Hindari "Main Mata", Tilang di Jalanan Jakarta Bertahap Dikurangi Ilustrasi. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya secara bertahap akan menghapus tilang di lapangan. Langkah ini seiring pengembangan dan penambahan kamera electronic traffic law enforcement (E-TLE) di Jakarta.

"Karena mudah-mudahan ke depan akan tambah banyak lagi (kamera E-TLE)," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (22/1).

Menurut Sambodo, sistem E-TLE sangat efektif mengurangi interaksi petugas dengan masyarakat sehingga mengurangi risiko penularan COVID-19.

Baca Juga:

Listyo Sigit Berencana Hapus Tilang di Jalan, Polda Metro Kirim Proposal ke Pemprov DKI

"Kemudian, dari segi transparansi ini luar biasa karena menghilangkan proses negosiasi," katanya.

Menyoal berapa idealnya jumlah kamera E-TLE yang harus dipasang di Jakarta, Sambodo menyampaikan, makin banyak lebih baik untuk melakukan penindakan pelanggaran.

"Makin banyak makin ideal karena kota-kota besar di dunia menggunakan kamera E-TLE untuk melakukan penindakan lalu lintas," katanya.

Diketahui, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berencana menambah jumlah kamera E-TLE pada pengembangan tahap ketiga sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik di wilayah Jakarta.

Kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Saat menjalani fit and proper test, calon tunggal Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyinggung soal kebijakan di bidang lalu lintas.

Ke depan, Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penindakan pelanggaran lalu lintas akan mengandalkan tilang elektronik.

"Khusus di bidang lalu lintas penindakan pelanggaran lalu lintas secara bertahap akan mengedepankan mekanisme penegakan hukum berbasis elektronik atau biasa disebut dengan E-TLE," ujar dia.

Penerapan tilang elektronik atau E-TLE ini menurut Sigit bertujuan untuk mengurangi interaksi dalam proses penilangan pelanggar lalu lintas.

Baca Juga:

Ditlantas Polda Metro Minta Pengadaan 50 Kamera Tilang ke Pemprov DKI

Dia menyebut, hal itu berguna untuk menghindari terjadinya penyimpangan saat anggota Polri melaksanakan proses penilangan.

"Ke depan saya harapkan anggota lalu lintas turun di lapangan kemudian mengatur lalin yang sedang macet, tidak perlu melakukan tilang," katanya.

Komjen Sigit menambahkan, ke depan khususnya pelayanan yang dikelola oleh Polri seperti STNK, SIM, SKCK dan pelayanan terhadap surat hilang, pihaknya akan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. (Knu)

Baca Juga:

Disiplin Berlalu Lintas di Kawasan Tilang Elektronik Meningkat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemasukan Cukai Tinggi, Industri Olahan Tembakau Diusulkan Dapat Insentif
Indonesia
Pemasukan Cukai Tinggi, Industri Olahan Tembakau Diusulkan Dapat Insentif

Saat ini, produk-produk HPTL dikenakan sistem tarif cukai persentase (ad valorem) sebesar 57 persen dari harga jual eceran (HJE).

April ini, Belanja Masyarakat Naik 32 Persen
Indonesia
April ini, Belanja Masyarakat Naik 32 Persen

Untuk belanja yang digerakkan faktor musiman (seasonally adjusted) juga meningkat hingga 13,11 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada April 2021.

Ketua DPD Apresiasi Polda Jatim Asuh Anak Yatim Piatu Korban COVID-19
Indonesia
Ketua DPD Apresiasi Polda Jatim Asuh Anak Yatim Piatu Korban COVID-19

Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti, memberikan apresiasi kepada Polda Jatim yang akan mengasuh sekitar 7.044 anak yatim piatu korban COVID-19.

Sidang Korupsi Bansos COVID-19, Saksi Sebut Warga tak Keluhkan Pembagian Bansos Sembako
Indonesia
Sidang Korupsi Bansos COVID-19, Saksi Sebut Warga tak Keluhkan Pembagian Bansos Sembako

Lusia mengaku, masyarakat di lingkungannya tidak ada yang mengeluh soal pembagian bansos sembako sejak April hingga Desember 2020.

PKS Nilai Pembahasan Amandemen UUD Bisa Jadi Bola Liar
Indonesia
PKS Nilai Pembahasan Amandemen UUD Bisa Jadi Bola Liar

Apabila agenda ini tetap dipaksakan, dikhawatirkan akan muncul persepsi di tengah publik bahwa agenda amandemen ini menyimpan maksud terselubung.

Wamenkumham Sebut Jangan Bandingan RUU KUHP dengan KUHP Negara Lain
Indonesia
Wamenkumham Sebut Jangan Bandingan RUU KUHP dengan KUHP Negara Lain

Paling tidak terdapat tiga BAB yang berbeda antara satu negara dengan negara lain. Pertama, menyangkut kejahatan politik. Dalam KUHP tidak ada satu pun BAB terjemahan Belanda yang berjudul kejahatan politik.

Pemerintah Diminta Sosialisasikan Pembatalan Haji 2021 Agar Tak 'Digoreng'
Indonesia
Pemerintah Diminta Sosialisasikan Pembatalan Haji 2021 Agar Tak 'Digoreng'

Menurutnya, Pandemi menjadi alasan yang tidak bisa ditolak

Gibran Parkirkan Mobil Dinasnya di SMK Batik 2, Kepsek Minta Maaf
Indonesia
Gibran Parkirkan Mobil Dinasnya di SMK Batik 2, Kepsek Minta Maaf

SMK Batik 2 Surakarta, Jawa Tengah meminta maaf secara terbuka pada publik dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Irjen Napoleon: Tommy Sumardi Karang Cerita Soal Red Notice Djoko Tjandra
Indonesia
Irjen Napoleon: Tommy Sumardi Karang Cerita Soal Red Notice Djoko Tjandra

Irjen Napolen Bonaparte menyebut Tommy Sumardi yang juga merupakan terdakwa dalam perkara dugaan suap red notice telah mengarang cerita soal keterkaitannya dalam perkara tersebut.

Kabar Baik! Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di DKI Capai 97 Persen
Indonesia
Kabar Baik! Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di DKI Capai 97 Persen

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 836.687 kasus. Dari jumlah tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 813.898 dengan tingkat kesembuhan 97,3 persen, dan total 12.908 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5 persen.