[HOAKS atai FAKTA]: Putin Ultimatum Jokowi Agar Tidak Campuri Urusan Rusia-Ukraina Presiden Rusia Vladimir Putin mengikuti KTT G20 secara virtual di Moskow, Rusia, Kamis (26/3). ANTARA FOTO/Sputnik/Kremlin via REUTERS/pras.

MerahPutih.com - Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang menampilkan pidato Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dalam postingan yang disebarkan oleh akun bernama Senandung Azeizza Zhian ini juga menyertakan narasi yang menjelaskan bahwa Presiden Putin secara khusus memperingati Presiden Joko Widodo untuk tidak ikut campur dengan masalah antara Rusia dengan Ukraina.

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Anak Baduy Punya Ilmu Kebal Saat Disuntik Vaksin

Dalam narasi tersebut juga disampaikan bahwa Presiden Putin meminta Presiden Joko Widodo untuk berfokus pada masalah negara Indonesia seperti masalah minyak goreng langka, BPJS Kesehatan yang diwajibkan untuk berbagai keperluan administrasi, pemaksaan vaksin, dan lain-lain.

Narasi:

“KODE KERAS!!MAMPHUSS LU JOKOWI, MAKANYA JANGAN SOK SOK AN NGURUS NEGARA ORANG, SEMENTARA NEGERI SENDIRI AMBURADUL????

*Presiden Rusia (Vladimir Putin) memberikan pesan yang baik kepada Presiden Indonesia (Joko widodo) setelah pertemuan kedua kepala negara di Rusia.*

Saya selalu Presiden Rusia ingin menyampaikan atas konflik kami dengan negara Ukraine, bahwa saya harap bahwa agar negara² lain tidak ikut campur atas konflik ini, serta mengingatkan khususnya pada pemerintah Indonesia agar tidak ikut campur, lebih baik fokus dan urusi negara sendiri, saya melihat rakyatmu sedang kesusahan, seperti minyak langka, JHT, aturan² mewajibkan BPJS seperti pemaksaan, pandemi Covid tidak jujur ke Rakyat, pemaksaan Vaksin, PCR & Antigen, dah beresin itu dulu jangan sok²an ikut campur urusan di plomasi, urusan negaramu saja amburadul, sekian dari saya.”

Cek fakta:

Berdasarkan penelusruan Mafindo, narasi yang menyatakan bahwa ada peringatan khusus dari Presiden Putin kepada Presiden Joko Widodo (Indonesia) untuk tidak ikut campur dengan masalah antara Rusia dan Ukrania merupakan narasi hoaks.

Foto: Mafindo

Video yang ada di dalam unggahan merupakan video pidato Presiden Putin yang jika diterjemahkan, memiliki maksud agar negara-negara di dunia tidak mencoba menghentikan serangan Rusia kepada Ukraina. Dalam terjemahan aslinya, Presiden Putin tidak ada memberikan peringatan khusus kepada Presiden Joko Widodo (Indonesia).

Kesimpulan:

Jadi dapat disimpulkan bahwa unggahan yang menyebutkan bahwa Presiden Putin secara khusus memperingati Indonesia agar tidak ikut campur dalam masalah antara Rusia dengan Ukraina merupakan informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan. (Asp)

Baca Juga

[HOAKS atau FAKTA]: Kominfo Unregistrasi Kartu Paket jika Tidak Ada Aktivitas Internet 1×24 Jam

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masyarakat Diimbau Beli Produk UMKM
Indonesia
Masyarakat Diimbau Beli Produk UMKM

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mendorong seluruh masyarakat untuk membeli produk koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya menghadapi potensi stagflasi pada semester II 2022 dan menggerakkan perekonomian Indonesia.

Logo Halal Tuai Kontroversi, Gus Choi Sarankan Diubah Lagi Sesuai Keinginan Publik
Indonesia
Logo Halal Tuai Kontroversi, Gus Choi Sarankan Diubah Lagi Sesuai Keinginan Publik

Perubahan logo halal yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) menuai kontroversi di masyarakat.

Kapolri Peringatkan Petugas Tak Kecolongan Awasi Karantina Wisatawan di Bali
Indonesia
Kapolri Peringatkan Petugas Tak Kecolongan Awasi Karantina Wisatawan di Bali

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu (15/1).

Pilpres 2024 Masih Jauh, Relawan Mulai Genit Usung Capres
Indonesia
Pilpres 2024 Masih Jauh, Relawan Mulai Genit Usung Capres

Ini menjadi semacam "alat tawar politik" bagi kandidat yang diusung relawan untuk mendapat tiket nominasi dari parpol dengan mengonversi dukungan relawan.

Habiburokhman Nilai Keadilan Restoratif Bisa Diterapkan di Kasus Ferdinand Hutahaean
Indonesia
Habiburokhman Nilai Keadilan Restoratif Bisa Diterapkan di Kasus Ferdinand Hutahaean

Keadilan restoratif adalah penyelesaian tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, hingga pemangku kepentingan

Krisis Guru Hantui Kota Solo
Indonesia
Krisis Guru Hantui Kota Solo

Pada 2021, Solo memberikan formasi PPPK guru sebanyak 296. Sedangkan yang lolos hanya 272 guru dari berbagai jenjang pendidikan. Total, Solo masih kurang 24 guru PPPK dari total usulan.

KPK Setor Rp 14,5 miliar Uang Pengganti Juliari Batubara ke Kas Negara
Indonesia
KPK Setor Rp 14,5 miliar Uang Pengganti Juliari Batubara ke Kas Negara

Kewajiban pembayaran uang pengganti itu dibebankan terhadap Juliari usai dirinya ditetapkan bersalah menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 di wilayah Jabodetabek.

Menkes Sebut Vaksin Cacar Monyet tidak Diberikan ke Semua Orang
Indonesia
Menkes Sebut Vaksin Cacar Monyet tidak Diberikan ke Semua Orang

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kebijakan vaksinasi cacar monyet tidak diberlakukan menyeluruh kepada seluruh masyarakat seperti vaksinasi COVID-19.

Gempa Garut Sebabkan Sejumlah Rumah Rusak
Indonesia
Gempa Garut Sebabkan Sejumlah Rumah Rusak

Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengatakan, data kerusakan yang dihimpun oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB ada empat rumah dan satu unit sekolah mengalami kerusakan.

KSAD Dudung Dituding Atur Pengadaan Alutsista, TNI AD Buka Suara
Indonesia
KSAD Dudung Dituding Atur Pengadaan Alutsista, TNI AD Buka Suara

TNI AD buka suara soal tudingan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman melakukan pengaturan pengadaan proyek alutsista atau alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia.