Kesehatan
Hepatitis Akut pada Anak Merebak, Orangtua Wajib Waspada Orangtua harus memantau kesehatan anak dan mengambil tindakan. (foto: pexels-gustavo-fring)

PARA orangtua di Indonesia tengah dibuat resah dengan kemunculan penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia. Penyakit yang mulai mewabah sejak 15 April lalu ini belum diketahui penyebabnya.

Seperti dilansir Hellosehat, pada Mei, sebanyak 169 dilaporkan kasus di seluruh dunia. Dari jumlah itu, 17 anak membutuhkan transplantasi hati dan satu kasus mengakibatkan kematian seorang anak.

BACA JUGA:

Waspada Hepatitis Akut, Ini Gejalanya

Sementara itu, di Indonesia, Kemenkes melaporkan sebanyak tiga orang anak meninggal dunia akibat terinfeksi hepatitis misterius ini. Melalui situs resmi mereka, Kementerian Kesehatan menyatakan telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan setelah adanya kasus hepatitis misterius pada anak tersebut.

Penyebab misterius

laboratorium
Ditemukan adenovirus 41 sebagai salah satu penyebab. (foto: pexels-martin-lopez)

Meski penyakit ini telah menyebar lebih dari dua pekan, para ahli belum mengetahui secara pasti penyebabnya. Pemeriksaan laboratorium di luar negeri telah dilakukan, tapi virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit ini.

Sementara itu, studi di Amerika Serikat menduga virus menjadi biang keladi di balik merebaknya penyakit hepatitis misterius yang menginfeksi anak-anak dengan rentang usia 1 bulan hingga 16 tahun ini.

Studi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS secara khusus mengamati kemunculan penyakit hepatitis akut di Alabama. CDC pun menyelidiki klaster kasus penyakit hati misterius pada anak tersebut. Berdasarkan studi mereka, kesemua anak dengan usia lebih kecil dinyatakan positif patogen umum yang disebut adenovirus 41.

Adenovirus 41 yang ditemukan diketahui menyebabkan gastroenteritis pada anak-anak. Itu adalah kondisi peradangan pada lapisan usus yang umumnya disebabkan infeksi. Secara umum, orang mengenal gangguan pencernaan ini dengan nama flu perut atau muntaber. Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus di luar negeri setelah tes molekuler. Virus itu teridentifikasi sebagai F type 41.

Sementara itu, virus SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya koinfeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Di Tanah Air, Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan sedang menyelidiki kasus hepatitis misterius ini lebih lanjut. Tujuannya ialah memasukkan riwayat perjalanan yang lebih rinci dan tes virologi atau mikrobiologi tambahan.

Waspadai gejalanya dan segera lakukan tindakan

sick child
Oangtua perlu mewaspadai gejala yang muncul pada anak. (foto: pexels-gustavo-fring)

Karena kasus yang muncul lebih pada anak-anak, para orangtua diharapkan lebih mewaspadai kondisi tertentu pada anak-anak. Orangtua juga harus segera tanggap dan membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika anak mengalami gejala sebagai berikut:

  • Penurunan kesadaran
  • Demam tinggi atau riwayat demam
  • Perubahan warna urin (gelap) dan atau feses (pucat)
  • Kulit berwarna kuning
  • Gatal
  • Nyeri sendi atau pegal-pegal
  • Mual, muntah atau nyeri perut
  • Lesu atau hilang nafsu makan
  • Diare

Penanganan segera saat gejala muncul amat krusial. Hal itu bertujuan agar dokter punya ruang dalam mengobati dan menangani pasien.

Dalam update perkembangan kasus hepatitis akut di Indonesia yang diunggah di kanal Youtube Kementerian Kesehatan, (5/5), dokter spesialis anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof dr Hanifah Oswari, Sp.A(K) meminta para orangtua untuk waspada terhdap gejala awal hepatitis atau penyakit liver misterius pada anak.

Penyakit hepatitis misterius pada anak ini umumnya menginfeksi saluran pencernaan. Kemunculannya ditandai dengan gejala diare, mual, muntah, sakit perut, dan demam ringan yang mengarah pada penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

“Jangan menunggu hingga muncul gejala kuning bahkan sampai penurunan kesadaran. Kondisi tersebut menunjukkaninfeksi hepatitis sudah sangat berat,” ujar Hanifah. Ia mengingatkan orangtua untuk segera dan sigap membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. “Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelematkannya sangat kecil," imbuhnya.

Cegah penularan dengan menjaga diri

child
Disarankan untuk tetap memakai masker dan jaga jarak. (foto: pexels-gustavo-fring)

Lebih jauh, Hanifah mengingatkan para orangtua untuk melakukan tindakan pencegahan agar tidak terinfeksi penyakit hepatitis misterius ini. "Untuk mencegah infeksi di saluran pencernaan, jagalah kebersihan dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi sudah matang," kata Hanifah.

Selain itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan panduan untuk mencegah hepatitis akut misterius pada anak.

Panduan tersebut akan meningkatkan kewaspadaan masyarakat atas imbauan Kemenkes atas kasus penyakit liver misterius pada anak di Indonesia ini, yaitu:

  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun
  • Minum air bersih
  • Memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih
  • Tidak bergantian alat makan
  • Memakai masker
  • Menjaga jarak.(dwi)

Penulis : Dwi Astarini Dwi Astarini
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dua anggota sekte Children of God di Indonesia, Dikenai Pasal Subversi
Fun
Dua anggota sekte Children of God di Indonesia, Dikenai Pasal Subversi

Mereka mengultuskan nilai-nilai cinta dan kebebasan.

Game 'Battlefield' Terbaru akan Kembali Menghadirkan Mode Single Player
Fun
Game 'Battlefield' Terbaru akan Kembali Menghadirkan Mode Single Player

Mode campaign atau single player terakhir ada di Battlefield V.

Sebelum Kembali ke Sekolah, Terapkan Pelatihan Emosi untuk Anak
Fun
Sebelum Kembali ke Sekolah, Terapkan Pelatihan Emosi untuk Anak

Mengatur anak secara berlebihan dapat berbahaya.

Konser Pre-Orange Bowl Harry Styles Batal Karena COVID-19
ShowBiz
Konser Pre-Orange Bowl Harry Styles Batal Karena COVID-19

Harry Styles seharusnya dijadwalkan tampil menjadi bintang tamu disamping penampilan Khalid.

Beberapa Bulan Lagi, akan Ada Pil untuk Mengobati COVID-19
Hiburan & Gaya Hidup
Nostalgia Film Mumun 1 September
ShowBiz
Nostalgia Film Mumun 1 September

Film 'Mumun' diadaptasi dari sinetron berjudul 'Jadi Pocong'.

Konsisten Istirahat untuk Membentuk Otot Tubuh
Fun
Konsisten Istirahat untuk Membentuk Otot Tubuh

Istirahat penting untuk proses perkembangan otot.

Radioverse, Program Podcast Eksklusif dari Hideo Kojima
Fun
Radioverse, Program Podcast Eksklusif dari Hideo Kojima

Hideo Kojima dikenal dunia berkat tangan dinginnya menggarap Metal Gear Solid.

'Incantation' Sukses Hantarkan Kengerian untuk Penonton
ShowBiz
'Incantation' Sukses Hantarkan Kengerian untuk Penonton

Incantation digadang-gadang sebagai film horor terlaris di 2022.

Kenali Faktor Dominan Penyebab Gigi Berlubang
Fun
Kenali Faktor Dominan Penyebab Gigi Berlubang

Dokter gigi spesialis konservasi gigi drg. Hanny Ilanda ada faktor dominan yang bisa menyebabkan gigi berlubang