Kesehatan Mental

Histrionic Personality Disorder, Si Cari Perhatian

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Rabu, 05 Juli 2023
Histrionic Personality Disorder, Si Cari Perhatian
Setiap orang membutukan perhatian, begitu pun dirimu. (Foto: Unsplash/Hannah Busing)

APAKAH kamu memiliki teman yang kesannya selalu ingin menjadi pusat perhatian? Bisa jadi mereka mengalami histrionic personality disorder (HPD). Meski awalnya tidak mengganggu, kondisi ini bisa membuat seseorang sulit menjaga hubungan dekat dengan orang lain.

Dilansir laman Alodokter, histrionic personality disorder merupakan gangguan kepribadian yang membuat seseorang memiliki keinginan untuk menjadi pusat perhatian. Orang dengan gangguan ini juga cenderung memiliki emosi yang tidak stabil dan perilaku yang manipulatif.

Umumnya, histrionic personality disorder lebih sering terjadi pada perempuan. Ciri histrionic personality disorder umumnya terlilhat lebih jelas pada masa remaja atau dewasa muda.

Selain memiliki keinginan berlebih untuk diperhatikan, orang dengan histrionic personality disorder juga menunjukkan gejala lain seperti merasa kurang dihargai atau tertekan saat tidak menjadi pusat perhatian.

Baca Juga:

Mengenal Hair-Pulling Disorder, Gangguan Psikologis saat Alami Stres

Mengenal Histrionic Personality Disorder, Keinginan untuk Menjadi Pusat Perhatian
Mereka juga cenderung menggunakan penampilan fisiknya untuk menarik perhatian. (Unsplash/Fernando Brasil)


Mereka juga cenderung menggunakan penampilan fisiknya untuk menarik perhatian. Misalnya berpakaian berwarna cerah atau terbuka. Emosi mereka juga cepat berubah, berbicara secara dramatis, gegabah, terlalu peka terhadap kritik, hingga selalu mencari afirmasi.

Mereka juga lebih mudah bosan dan frustrasi dengan rutinitasnya. Bahkan, beberapa orang dengan gangguan ini sering kali mengancam melakukan bunuh diri untuk mendapat perhatian orang lain.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti apa penyebab histrionic personality disorder. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa gangguan ini cenderung diturunkan dari keluarga atau faktor genetik.

Selain itu, pola asuh dari orang tua yang terlalu memanjakan anaknya ketika masa kanak-kanak dapat menjadi salah satu faktor pendukung yang menyebabkan anak mengalami histrionic personality disorder di kemudian hari.

Baca juga:

Apa Itu Dependent Personality Disorder? Berpengaruhkah pada Hubungan?

Mengenal Histrionic Personality Disorder, Keinginan untuk Menjadi Pusat Perhatian
Orang dengan histrionic personality disorder juga menunjukkan gejala lain seperti merasa kurang dihargai. (Pexels/Andrea Piacquadio)


Orang dengan histrionic personality disorder umumnya tidak menyadari bahwa mereka mengalami gangguan kepribadian. Padahal, kondisi ini dapat mengganggu kehidupan pribadinya karena tidak dapat mempertahankan hubungan dekat dengan orang lain.

Untuk mengatasi histrionic personality disorder, penanganan utama yang dapat dilakukan adalah psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif. Terapi ini dapat membantu orang dengan gangguan kepribadian memahami bagaimana pikiran adn emosi bisa memengaruhi tindakannya, begitu pula sebaliknya.

Selain itu, terapi mindfulness seperti yoga, tai chi, maupun meditasi juga dapat membantu mereka untuk mengendalikan emosi dan menenangkan pikirannya. (and)

Baca juga:

Amber Heard Didiagnosis Histrionic Personality Disorder, Apakah Itu?

#Kesehatan Mental #Gangguan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Bagikan