Hingga Maret 2019, 2.343 Warga Jakarta Terkena DBD Nyamuk Aedes Egypt penyebab demam berdarah (Foto: todayifoundout.com)

MerahPutih.com - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan wilayah DKI Jakarta mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per tanggal 3 Maret 2019 kemarin jumlah kasus DBD mencapai 2343 kasus.

"Pada 3 Maret terdapat 2343 kasus DBD di Jakarta," kata Widyastuti di Jakarta, Senin (4/3).

Kasus DBD yang tersebar di wilayah ibu kota yakni Jakarta Pusat terdapat 134 kasus, Jakarta Utara 220, Jakarta Barat 651, Jakarta Selatan 651, Jakarta Timur 685, dan Kepulauan Seribu ada 2 kasus DBD.

Sementara, pada tahun 2018 tercatat 2. 963 kasus DBD dengan 2 kematian atau Case Fatality Rate=0, 07 persen.

Pada tahun 2017 dilaporkan 3.352 kasus dengan lnsidence Rate (IR) sebesar 32,41/100.000 penduduk dan 1 kematian (CFR=0, 03%).

Ilustrasi pasien demam berdarah di rumah sakit (Foto: go-dok)
Ilustrasi pasien demam berdarah di rumah sakit (Foto: go-dok)

Pada tahun 2016 tercatat 20.432 dengan IR 198,80/100.000 penduduk dan 14 kematian (CFR=0,07%).

DBD merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue yang menginfeksi bagian tubuh dan sistem peredaran darah manusia ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty yang terinfeksi.

Gejala penyakit ini biasanya diawali dengan demam, nyeri otot dan sendi, terdapat bintik merah/ruam di kulit disertai mual dan nyeri ulu hati, pada kasus yg parah dapat terjadi pendarahan dan syok yang membahayakan nyawa.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan nyamuk dan penyakit DBD adalah kondisi iklim. Iklim berperan dalam memberikan lingkungan yang kondusif untuk nyamuk berkembang, sehingga Iklim menjadi faktor sangat penting terutama diawal masa perkembangan nyamuk. (Asp)

Kredit : asropih


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH