkapan layar Facebook tentang animasi penyebaran COVID-19. (Foto: MP/Turnbackhoax.id)

MerahPutih.com - Akun Facebook bernama Test Psikologi mengunggah sebuah video yang diklaim merupakan animasi penyebaran virus corona atau COVID-19.

“ANIMASI PENYEBARAN VIRUS CORONA, SEMOGA KITA SEMUA DIJAUHKAN DARI PENYAKIT VIRUS CORONA INI YAA AMIIIN…”

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA] Pabrik ESEMKA Tutup Gegara Seluruh Karyawan Positif COVID-19

FAKTA:

Berdasarkan penelusuran Tim Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) klaim bahwa video animasi itu merupakan persebaran virus corona adalah salah.

Faktanya video animasi tersebut merupakan ilustrasi penyebaran virus Ebola.

Video itu sendiri diunggah oleh kanal Youtube Global Health Media Project pada 26 juni 2015 silam dan sudah ditonton sebanyak 50 juta orang.

Kisah animasi itu menceritakan seorang gadis muda di mana kakeknya meninggal karena virus Ebola.

Film ini menampilkan kuman Ebola yang tidak terlihat untuk membantu orang melihat dan memahami bagaimana Ebola menyebar dan cara melindungi diri mereka sendiri. Pesan kritis dijalin melalui cerita sehingga orang-orang lebih memahami Ebola.

Film ini dimaksudkan untuk membantu memenuhi kebutuhan akan pendidikan yang lebih baik dan kesadaran yang sangat penting dalam memberantas penyakit ini di Afrika Barat, dan kapan pun dan di mana pun potensi wabah dapat mengancam masyarakat di masa depan.

Virus ebola sendiri merupakan penyakit parah yang sering kali berakibat fatal pada manusia dan primata lainnya. Virus ini ditularkan ke manusia dari hewan liar, seperti kelelawar buah, landak, dan primata non-manusia.

Tangkapan layar film animasi virus ebola. (Foto: MP/turnbackhoax.id)

Kemudian, menyebar antar-manusia melalui kontak langsung dengan darah, sekresi, organ dari orang yang terinfeksi, dan benda-benada terinfeksi lain. Masa inkubasinya, yaitu interval waktu dari infeksi virus hingga timbulnya gejala, adalah 2 hingga 21 hari.

Seseorang yang terinfeksi Ebola tidak dapat menyebarkan penyakit sampai mereka mengalami gejala.

Gejala ebola di antaranya demam, kelelahan, otot, sakit, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.

Kemudian berlanjut muntah, diare, ruam, gejala gangguan fungsi ginjal dan hati, dan dalam beberapa kasus perdarahan internal dan eksternal, misalnya keluar dari gusi, ada darah di tinja.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Menangkan Jokowi, Burhanuddin Muhtadi Dapat Rp450 Miliar

Belum ada pengobatan yang terbukti untuk ebola, tetapi pencegahan sejak dini dapat secara signifikan meningkatkan peluang bertahan hidup. Vaksin ebola eksperimental yang dikenal sebagai rVSV-ZEBOV terbukti sangat protektif terhadap virus mematikan dalam percobaan besar di Guinea pada 2015.

Vaksin ini yang saat ini digunakan dalam menangani wabah yang tengah berlangsung di Kongo. Meski terbilang efektif, vaksin ini belum mendapat lisensi atau pengesahan sebagai vaksin virus ebola.


KESIMPULAN:

Bukan animasi penyebaran virus corona. Video tersebut merupakan animasi penyebaran virus ebola yang telah diunggah sejak tahun 2015 lalu, jauh sebelum pancemi COVID-19 mewabah di hampir seluruh dunia. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Tak Perlu Vaksin, Tingkat Kesembuhan COVID-19 Capai 99 Persen


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH