Heboh Video  "Auditor BPK" Ancam Gantung Ahok "Auditor BPK" yang gegerkan netizen dengan ancamannya untuk gantung Ahok (Foto: Screenshot youtube.co.id)

MerahPutih Berita Tekno - Kisruh Gubernur Ahok versus BPK terus bergulir keras. Beragam tudingan dan bantahan, perang pernyataan berbenturan sana-sini. Yang teranyar, hari ini Jumat, (15/4) para netizen ramai memperbincangkan beredarnya sebuah video dari situs youtube tentang kesaksian seseorang yang mengaku sebagai auditor BPK.

Video yang diunggah pemilik akun Guru Laghina itu menjadi perbincangan netizen. Perdebatan itu memunculkan dua kubu, yakni pendukung dan kontra Ahok yang lebih dikenal dengan nama Teman Ahok dan Haters.

Berdasarkan penelusuran merahputih.com, video dengan durasi 5:51 menit itu pertama kali diunggah Kamis, (14/4) kemarin. Dalam video tersebut, seseorang yang mengaku auditor BPK membuat testimoni seputar kebijakan anggaran Gubernur Ahok. Selain itu, pria paruh baya itu juga mengancam akan menggantung Ahok.

Testimoni "auditor BPK" itu sempat menyinggung dana CSR yang dipergunakan Gubernur Ahok. Apesnya, pria yang memakai topi itu justru keliru menyebutkan singkatan CSR dengan Customer Service Relationship. Padahal artinya yang sebenarnya adalah Corporate Social Responsibility. Kontan saja kesalahan itu langsung dibully netizen. Salah satunya dari akun Kukuh T Wicaksono: CSR Corporate Social Responsibility sudah diganti menjadi customer service relationship..."

 

Sementara pemilik akun David Bonatua menulis dengan panjang lebar memberikan catatan kepada "auditor BPK" tersebut....Hahaha..bapak sadar pak jangan biarkan kebencian menghancurkan hatimu..Saya cuman mau meluruskan kekeliruan pengetahuan bapak dikit ya gpp khan..:)

1.CSR itu Corporate Social Responsibility bkn Customer Service Relationship ..but it's ok..

2.KJP dan KJS dibiayai dari keuntungan "perusahaan?? maksudnya BUMD atau swasta ?? Lantas apa yang salah dengan memberikan tunjangan pendidikan dan kesehatan bagi orang tak mampu? Lagipula semua transaksi yg berhubungan dengan angggaran Pemerintah Provinsi sekarang berbasis digital alias banking ..jadi sangat kecil kemungkinan terjadi praktik corrupt..

3.Ketika jaman Foke ternyata banyak proyek dan penggunaan anggaran yang sia-sia ...tapi justru anda memberikan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian )..Sudah rahasia umumlah bahwa BPK bisa dipesan -pesan juga sama PEMDA didaerah ..keluarga saya juga orang BPK mas jadi uda ngertilah anda itu kayak apa sebenernya..mungkin uda ga dapet setoran lagi kyk jaman foke ya?

4.Coba jelaskan definisi"orang asing menurut perpsepsi anda?? Bukankah yg asing itu ketika anda justru tak berpihak pada kebijakan yg menguntungkan masyarakat luas? Malah menebarkan semangat anti Pancasila..??

Masih banyak sebenernya yg mau saya luruskan tapi ya sudahlah..saya hanya berharap BPK meningkatkan lagi standar kualitas calon pegawainya dan jabatan KETUA BPK tdk boleh dijabat orang politik..sudah saatnya yang tua2 dan tersandera banyak kepentingan dan ga punya semangat revolusi untuk diistirahatkan atau sadar diri utk mundur...MERDEKA!! HIDUP NKRI.

Tak saja menertawakan, ada juga yang mengecam omongan dan testmoni "auditor BPK" tersebut. Pemilik akun Gapura Grafika dengan tegas menganjurkan agar "auditor BPK" itu langsung membawa kasus Ahok ke proses hukum tanpa perlu berkoar di sosial media. "...Si Bapak AUDITOR BPK RI (Katanya), Kalau merasa benar ngomong langsunglah pak dan lakukan proses hukum, gak usah pake unggah ke Youtobe...kualitas seorang BPK jadinya rendah banget seperti ini seperti seorang pecundang yang hanya berkoar disosmed. Datangi Pak Ahok kalau salah. Maaf ya pak, jangan lah dalam politik anda membawa suku atau agama. Selama bapak berbicara matanya kok gak fokus ke kamera sih pak. Biasanya, kalau orang yang sedang marah dan merasa terzolimin itu matanya fokus ke kamera. Dan biasanya kalau seseorang yang berbicara "bohong atau ada skenarionya" fokus matanya tidak ke kamera, hahahha... mudah2an tebakan saya salah ya, pak.

Sampai Jumat (15/4) siang, tercatat sudah 26 ribu orang yang menyaksikan tesmoni "auditor BPK" itu dan sekitar 340-an komentar dari para netizen. Rata-rata para netizen mempertanyakan kualitas "auditor BPK" tersebut.

BACA JUGA:

  1. Google Doodle Pasang Profil Bapak Mikroelektronika Indonesia
  2. Penghormatan Google Doodle untuk Pandit Ravi Shankar
  3. Google Doodle Peringati Ulang Tahun Olimpiade yang ke-120
  4. Caroline Herschel Jadi Tema Google Doodle Hari Ini
  5. Google Doodle Rayakan Gerhana Matahari Total

 


Tags Artikel Ini

Eddy Flo