Kesehatan
Hipertensi, Pembunuh Senyap Penyebab Gagal Jantung Hipertensi dapat menyebabkan gagal jantung dan berujung pada kematian. (Foto: Pixabay/1643606)

BANYAK orang tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita tekanan darah tinggi karena seringkali tidak adanya gejala. Oleh karenanya hipertensi sering disebut sebagai pembunuh senyap.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi berpotensi menyebabkan kerusakan organ penting seperti otak, jantung, ginjal, mata, pembuluh darah besar (aorta) dan pembuluh darah tepi. Bukan hanya itu, hipertensi juga dapat menyebabkan gagal jantung dan berujung pada kematian.

Baca Juga:

Kenali Perbedaan Serangan Jantung dan Stroke

hipertensi
Organ tubuh berpotensi rusak karena hipertensi. (Foto: ist)

Sekitar 26% populasi dunia atau sekitar 972 juta orang di tahun 2000 menderita hipertensi dan prevalensinya diperkirakan akan meningkat menjadi 29% pada tahun 2025. Prevalensi gejala gagal jantung di negara-negara Asia Tenggara lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Fakta tersebut menunjukan bahwa gagal jantung merupakan masalah yang terus berkembang di Asia Tenggara, yang dipicu oleh pertumbuhan penduduk yang pesat dengan faktor risiko gagal jantung khususnya hipertensi.

Sementara di Indonesia prevalensi hipertensi di tahun 2018 berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk usia ≥ 18 tahun sebesar 34,1%. Estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia sebanyak 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian. Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%).

Di Indonesia, usia pasien gagal jantung relatif lebih muda dibanding Eropa dan Amerika disertai dengan tampilan klinis yang lebih berat.

Baca Juga:

Sama-Sama Berbahaya, Ketahui Perbedaan Serangan Jantung dan Gagal Jantung

hipertensi
dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K) jelaskan risiko hipertensi. (Foto: ist)

Data dari pengalaman klinis di Pusat Jantung Nasional dan beberapa pusat layanan jantung daerah di Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat gagal jantung pada pasien yang dirawat di rumah sakit mencapai 6,7% dan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi tingkat kematian akibat gagal jantung di rumah sakit di kawasan Asia Pasifik dan Amerika Serikat (secara berturut-turut 4,8% dan 3,0%).

Dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), spesialis jantung pembuluh darah RS Jantung Harapan Kita menjelaskan bahwa gagal jantung merupakan kondisi kronis dan progresif jangka panjang yang cenderung memburuk secara bertahap yang disebabkan oleh hipertensi. "Hipertensi menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengakibatkan beban kerja jantung bertambah berat," urainya saat Virtual Media Briefing, Kamis (12/11).

Penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan oleh hipertensi tersebut akan menyebabkan dinding ruang pompa jantung menebal (left ventricular hypertrophy) dan dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko gagal jantung.

Baca Juga:

Bolehkah Pengidap Penyakit Jantung Bersepeda? Ini Kata Dokter

hipertensi
Mengatur pola hidup dengan membatasi konsumsi garam. (Foto: Pixabay/onefox)

Untuk memompa darah melawan tekanan yang lebih tinggi di pembuluh, jantung harus bekerja lebih keras sehingga terjadi penyempitan arteri sehingga darah lebih sulit mengalir dengan lancar ke seluruh tubuh. Hipertensi membuat kerja jantung menjadi berlebihan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen dan nutrisi, namun kondisi jantung menjadi lebih sulit bekerja sehingga pada akhirnya jatuh ke kondisi gagal jantung.

"Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg," ujarnya.

Hipertensi dapat dikelola dengan baik agar mencapai tekanan darah yang sesuai target yaitu dengan mengatur pola hidup dengan membatasi konsumsi garam, perubahan pola makan, penurunan berat badan dan menjaga berat badan ideal, olahraga teratur, berhenti merokok, kepatuhan dalam menjalani pengobatan, pengukuran tekanan darah secara benar dan berkala. (avia)

Baca Juga:

Waspada, Siapapun Bisa Terkena Serangan Jantung Mendadak

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pernah Alamin Ini? Kamu Anak Kos Sejati!
Fun
Pernah Alamin Ini? Kamu Anak Kos Sejati!

Kayak apa sih gaya khas ala anak kos-kosan?

Begini Cara Aldo Lim Menjaga Kewarasan Selama Pandemi
ShowBiz
Begini Bahaya Menahan Gejolak Buang Air Besar
Fun
Begini Bahaya Menahan Gejolak Buang Air Besar

Jangan sekali-kali menahan buang air.

Botol Minum Harus Sering Dicuci, Banyak Bakteri Menempel
Fun
Botol Minum Harus Sering Dicuci, Banyak Bakteri Menempel

Jangan tertipu pada tampilan yang sepertinya bersih.

Konser Eksplorasi Tutup Cussons Bintang Kecil 9
Hiburan & Gaya Hidup
Konser Eksplorasi Tutup Cussons Bintang Kecil 9

Mengajak si kecil bereksplorasi dengan dunianya meskipun di tengah pandemi COVID-19.

Praktis, Bikin Foto Street View di Google Maps kini Bisa Lewat Ponsel
Hiburan & Gaya Hidup
Praktis, Bikin Foto Street View di Google Maps kini Bisa Lewat Ponsel

Pengguna Google Maps bisa merekam foto Street View hanya dengan menggunakan ponsel.

Awas, Olahraga Berlebihan Bisa Berbahaya Bagi Tubuh
Fun
Awas, Olahraga Berlebihan Bisa Berbahaya Bagi Tubuh

Olahraga sebaiknya sesuai kemampuan masing-masing.

Ibunda Beyoncé Ungkapkan Asal Usul Nama Putrinya
ShowBiz
Ibunda Beyoncé Ungkapkan Asal Usul Nama Putrinya

Dalam episode perdana podcast In My Head with Heather Thomson, Perancang busana ....

Pentingnya Self-Talk di Masa Pandemi
Fun
Pentingnya Self-Talk di Masa Pandemi

Apa yang kamu pikirkan akan memengaruhi responmu.

Ladies, Ini 4 Inspirasi Outfit Baggy Jeans untuk Segala Occasion
Fashion
Ladies, Ini 4 Inspirasi Outfit Baggy Jeans untuk Segala Occasion

Baggy jeans alias celana longgar bisa membuatmu keren dan vintage abis.