Relawan @KawalPemilu2019 Jadi @KawalCOVID19, Bantah Terima Duit Influencer Rp72 M Pusat Konferensi dan Pameran Internasional Wuhan yang diubah menjadi rumah sakit sementara pasien virus novel corona. China Daily via REUTERS/wsj/djo

Merahputih.com - Netizen dibuat heboh dengan kemunculan akun @KawalCOVID19. Akun itu diduga sebagai wadah pemberian informasi terkait virus Corona dan sebagai buzzer yang dikelola pemerintah untuk menyebarkan informasi soal perkembangan kasus itu.

Pantauan Merahputih.com, Akun itu sudah diikut 4.998 followers. Akun itu menyebarkan dan menerima info terkini dari netizen soal virus corona.

Baca Juga:

Seberapa Efektif Masker Respirator N95 Melindungimu dari Virus Corona?

"Saat ini, tim infrastruktur IT kami sedang mempersiapkan satu pusat informasi terpercaya seputar #COVID19 di Indonesia. Tujuan memberikan info akurat secara berkala juga edukasi dan verifikasi terhadap isu / hoax," tulis admin tersebut.

Dalam bio mereka, @KawalCOVID19 menegaskan inisiatif pembuatan akun ini mayoritas merupakan orang-orang yang sama dengan relawan dan pendiri akun @KawalPemilu2019.

Sang admin pun mengklaim, akun itu dikelola oleh sejumlah ahli di bidang kesehatan. Mereka memperkenalkan dua tagar dalam setiap postingannya, #kawalcovid19 dan #kawalcorona.

"Relawan @KawalCOVID19 kali ini terdiri dari praktisi kesehatan: dokter, peneliti (nanti akan diinfokan 2 pentolannya) serta profesional di berbagai bidang yang cukup terkait dengan topik #COVID19indonesia (pekerja di LSM & lembaga non-profit baik nasional maupun internasional)," tulis sang Admin.

Sontak, sebagian netizen pun mempertanyakan soal keberadaan akun tersebut. Pasalnya, pemerintah dianggap membuang-buang uang untuk mengelola buzzer, padahal sudah ada lembaga terkait seperti Kementerian Kesahatan dan Kemenkominfo.

Baca Juga:

Saudi Hentikan Umrah karena Corona, Menag: Kesehatan Jemaah Kita Hal Utama

Sang admin pun memberikan tanggapannya. "Dari kemarin, Mimin memantau komen2, ada yang positif dan langsung berbagi info2 kredibel (mimin demen yang beginian nih), ada yang komen bagian dari 72 M. Enak aja, kami cuman dapat 3M = Makasih Mbak Mas," katanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Rabu (7/10) 315.714 Positif, 240.291 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Rabu (7/10) 315.714 Positif, 240.291 Sembuh

Penambahan itu menyebabkan total kasus di Indonesia kini berjumlah 315.714 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

 Pasien Suspect Corona Yang Meninggal di RSPI Idap Komplikasi
Indonesia
Pasien Suspect Corona Yang Meninggal di RSPI Idap Komplikasi

"Jadi yang meninggal sampai saat ini masih dievaluasi dan belum dinyatakan hasilnya itu positif. Karena memang dia perjalanan penyakitnya yang sangat berat kemarin," kata Syahril

Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet Bunuh Diri Lompat dari Atas Gedung
Indonesia
  Kritik Kenaikan Iuran BPJS, AHY Sebut Rakyat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
Indonesia
Kritik Kenaikan Iuran BPJS, AHY Sebut Rakyat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Bahkan seharusnya kata AHY, pemerintah lebih mengutamakan sektor kesehatan rakyat di situasi bencana non-alam itu.

Lima Provinsi Ini tak Alami Penambahan COVID-19
Indonesia
Lima Provinsi Ini tak Alami Penambahan COVID-19

Total pasien positif mencapai 75.699 orang.

Pembukaan Bioskop Diprediksi Jadi Blunder jika Anak Buah Anies Lengah
Indonesia
Pembukaan Bioskop Diprediksi Jadi Blunder jika Anak Buah Anies Lengah

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan akan membuka bioskop dalam waktu dekat.

Ini Kota Satu-satu Masuk Zona Merah COVID-19 di Jabar
Indonesia
Ini Kota Satu-satu Masuk Zona Merah COVID-19 di Jabar

Kota Depok menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Jawa Barat yang berstatus zona merah COVID-19.

Hari Ini, Tangkisan Terakhir Peneror Novel Lolos dari Tuntutan 1 Tahun Bui
Indonesia
Hari Ini, Tangkisan Terakhir Peneror Novel Lolos dari Tuntutan 1 Tahun Bui

Agenda duplik dari terdakwa penyerang Novel Baswedan hari ini terakhir sebelum sidang vonis

Dalam 6 Bulan, Indonesia Defisit Rp330 Triliun
Indonesia
Dalam 6 Bulan, Indonesia Defisit Rp330 Triliun

Realisasi belanja pemerintah pusat tumbuh 4,2 persen itu didorong oleh belanja bantuan sosial Rp117 triliun atau 68,6 persen dari target dalam Perpres 72/2020 Rp170,7 triliun.

Kembali Angkut Penumpang, Begini Protokol Kesehatan Gojek
Indonesia
Kembali Angkut Penumpang, Begini Protokol Kesehatan Gojek

Ojek daring itu bisa bawa orang dengan munculnya layanan GoRide di aplikasi Gojek.