Heru Hidayat: Saya Disebut Tukang Goreng Saham, di Persidangan Tidak Terbukti Logo Jiwasraya (ANTARA)

MerahPutih.com - Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terbukti memerintahkan dan menyuruh manajer investasi (MI) melakukan underlying saham dan reksadana PT Asuransi Jiwasraya di pasar modal. Selama persidangan kasus Jiwasraya, kata Heru, JPU sama sekali tidak bisa membuktikan hal tersebut.

"Salama persidangan, klien kami (Heru Hidayat) tidak pernah terbukti memerintahkan Manajer Investasi dan tidak pernah terbukti menyuruh Manajer Investasi melakukan underlying saham dan reksadana Jiwasraya," kata Tim Penasihat Hukum Heru Hidayat, Kresna Hutauruk di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/10) malam.

Baca Juga

Eks Sekretaris MA Nurhadi Didakwa Terima Gratifikasi Rp37 Miliar

Bahkan, kata Kresna, Heru Hidayat tidak pernah berhubungan dengan investasi Jiwasraya dan tidak mengenal para manajer investasi (MI). Begitu juga, dengan tuduhan nomonee Heru Hidayat yang tidak terbukti sama sekali dalam persidangan.

Dalam persidangan, tegas Kresna, nominee yang dituding nominee kliennya, merupakan nominee Piter Rasiman. Apalagi, lanjut dia, hal tersebut telah diakui sendiri oleh Piter Rasiman.

"Nama nominee klien kami juga tidak terbukti. Dalam persidangan jelas bahwa nominee tersebut adalah nominee dari piter rasiman dan diakuin oleh Piter Rasiman segala transaksi saham Piter Rasiman tidak terkait dan tidak diketahui oleh Heru Hidayat," ujarnya.

Logo Jiwasraya (ANTARA)

Selain itu, selama persidangan juga tidak terbukti bahwa kliennya terlibat dalam aktivitas goreng saham. Fakta persidangan, kata dia, tidak satupun yang membuktikan Heru Hidayat melakukan goreng saham.

"Tukang goreng saham pun klien kami tidak ada yang sebut. Lalu apa salah klien kami?," imbuhnya.

Baca Juga

Eks Sekretaris MA Nurhadi Didakwa Terima Suap Rp45,7 Miliar

Kresna pun menilai putusan hakim atas kliennya tidak berdasarkan fakta-fakta persidangan. Pasalnya, apa yang dituduhkan kepada kliennya tidak terbukti sama sekali mulai dari tuduhan memerintahkan manajer investasi, soal nominee, goreng saham hingga aliran dana ke kliennya.

"Jadi putusan ini hanya berdasarkan asumsi-asumsi, tanpa didukung oleh fakta-fakta persidangan selama ini," tutup Kresna. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menteri Agama Harap Calon Kepala Daerah Pemenang Pilkada Sosok Amanah
Indonesia
Menteri Agama Harap Calon Kepala Daerah Pemenang Pilkada Sosok Amanah

Menteri Agama Fachrul Razi mengapresiasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang berlangsung aman.

Golkar DKI Siap Swab Test Mandiri
Indonesia
Golkar DKI Siap Swab Test Mandiri

"Kalau memang lama dari sekwan untuk mengatur swab kita masing-masing swab mandiri saja di puskesmas," papar Judistira

[HOAKS atau FAKTA]: Satu Keluarga Hanya Makan Terigu Gegara Pembagian Sembako Tak Merata
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Satu Keluarga Hanya Makan Terigu Gegara Pembagian Sembako Tak Merata

Beredar video di media sosial Instagram di mana ada satu keluarga di Depok, Jawa Barat, bercerita hanya makan tepung untuk dikonsumsi sehari-hari.

Pegawai Kemenag Diminta Tetap Kumpul Bareng Keluarga Akhir Bulan Ini
Indonesia
Pegawai Kemenag Diminta Tetap Kumpul Bareng Keluarga Akhir Bulan Ini

Pegawai juga diimbau menyiapkan diri dan lingkungan untuk melakukan antisipasi potensi bencana Hidrometeorologi

Pemerintah Bangun Strategi Ekonomi Digital
Indonesia
Pemerintah Bangun Strategi Ekonomi Digital

Strategi nasional ekonomi digital ini disusun dalam rangka mewujudkan visi utama yakni pertumbuhan ekonomi yang sustainable dan inklusif

Mantan Bupati Muara Enim Dituntut 10 Tahun Penjara
Indonesia
Mantan Bupati Muara Enim Dituntut 10 Tahun Penjara

Mantan Bupati Muara Enim periode 2019-2018 Muzakir Sai Sohar dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp200 juta dalam perkara suap.

Bupati Nganjuk dan Para Camat Langsung Dipenjara Setelah Jadi Tersangka
Indonesia
Bupati Nganjuk dan Para Camat Langsung Dipenjara Setelah Jadi Tersangka

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan enam tersangka lain yang terlibat dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan resmi ditahan.

Saksi Sebut Pinangki Belikan Tiket Untuk Anita dan Andi Irfan Jaya ke Malaysia
Indonesia
Saksi Sebut Pinangki Belikan Tiket Untuk Anita dan Andi Irfan Jaya ke Malaysia

Sebelumnya Andi Irfan Jaya didakwa oleh JPU menjadi perantara suap terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari

Wisata Kepulauan Seribu Ditutup
Indonesia
Wisata Kepulauan Seribu Ditutup

Wisata Kepulauan Seribu untuk sementara ditutup saat masa libur Idul Fitri sejak Sabtu (15/5), sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Seirama dengan Jokowi, Gibran Siap Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Seirama dengan Jokowi, Gibran Siap Disuntik Vaksin COVID-19

"Jika saya diperbolehkan (disuntik vaksin corona) saya sudah siap," ujar Gibran