Kecantikan

Hijabers, Rambutmu Juga Perlu Dirawat

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 09 Juli 2021
Hijabers, Rambutmu Juga Perlu Dirawat

Perempuan berhijab juga wajib merawat rambut. (foto: Unsplash/khaled ghareeb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK orang berpendapat jilbab merupakan perlindungan hebat untuk kesehatan rambut karena rambut tidak akan terkena paparan lingkungan luar seperti matahari, angin, udara, hujan, dan asap polusi. Namun, ada juga yang menyebut berhijab sebagai alasan untuk tidak menjaga keindahan rambut.

Meski tertutup hijab, rambut tak serta-merta bisa diabaikan begitu saja. Bagi perempuan berhijab, rambut justru memerlukan perawatan dan perhatian ekstra karena menghadapi kondisi yang berbeda sama sekali di bawah jilbab. Untuk mempertahankan kesehatan dan keindahan rambut meskipun berhijab, kamu bisa menerapkan beberapa langkah berikut.

BACA JUGA:

Berjemur Jangan Merusak Rambut


1. Sisir rambut sebelum mandi

Sisir rambutmu dengan wide-tooth comb (sisir bergerigi jarang dan lebar dengan bentuk pipih tipis) untuk meluruskan kembali rambut yang kusut. Langkah itu terlihat sepele, tapi sangat penting karena kamu biasanya menata rambut dengan ikat kuda atau sanggul. Hal itu membuat rambut diremas dalam ikatan. Menyisir rambut sebelum mandi merupakan langkah awal yang baik untuk menghindari rambut rontok.

Sikat rambutmu dua kali sehari, bukan cuma untuk mencegah kusut dan menjaga rambut enggak lepek, melainkan juga membantu merangsang sirkulasi darah ke kulit kepala.


2. Gunakan shampo khusus kulit kepala sensitif/rambut rusak atau nonkondisioner

Rambut berhijab cenderung berminyak dan lembap. Menggunakan shampo ringan khusus kulit kepala sensitif akan menyeimbangkan kondisi kulit kepalamu dan mencegah ketombe hadir. Ketombe dapat memicu rambut rontok. Penting untuk selalu memilih shampo dan kondisioner yang ringan untuk mencegah rambut dari kerusakan yang disebabkan bahan kimia.

Jangan menggunakan shampo dan kondisioner setiap hari. Lebih baik jika kamu menggunakannya berselang hari.


3. Jadikan masker rambut sahabatmu

Coba untuk melembapkan rambut secara mendalam dengan minyak rambut bervitamin seminggu sekali. Jika kamu tidak dapat menemukan minyak rambut komersial, racik dua-tiga jenis minyak alami (minyak zaitun, minyak almond, atau minyak biji bunga matahari) untuk meramu sebuah masker rambut yang menakjubkan.

Seminggu sekali, duduk di bawah paparan matahari pagi tanpa berhijab dan pijat-pijat kepala selama 20 menit. Sinar matahari pagi mengandung vitamin D yang akan dicerna tubuh untuk mendorong kesehatan rambut dan kulit kepala. Alternatifnya, oleskan masker rambut kaya vitamin dua-tiga kali seminggu. Krim, vitamin, dan beberapa pijatan lembut akan membantu rambutmu tumbuh lebih baik.

Jika tidak ingin melakukannya sendiri, kamu bisa pergi ke salon atau SPA secara teratur. Biarkan tangan profesional merawat rambutmu sesuai kebutuhannya.


4. Biarkan rambut sepenuhnya kering sebelum memakai jilbab

Hindari mengikat rambut dan memakai jilbab saat rambut masih basah. Rambut basah lebih sensitif dan rentan terhadap kerusakan, sehingga mengikat erat saat basah akan menyebabkan ketegangan yang tidak perlu untuk helai rambut yang sudah telanjur lemah. Belum lagi, hal itu juga dapat menyebabkan ketombe.

Blow-dry atau catok rambut juga bukan pilihan. Kedua alat itu hanya akan merusak rambut. Namun, jika kamu benar-benar butuh menggunakan pengering rambut, atur suhu di paling rendah hingga sedang.


5. Jangan ikat rambut terlalu kencang

Kadang, kamu tidak menyadari mengikat rambut begitu keras sampai kaku. Hindari melakukan hal itu. Lebih baik tata rambut dalam ikat kuda atau cepolan longgar di bawah jilbab. Helai rambut akan bisa melemah jika mereka ditarik erat, menyebabkan rambut rontok. Satu hal yang perlu diingat, selalu mencoba untuk mengubah belahan rambut dari waktu ke waktu untuk mencegah garis tepi rambut Anda menipis dan rontok.


6. Gerai rambut sesekali

Mengenakan jilbab tidak berarti kamu selamanya mengekang rambut dalam ikatan dan penutup rambut. Walaupun kesempatannya akan jauh lebih sedikit daripada mereka yang tidak berhijab, jangan lupa untuk sesekali melepas ikatan rambut dan biarkan rambut tergerai bebas saat di rumah atau di kamar. Setelah melepas ikatan rambut, sisir dan pijat-pijat kepala untuk melancarkan sirkulasi darah.


7. Potong rambut

Cobalah untuk memangkas rambut secara teratur (setiap 4-6 minggu sekali sangat dianjurkan) untuk menyingkirkan ujung-ujung yang kering dan bercabang. Jadi, bahkan jika tidak ada orang lain yang melihat rambutmu, jangan mengabaikannya. Pastikan untuk memotongnya secara teratur untuk membiarkannya tetap tumbuh dengan sehat.


8. Pilih bahan hijab yang bersahabat dengan kulit

Cobalah untuk menggunakan kain yang ramah kulit yang memiliki jalur keluar-masuk udara.

Jika memungkinkan, cobalah untuk memakai serat alami yang ringan. Bahan alami yang lembut pada rambut dan akan memungkinkan rambut untuk bernapas lebih baik. Kain chiffon atau katun, misalnya. Hijab katun akan memberikan lebih bayak udara ke kulit kepala sambil sekaligus tetap menjaga rambut tertutup. Jika kamu lebih suka kain sintetis, seperti nylon atau polyester, pastikan untuk menggunakan underscarf untuk membantu melindungi rambut dari risiko gesekan antarkulit kepala dan bahan kain yang dapat menyebabkan kerusakan rambut.

Saat cuaca panas, gunakan jilbab berkain tipis dan adem. Di hari-hari yang dingin, tak jadi masalah apa pun pilihan jilbabmu. Namun, ingat untuk menghindari memakai jilbab hitam selama hari-hari panas karena hitam bersifat menyerap panas.


9. Makan makanan kaya asam amino dan protein

Rambut rusak juga bisa menandakan kesehatan tubuh yang tidak optimal. Pastikan kamu menjalani pola makan seimbang dengan makan makanan sehat setiap hari, terutama sumber makanan kaya protein dan zat besi, seperti salmon, kenari, telur, dan bayam. Nutrisi yang kamu ambil dalam setiap hari membantu untuk membentengi dan memelihara setiap helai rambut. Kamu juga dapat menggunakan suplemen vitamin yang akan membantu meningkatkan pertumbuhan rambut sehat.(dwi)

#Kesehatan #Lipsus Bulanan Juli
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan