Hebat Banget! Inilah 4 Anak Down Syndrome Indonesia yang Berprestasi serabi-indonesia.blogspot.co.id

Tepat hari ini (21/3) menjadi salah satu peringatan Hari Down Syndrome Sedunia. Hari Down Syndrome ini merupakan hari kepedulian global berdasarkan Keputusan Majelis umum PBB A/RES/66/149. Melalui ketetapan ini semua masyarakat di dunia baik semua anggota organisasi PBB yang terkait, organisasi internasional lain, serta masyarakat sipil yang organisasi ataupun non-pemerintah dan sektor swasta, untuk memperingati Hari Down Syndrome Sedunia (World Down Syndrome Day) dengan cara yang tepat, agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk perduli terhadap Down Syndrome.

Dan ternyata, tanggal 21 tersebut dipilih oleh Down Syndrome International (DSI) sesuai dengan keunikan Down Syndrome dalam triplication (trisomy) dari 21 kromosom. Ide ini berawal dari seorang Dokter ahli genetika dari University of Geneva Medical School, Stylianos E. Antonarakis yang mengajukan tanggal tersebut dan dengan antusias diadopsi oleh ART21, acara peringatan pertama kali diadakan pada 21 Maret 2006 di Geneva. Pengenalan WDSD juga diluncurkan pada 21 Maret 2006 di Singapura oleh Down Syndrome Association.

Nah, dengan memperingati hari Down Sindrom Sedunia, tim merahputih.com sudah merangkum beberapa anak Down Sindrom yang berprestasi asal Indonesia, siapa sajakah? Yuk simak:

4. Reviera Novitasari

blogaryopsiko.blogspot.co.id

Reviera Novitasari merupakan anak penderita down syndrome yang berhasil mendapatkan medali perunggu pada perlombaan renang gaya dada dengan jarak 100 meter di kejuaraan renang internasional di Canberra, Australia, 11-13 April 2008.

Kemampuan renangnya memang sudah menonjol sejak kecil. Sadar dengan bakat anak keempatnya itu, orang tuanya memfasilitasi dirinya dengan memberikan latihan renang seminggu dua kali di Club SOINA (Special Olympic Indonesia) Sunter Jakarta.

Derita yang dialami perempuan kelahiran 30 Oktrober 1993 ini memang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan selama tiga tahun kedua orang tuanya tidak bisa menerima kehadirannya. Hingga akhirnya dia disekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dian Grahita Kemayoran Jakarta. Namun siapa sangka, ketika menginjak kelas 2 SMP, Reviera dengan tiba-tiba bisa menulis, membaca dan berhitung.

3. Samuel Santoso

meeerina.blogspot.co.id
meeerina.blogspot.co.id

Samuel Santoso juga menjadi salah satu anak penderita Down Syndrome yang berprestasi di Indonesia. Dirinya mampu menggelar pameran lukisan tunggal. Pameran lukisan tersebut digelarnya karena untuk merayakan hari Down Syndrome Internasional, yang jatuh pada tanggal 21 Maret beberapa tahun lalu.

Bahkan, ia juga mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai pelukis penderita Down Syndrome pertama yang menggelar pameran lukisan tunggal. Dalam pameran tersebut, Samuel menggelar 50 karya lukisnya dari berbagai aliran seperti bertemakan surealis, hingga realis. Lukisan itu ibuatnya dari bahan cat minyak di atas kanvas. Menurut kedua orang tuanya, Samuel sudah menghasilkan sejumlah lukisan sejak tahun 2007 hingga 2010.

2. Michael Rosihan Yacub

http://penyakitsindromdown.blogspot.co.id
penyakitsindromdown.blogspot.co.id

Michael Rosihan Yacub merupakan seorang remaja berusia 21 tahun yang berhasil meraih rekor MURI dengan menjadi satu-satunya pemain golf termuda berkebutuhan khusus (Down Syndrome) yang bertanding melawan para pegolf pada umumnya. Bahkan, kabarnya Michael mampu mendalami olahraga golf ini hanya dengan membutuhkan konsentrasi tinggi sekitar IQ 35.

1. Stephanie Handojo

serabi-indonesia.blogspot.co.id

Dan yang pertama, ada Stephanie Handojo. Perempuan yang lahir pada 5 November 1991 ini merupakan anak penderita down syndrome yang berhasil memecahkan rekor MURI sebagai pemain piano yang mampu membawakan 23 lagu berturut-turut dalam sebuah acara musik di Semarang Jawa Tengah.

Stephanie juga menjadi perwakilan yang pembawa obor Olimpiade London tahun 2012. Ia mendapatkan penghargaan seperti juara I di bidang renang gaya dada 50 meter Pekan Olahraga Nasional Special Olympic Indonesia 2010, dan gaya dada 50 meter Specual Olympics World Summer Games 2011 Athena.

Stephanie sejak kecil memang sudah mulai mengikuti berbagai macam kegiatan, khususnya di bidang olahraga seperti berenang dan bulutangkis. Bahkan, saat menginjak usia 12 tahun, ia berhasil meraih juara 1 pada kejuaraan Porcada.

Itulah beberapa anak Down Syndrom asal Indonesia yang berprestasi. Perlu diacungkan jempol ya, guys? Karena walaupun memiliki kekurangan, mereka pun tetap bersemangat dan berprestasi. Nah, hari ini selain memperingati hari Down Syndrom Sedunia, masyarakat di seluruh dunia juga sedang memperingati hari puisi, yuk baca artikel terkait hari puisi: 5 Selebritis Cantik Indonesia yang "Kepincut" dengan Dunia Sastra



Zahrina Idzni

LAINNYA DARI MERAH PUTIH