Hindari Polemik, Sayap PDIP Desak MK Segera Putuskan Uji Materi Jabatan Wapres Gedung Mahkamah Konstitusi (Foto/Mahkamahkonstitusi.go.id)

MerahPutih.Com - Organisasi sayap PDI Perjuangan, Banteng Muda Indonesia (BMI) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) agar segera memutuskan gugatan uji materi atau judicial review Pasal 169 huruf N UU Pemilu 2017 tentang syarat wakil presiden hanya dibatasi dua periode.

Ketua DPP BMI Daud Ahmad mengatakan, gugatan yang dilayangkan oleh Partai Perindo, yang kemudian diikuti oleh Jusuf Kalla (JK) sebagai pihak terkait itu adalah gugatan yang sah secara konstitusional dan membutuhkan kepastian hukum yang tetap. Dengan demikian, selain harus segera memutuskan gugatan tersebut, dia menilai, MK harus objektif dalam melihat persoalan ini.

"Secara konstitusi Pak JK memiliki hak untuk mencalonkan atau dicalonkan sebagai cawapres. Hanya saja saat ini beliau terbentur dengan ketentuan pasal 169 huruf n UU Pemilu tahun 2017 itu. Oleh karena itu penting saya kira MK untuk segera memberikan kepastian hukum dalam konteks batasan periodeisasi masa jabatan wapres ini agar ini tidak menjadi polemik," kata Daud Ahmad di Jakarta, Selasa (31/7).

Para pengurus BMI
Salah satu kegiatan BMI salah satu sayap PDIP (Foto: MP/Yohanes Abimanyu)

Terkait hal itu, dia mengimbau seluruh pihak agar tetap menghormati proses hukum yang saat ini tengah berjalan di MK. Dia meyakini, sembilan hakim MK akan dapat menilai serta memutuskan gugatan UU Pemilu tersebut tanpa pretensi politik tertentu.

Ketika disinggung apakah dukungannya terhadap JK itu merupakan harapan agar Jokowi dapat berdampingan lagi dengan JK pada Pilpres mendatang?

Daud menjelaskan, sebagai organisasi sayap partai pihaknya tetap patuh dan tunduk pada keputusan partai dalam hal ini Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Menurut Daud, terkait dengan calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi nanti, Megawati Soekarnoputri bersama para ketua umum partai koalisi sudah sepakat untuk menyerahkan cawapres Jokowi kepada Jokowi langsung.

Sebab, dalam memimpin negara yang terdiri dari sekitar 17000 pulau dan ratusan suku dari Sabang sampai Merauke dengan berbagai persoalan bangsa yang dihadapi saat ini dibutuhkan pemimpin yang memiliki kesamaan pemikiran serta kesamaan visi atau chemistry antara presiden dan wakil presiden.

Partai Perindo
Partai Perindo secara resmi mendaftar sebagai peserta Pemilu 2019. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

"Dan yang mengetahui chemistry itu adalah Pak Jokowi sendiri. Beliau yang lebih memahami dan mengerti siapa sosok yang ideal dan dapat mendampinginya lima tahun kedepan," ujarnya.

Lebih jauh dia katakan, sosok Jusuf Kalla sebagai seorang tokoh nasional yang memiliki kapasitas dan kualitas dalam memimpin bangsa sudah tidak diragukan lagi. Menurutnya, JK memiliki pengalaman yang sudah teruji dalam membantu kinerja pemerintahan Jokowi empat tahun ini.

"Secara chemistry saya yakin beliau berdua sudah saling teruji lah. Kalau mau jujur memang beliau berdua adalah pasangan yang cocok. Tapi kan bukan itu persoalannya sekarang, kita sangat menghormati Pak JK, Pak JK adalah seorang tokoh nasional yang memiliki jasa yang cukup besar dalam bangsa ini. Saat ini yang terpenting adalah MK harus memberikan kepastian hukum terhadap batas pencalonan wakil presiden itu. Terkait dengan masalah cawapres nanti, kita serahkan itu nanti dengan Pak Jokowi," tutupnya.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Neno Warisman Dipersekusi, Begini Perintah Prabowo Kepada Kader Gerindra

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH