8 Hidangan Lezat di Hari Natal Hidangan natal di berbagai tempat menunjukan kekhasannya. (Foto: Pixabay/wirdefalks)

Hari raya merupakan waktu yang pas untuk bercengkrama dengan keluarga. Salah satunya Natal. Menjelang Natal, seluruh anggota keluarga bercengkrama saling berbagi cerita. Bincang-bincang tersebut terasa semakin hangat saat dilakukan di meja makan. Biasanya, setiap wilayah menyajikan santapan khas Natal. Berikut santapan khas yang disajikan di meja makan setiap wilayah baik Indonesia maupun mancanegara:

1. Tamale (Meksiko), campuran jagung dan daging terbungkus daun kering jagung

Tamale
Tamale, sajian jagung dan daging dibungkus daun jagung. (Foto: Genius Kitchen)

Tamale telah menjadi hidangan Natal sejak zaman Pra-Kolombia. Masakan ini adalah campuran jagung dan daging yang dibungkus dengan kulit jagung kering dan dikukus. Hidangan yang ditemui diseluruh Meksiko dan Amerika Serikat bagian Barat Daya ini biasanya dibuat oleh sekelompok wanita dalam jumlah banyak.

Baca Juga : Hanya Jomlo Saja yang Boleh Makan di Resto ini saat Malam Natal

2. Stollen (Jerman) dipotong dengan pisau satu meter

Stollen
Stollen (Foto: Dresden Stollen)

Masyakarat Jerman gemar menyajikan Stollen saat Natal tiba. Makanan ini bahkan telah menjadi favorit orang Jerman sejak abad pertengahan. Stollen adalah kue buah dengan taburan kacang, buah kering, dan manisan jeruk. Setiap tahun, masyarakat Dresden, Jerman memanggang stollen raksasa yang kemudian diarak dengan keliling kota dengan kereta kuda. Ahli pembuat roti kemudian memotong stollen tersebut dengan pisau panjang berukuran 1,6 meter.

3. Feast of Seven Fishes (Italia), tujuh jenis ikan tersaji di meja

Feast of Seven Fishes
Feast of Seven Fishes, menggantikan daging sebagai sajian makan. (Foto: Inkfood)

Secara tradisional, pada Malam Natal atau di Italia dikenal sebagai La Vigilia, tidak boleh ada daging yang disajikan ketika menunggu kelahiran Kristus. Orang Italia pun menggantikan daging dengan hidangan laut mewah. Ada beberapa teori yang menyatakan alasan disajikannya tujuh ikan. Diantaranya mewakili tujuh Sakramen Gereja Katolik Roma.

4. Buche de Noel (Perancis), cocok disandingkan dengan buah beri

Buche de Noel
Buche de Noel, dibuat untuk menghormati tradisi. (Foto: Life As Mom)

Selama berabad-abad, orang Eropa selalu membawa kayu bakar bernama Kayu Yule untuk dibakar di perapian besar saat Natal. Mereka percaya bahwa hal tersebut dapat menangkal kejahatan dan menunjukkan kemakmuran. Namun kini praktik membawa kayu bakar tersebut telah hilang. Untuk mengabadikan tradisi tersebut, koki kue Perancis membuat ide berupa kue yang dibentuk seperti Kayu Yule. Pembuatan kue tersebut untuk menghormati praktik membawa Kayu Yule di masa lalu. Kue bernama Buche The Noel tersebut berupa kue putih yang digulung dengan mentega cokelat dan buttercream frosting sehingga menyerupai Kayu Yule. Buche de Noel biasanya disajikan dengan jamur mering atau buah beri.

Baca Juga : Kejutan Warga Mandailing Natal untuk Cawapres Sandiaga Uno

5. Lapet (Tapanuli) yang selalu hadir dalam berbagai perayaan

Lapet
Lapet yang diisi dengan gula merah dan kelapa parut. (Foto: tripelaketoba)

Lapet adalah kue tradisional yang tak pernah absen dalam berbagai acara besar masyarakat Tapanuli salah satunya Natal. Kue ini terbuat dari tepung beras. Untuk menyempurnakan rasanya, lapet diisi dengan gula merah dan kelapa parut. Selanjutnya, adonan tersebut dibungkus daun pisang dengan bentuk kerucut.

6. Ayam Budu-Budu (Sulawesi Selatan) yang kaya dengan rempah-rempah

Ayam Budu Budu
Ayam Budu-Budu (Foto: Kreasi Masakan Ibu)

Ayam budu-budu merupakan santapan khas Natal masyarakat Sulawesi Selatan. Ayam ini memiliki tampilan warna kuning pucat. Warna tersebut berasal dari bumbu rempah-rempahnya yakni jeruk nipis, air asam Jawa, jahe, daun bawang dan sebagainya. Meskipun tampilannya pucat, kelezatannya tak perlu diragukan.

7. Ayam Rica-Rica (Sulawesi Utara) menu utama yang pedas penuh rempah-rempah

Ayam Rica-Rica
Ayam Rica-Rica, ayam pedas yang harus ada pada Natal. (Foto: Cookpad/Hana Assyuja)

Berbagai tempat di Indonesia memiliki memiliki menu khas berupa makanan pedas. Kebiasaan tersebut seolah menjadi tanda bahwa masyarakat Indonesia tak bisa hidup tanpa santapan pedas. Begitu pun masyarakat Sulawesi Utara, terutama Manado. Mereka juga memiliki masakan pedas. Masakan tersebut berupa olahan ayam yang identik dengan bumbu merah dan rasanya yang pedas. Santapan tersebut disebut dengan ayam rica-rica. Ayam rica-rica dilengkapi dengan rempah-rempah yang melimpah sehingga tak heran jika rasanya begitu kuat dengan pedas yang nendang. Rasanya yang nikmat membuat ayam rica-rica kerap dihidangkan sebagai menu utama saat Natal.

Baca Juga : Jelang Natal dan Tahun Baru, Tingkat Hunian Hotel di Puncak Capai Angka 75 Persen

8. Poporcis (Ambon), taburan keju yang membuat menjadi istimewa

Poporcis
Poporcis seperti pancake namun kaya keju. (Foto: Phanema)

Hidangan yang selalu menghiasi meja makan masyarakat Ambon adalah Poporcis. Poporcis adalah pancake tradisional asal Ambon. Yang membedakan poporcis dengan pancake adalah taburan keju di atasnya. Selain itu, poporcis juga dibuat dari labu kuning. (avia)

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH