Hindari Kegaduhan, MUI Minta Masyarakat Tak Tonjolkan Bendera Berkalimat Tauhid Bendera Berkalimat Tauhid. Foto: net

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta kepada masyarakat untuk tidak mempertontonkan atau mengibarkan bendera tauhid di muka umum. Hal itu dilakukan agar tak menimbukan kegaduhan dan masalah-masalah di masyarakat.

Pasalnya, menurut Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Didin Hafiduddin kalimat tauhid itu harus diresapi di dalam hati.

"Tidak perlu dengan terlalu menonjolkan dengan bendera-benderanya, cukuplah dengan kalimat tauhid kita yakini, kita ucapkan, buktikan sehingga tidak menimbulkan masalah-masalah dan sebaiknya (bendera) tidak dimunculkan terlebih dahulu," ujar Didin usai menggelar Rapat Pleno ke-31 di Gedung MUI, Jalan Proklamasi 51, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).

Bendera Berkalimat Tauhid

Berkaca dari peristiwa pembakaran bendera dengan aksara Arab yang dilakukan oleh Barisan Ansor Serba Guna (Banser), di Garut beberapa hari lalu, harus menjadi pembelajaran bagi siapaun. Hal itu guna menghindari kegaduhan dan bangsa Indonesia bisa bersama-sama membangun bangsa ini.

"Saya kira begini, kita pun juga hendaknya bisa lebih mengendalikan diri, harus membangun semangat," tuturnya.

Didin pun mengapresiasi permintaan maaf Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor karena telah membuat kegaduhan akibat ulah oknum Banser yang main hakim membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid.

"Sebenarnya sah-sah saja asalkan ada Permohonan maaf bahwa ada keyakinan yang berbeda kalau ada pihaknya yang berbeda dengan yang lain. Pada intinya kan itu yang sebenarnya, itu yang menyebabkan kegaduhan, selanjutnya kebencian satu dengan yang lain," pungkasnya (Asp).


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH