Heboh Penemuan Bunker Tua di Klaten, Warga Padati Lokasi Bunker tua yang diduga peninggalan Belanda hebohkan warga Klaten, Jawa Tengah (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Warga Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dihebohkan dengan adanya penemuan bunker tua. Bunker tersebut diduga peninggalan penjajah Belanda.

Tokoh masyarakat Desa Cokro, Danang Heri Subiantoro, mengungkapkan dari cerita nenek moyang di desa, pernah mendengar adanya bunker. Cerita tersebut benar terbukti, tepatnya pada 1 Desember 2019 ada warga yang menukan pintu masuk bunker.

Baca Juga:

Bunker Balaikota Solo Bakal Dijadikan Lokasi Wisata Baru

"Kami kemudian memutuskan untuk menggali bunker tersebut. Ternyata benar ada bunker yang tersenbunyi dengan kedalaman sekitar dua meter," ujar Danang kepada merahputih.com.

Penemuan bungker tersebut berasal dari kisah seorang tokoh masyarakat
Bunker peninggalan Belanda di Klaten ditemukan secara tidak sengaja oleh warga (MP/Ismail)

Ia mengatakan saat ditemukan pintu bunker tertutup rapat dengan tanah lumpur. Warga dengan hati-hati membersihkan lumpur hingga akhirnya bisa masuk ke dalam bunker.

"Kami berhasil masuk ke dalam. Ternyata di di dalam bunker banyak lumpurnya sehingga kami bersihkan. Semua lumpur di dalam bunker diangkat ke atas," tutur dia.

Ia mengatakan jika ditotal ada 10 truk lumpur yang berhasil dikeluarkan. Proses pengeluaran lumpur dilakukan secara gotong-rotong oleh warga. Hasil pengukuran, bunker memiliki tinggi sekitar 2 meter dan lebar 1,9 meter.

"Panjang total bungker sekitar 900 meter, tetapi baru 100 meter yang kami bersihkan. Bunker juga diketahui ada beberapa jalan bercabang," kata dia.

Temuan bunker ini, kata dia, sudah dilaporkan kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Klaten. Namun, sejauh ini belum ada tindak lanjut dari pihak terkait akan diapakan bungker ini.

Bunker di Klaten diharapkan jadi tempat wisata yang dikelola masyarakat desa Cokro
Bunker itu diharapkan jadi lokasi wisata yang bakal dikelola warga desas (MP/Ismail)

"Kami berharap bunker ini bisa dikelola desa. Warga bakal menamai bungker ini berupa Bunker Pabrik Gula Cokro atau De Suikerfebriek Tjokro Toeloong Abad-18," kata dia.

Salah seorang warga Arif Muwardi (47), mengatakan setelah bunker ditemukan banyak warga dari berbagai daerah datang untuk melihat langsung lokasi. Hal ini membuktikan bunker punya potensi untuk dikembangkan menjadi tempat wisata.

Baca Juga:

Wisata Sejarah di Benteng Speelwijk Banten

"Kami berharap bunker bisa dikelola desa. Ini sangat potensial untuk dijadikan wisata sejarah," pungkasnya.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga:

Sejarah Eratnya Hubungan Masjid Agung dan Keraton Kasunanan Solo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Bergerak Cepat Usai 2 Warga Depok Positif Corona
Indonesia
Anies Bergerak Cepat Usai 2 Warga Depok Positif Corona

"Sebagai update bahwa tim ini akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan," kata Anies

Polisi Wanti-wanti Provokasi Penyusup di Demo UU Cipta Kerja
Indonesia
Polisi Wanti-wanti Provokasi Penyusup di Demo UU Cipta Kerja

Polisi telah menyiapkan skema pengamanan agar unjuk rasa menola Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law.

Warga Kembali Nikmati CFD Thamrin - Sudirman
Indonesia
Warga Kembali Nikmati CFD Thamrin - Sudirman

Bagi warga yang rentan terpapar COVID-19 (anak-anak di bawah usia sembilan tahun, lansia, dan ibu hamil) diminta agar tetap berada di rumah dan menjaga kebugaran di rumah.

Rekor Baru, Penambahan Pasien COVID-19 Tembus 3.963 Kasus
Indonesia
Rekor Baru, Penambahan Pasien COVID-19 Tembus 3.963 Kasus

Satgas mencatat ada penambahan 3.036 pasien yang sembuh

Rumah Sakit di Salemba Disulap Jadi Pabrik Narkoba
Indonesia
Rumah Sakit di Salemba Disulap Jadi Pabrik Narkoba

"Iya pelaku ini membuat dan memproduksi narkoba jenis ekstasi di sana," kata Heru di Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat

Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Vandalisme Musala di Tangerang
Indonesia
Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Vandalisme Musala di Tangerang

"Beberapa saksi ahli seperti ahli bahasa, teman-temab Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dinas Agama, hingga psikolog untuk memeriksa (kejiwaan) pelaku," sebutnya.

[HOAKS atau FAKTA): Anies Sebut Biarkan Pribumi yang Bekerja
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA): Anies Sebut Biarkan Pribumi yang Bekerja

Pada unggahan foto tersebut ditambahkan narasi “BIARKAN PRIBUMI YANG BEKERJA” dan keterangan “Ingat ya “PRIBUMI” yang dimaksud kadrun ini….”.

Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 37.420, Meninggal 2.091
Indonesia
Update COVID-19 Indonesia: Kasus Positif 37.420, Meninggal 2.091

Jumlah itu didapat berdasarkan hasil pendataan sejak 12 Juni 2020 hingga 13 Juni 2020 pukul 12.00 WIB.

Putri Zulhas Pertanyakan Keputusan Menteri Nadiem yang Belum Buka Aktivitas Perkuliahan
Indonesia
Putri Zulhas Pertanyakan Keputusan Menteri Nadiem yang Belum Buka Aktivitas Perkuliahan

Padahal, pemerintah sudah membuka tempat wisata dan perbelanjaan dibuka namun dunia perkuliahan dihentikan.

Unsur Panik dan Balas Budi di Balik Permenhub Izinkan Ojol Penumpang Versi Pakar
Indonesia
Unsur Panik dan Balas Budi di Balik Permenhub Izinkan Ojol Penumpang Versi Pakar

Selama ini ojol menjadi tempat mengais rezeki warga setelah pemerintah kesulitan menyediakan lapangan kerja.